Mengapa ada orang yang mengatakan bahwa Alkitab milik umat Katolik dan Alkitab Kristen telah dimodifikasi Paulus?

Meski pertanyaan ini tidak menyebut sama sekali profil orang yang mengatakan bahwa Alkitab (Gospel) telah dimodifikasi oleh Paulus, tapi saya yakin bila pertanyaan ini sebenarnya ditujukan kepada umat Islam. Disini saya akan mencoba memberikan argumentasi berdasarkan analisis Quran, yang boleh jadi telah disalahpahami baik oleh umat Islam sendiri maupun umat Kristen, bahwa sumber permasalahan ini berasal dari teks Quran.

Tema modifikasi, perubahan, atau korupsi teks sebenarnya lahir dari konsep tentang tahrif yang sayangnya tidak ada dalam Quran. Frase yang muncul adalah yuharrifuna dalam bentuk verbal bukan masdarSelain kata yuharrifuna Quran juga menggunakan kosa kata lain yang masih berdekatan dengan kata tersebut. Yakni:

  1. Menutupitaktumu (QS 2:140, 146, 159, 174, 3:71, 187) kebenaran,
  2. Membungkustalbisu (QS 2:42) kebenaran dengan kesalahan.
  3. Menggantibaddalu (QS 2:59) perkataan dengan perkataan lain yang tidak diutarakan.
  4. Menulisyaktubu (QS 2:79) buku dengan tangan mereka lalu berkata “ini dari Tuhan”.
  5. Memelintir lidahyalwuna alsinatahum (QS 3:78, 4:46), dengan kitab agar disangka berasal dari kitab, padahal yang dikatakan bukan berasal dari Tuhan.
  6. Menggeser kalimat diluar konteksnya, yuharrifuna al-kalima ‘an mawadhi’hi (QS 2:75, 4:46, 5:13, 41).
  7. Melupakannasu (QS 5:14) perjanjian dengan Tuhan.
  8. Menyembunyikantukhfuna (QS 5:15) kebenaran.

Dari delapan frase ini sebenarnya tidak ada satupun yang dekat dengan konsep tahrif dalam arti Torah atau Gospel yang ada di tangan umat Yahudi dan Kristen telah ditulis ulang atau terdapat Torah dan Gospel “asli” yang hilang untuk kemudian digantikan dengan kitab suci palsu. Seluruh teks Quran hanya berbicara dalam konteks penyalahgunaan kitab suci, bahwa ayat-ayat dalam kitab suci telah diabaikan, disalahartikan, dilupakan atau disembunyikan. Bukan dihapus atau diganti redaksinya.

Tentu terdapat beberapa ayat yang harus dipelototi bersama. Yang pertama adalah QS 2:79 yang memuat kutukan Tuhan kepada orang yang menulis kitab dengan tangan mereka lalu menyatakan bahwa apa yang ia tulis berasal dari Tuhan. Pernyataan Quran ini sebenarnya merupakan pernyataan umum yang bisa dialamatkan kepada siapa saja, bukan hanya umat Yahudi atau Kristen, tapi bahkan kepada umat Islam sendiri. Yakni sebagai larangan untuk memperlakukan perkataan manusia sebagai sebuh wahyu dan tidak mengindikasikan bahwa Torah atau Gospel telah ditulis oleh tangan manusia (Dalam hal ini Quran selalu menganggap keduanya diturunkan oleh Tuhan dan bukan hasil tulisan manusia).

Kata yuharrifuna yang muncul pada empat ayat (QS 2:75, 4:46, 5:13, 41) sebenarnya memiliki dua makna. Makna pertama adalah merubah huruf atau kata sedang makna kedua berarti batas atau pinggiran. Dari dua makna ini makna yang paling utama adalah yang kedua, hal ini disebabkan hanya makna ini yang hadir dalam Quran, yakni pada QS 22:11 yang menarasikan orang yang menyembah Tuhan pada saat dirinya tengah berada di situasi ekstrim, atau kesusuahan, ‘ala harf. Dari sini sebenarnya frase yuharrifuna al-kalima ‘an mawadhi’hi dapat diartikan sebagai menggeser perkataan diluar konteksnyamawadhi’, dan bukan mengganti atau menghapus lalu menulis kembali sebuah teks. Satu hal yang harus digarisbawahi adalah keempat ayat yang berhubungan dengan kata yuharrifuna selalu ditujukan kepada umat Yahudi dan tidak pernah dialamatkan kepada umat Kristen.

Meski frase yuharrifuna ditujukan kepada umat Yahudi, tapi Quran juga melakukan kritik terhadap umat Kristen. Tuduhan yang dialamatkan Quran kepada umat Kristen muncul dalam QS 3:65-67 yang mempertanyakan perdebatan mengenai status agama Ibrahim. Tuduhan tersebut kemudian disambung dengan tuduhan bahwa baik umat Yahudi maupun Kristen sama-sama membungkus, talbisuna, kebenaran dengan kebatilan dan menutupi, taktumuna, kebenaran (QS 3:71). Pada ayat selanjutnya kedua kelompok ini juga dituduh telah memelintir perkataan kitab suci agar apa yang mereka katakan disangka berasal dari kitb suci, yang sebenarnya tidak (QS 3:78). Pada ayat berbeda Quran juga menuduh umat Kristen melupakannasu, sebagian isi kitab suci mereka dengan Tuhan (QS 5:14).

Menariknya lagi tuduhan tersebut muncul setelah Quran terlebih dahulu menuduh umat Yahudi yuharrifuna al-kalima ‘an mawadhi’hi dan melupakan sebagian isi kitab suci mereka pada QS 5:13. Hal ini menunjukkan bilapun tahrif teks benar-benar ada (seperti pada maknanya yang pertama) maka tuduhan tersebut tidak pernah ditujukan kepada umat Kristen melainkan secara khusus kepada umat Yahudi. Dalam hal ini Torah bukan Gospel.

Codex Sinaiticus, salah satu manuskrip yang memuat Gospel tertua sekitar abad ke-4.

Yang jadi pertanyaan, mengapa tuduhan terhadap umat Yahudi ini bisa muncul?

Pada Era Antik Akhir tuduhan bahwa sebuah kitab telah korup adalah bola liar yang dimainkan oleh setiap penganut agama dan sekte. Samaritan misalnya, menolak untuk mengakui Tanakh karena memasukkan kitab-kitab selain Torah. Mereka bahkan menyatakan bila Torah yang mereka miliki adalah satu-satunya wahyu paling otentik yang diberikan Tuhan kepada Musa. Sementara itu Kristen Ebionite hanya membaca Gospel Matius yang mungkin saja berbeda dari umat Kristen lain karena Gospel yang dimaksud ditulis dalam bahasa Ibrani bukan Yunani. Selain itu kelompok Gnostik Marcion percaya bila Tanakh tidak terinspirasi oleh Tuhan melainkan Yahweh yang dalam pandangan mereka adalah Tuhan rendahan.

Sedangkan dalam 2 Corinthians (3:14) Paulus menuduh umat Yahudi tidak bisa memahami kitab suci mereka sendiri:

Tetapi pikiran orang-orang menjadi keras, dan sampai hari ini setiap kali perjanjian lama dibacakan, selubung yang sama menutupi pikiran mereka sehingga mereka tidak dapat memahami kebenaran. Dan selubung ini hanya dapat disingkirkan dengan percaya kepada Kristus

Menurut G S Reynolds, tema orang Yahudi telah salah menafsirkan Perjanjian Lama dan berbuat bidaah adalah hal yang lazim dikalangan umat Kristen pada era ini. Tuduhan tersebut menurut Reynolds sebenarnya merupakan hasil pemikiran sejumlah Bapak Gereja Syriak seperti Aphrahat, Ephrem of Syria, Isaac of Antioch, hingga Jacob Serugh. Dengan kata lain, tuduhan kepada umat Yahudi dalam Quran merupakan gema dari tuduhan serupa yang dilancarkan oleh umat Kristen sebelumnya.

Bila tuduhan tahrif sebenarnya dialamatkan kepada umat Yahudi, lalu mengapa tuduhan tersebut melebar ke umat Kristen?

Dalam hemat saya umat Islam pasca Nabi lebih banyak terlibat polemik dengan umat Kristen ketimbang Yahudi. Hal ini bisa dipahami mulai dari jumlah umat Kristen yang merupakan penduduk mayoritas di masa Umayyah dan Abbasiyah, juga terdapat persaingan politik dan ideologis yang muncul baik di level negara maupun masyarakat. Hubungan buruk ini kemudian diperparah oleh Perang Salib yang memunculkan sejumlah kitab propaganda anti-Kristen, dan kemudian kolonialisme yang kebetulan menimpa wilayah berpenduduk mayoritas muslim. Dengan kata lain faktor diluar kitab suci jauh berperan besar bagi pembentukan cara pandang mengenai korupsi kitab suci ketimbang faktor internal dalam Quran.

Quran sendiri memposisikan dirinya sebagai kitab yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya, mulai Taurat, Zabur dan Injil. Hal ini menunjukkan bila Quran sama sekali tidak menilai kitab-kitab tersebut telah korup atau dimodifikasi isinya, karena hal tersebut sama saja dengan menyatakan bahwa Quran membenarkan sesuatu yang salah. Quran mungkin menyatakan ketidaksetujuan dengan doktrin Trinitas tapi Quran sendiri tidak pernah menganggap Gospel telah dirubah isinya.

Dari sini bisa disimpulkan bila kritik yang diluncurkan Quran pada dasarnya merupakan kritik kepada orang yang telah menyalahgunakan kitab suci untuk kepentingan ideologi dan kelompok, dan bukan kritik yang ditujukan kepada kitab suci itu sendiri. Kritik Quran ini sebenarnya dapat juga diarahkan kepada umat Islam terutama bila mereka melakukan hal serupa, menyalahgunakan kitab suci demi kepentingan pribadi, kelompok dan golongan. Fenomena yang sebenarnya jamak ditemukan pada saat ini.

Semoga membantu.

Leave a Comment

You cannot copy content of this page