Apakah pernah ada sebuah ekspedisi untuk pencarian dan juga penelitian kota Sodom dan Gomorrah?

https://id.quora.com/Apakah-pernah-ada-sebuah-ekspedisi-untuk-pencarian-dan-juga-penelitian-kota-Sodom-dan-Gomorrah

Jacob Jordaens – Kepergian Luth dan keluarganya dari Sodom (after Rubens) – Google Art Project

Para sarjana umumnya mengidentifikasi lokasi kota Sodom dan Gomorah berdasarkan teks mengenai Lot yang terdapat dalam Bible. Letak kota ini pertama kali tercatat dalam Genesis 13:12 yang menjelaskannya sebagai kota-kota di dataran.

Abram menetap di tanah Kanaan, dan Lot memindahkan kemahnya ke suatu tempat dekat Sodom dan menetap di antara kota-kota di dataran.

Dalam Genesis 14:1–3, nama-nama kota berikut rajanya disebutkan berada di lembah Sidim, Laut Mati.

Sekitar waktu ini perang pecah di wilayah tersebut. Raja Amraphel dari Babilonia, Raja Arioch dari Ellasar, Raja Kedorlaomer dari Elam, dan Raja Tidal dari Goiim berperang melawan Raja Bera dari Sodom, Raja Birsha dari Gomora, Raja Shinab dari Admah, Raja Shemeber dari Zeboiim, dan raja Bela (juga disebut Zoar). Kelompok raja kedua ini bergabung di Lembah Siddim (yaitu, lembah Laut Mati).

Dari sini bisa dideduksi bila kota Sodom dan Gomorrah merupakan dua kota utama dari aliansi lima kota yang berada di lembah Siddim, Laut Mati. Kelima kota tersebut adalah: Sodom, Gomorah, Admah, Zeboiim dan Bela/ Zoar.

Adapun Quran hanya mencatat bila kota tempat nabi Luth tinggal terletak di jalan yang sering dilalui manusia, lasabil muqim QS 15:76, tanpa menjelaskan letak geografis lokasi tersebut.

Pertanyaannya, dimana letak kelima kota dataran ini berada?

Beberapa sarjana ada yang berpendapat kelima kota tersebut berada di utara Luat Mati, sedang lainnya berpendapat di bagian selatan danau tersebut. Tapi semenjak WF Albright melakukan pengecekan lokasi situs di utara yang tidak lebih dari tempat ziarah ketimbang pemukiman, maka para arkeolog pun mengarahkan penelitian mereka ke bagian selatan danau tersebut.[1] Laut Mati sendiri terbagi menjadi dua bagian, dengan sebuah dataran rendah yang memisahkan bagian utara dan selatan. Kemungkinan besar lokasi kelima kota terletak tidak jauh dari dataran rendah ini, yang saya beri lingkaran merah.

Salah satu situs arkeologi yang telah diekskavasi di sekitar area tersebut adalah situs Bab edh-Dhra yang terletak tidak jauh dari lokasi dataran rendah Ghor.

Situs ini pertama kali diekskavasi oleh Paul Lapp paada 1965 sebelum dilanjutkan oleh R Thomas Schaub dan Walter E Rast antara 1975–1981. Selain mengekskavasi Bab edh-Dhra Shcaub dan Rast juga berhasil mengidentifikasi empat situs lain yang berada di lokasi tersebut, yakni Numeira, Safi, Feifa dan Khanazir. Dengan lokasi sebagai berikut[2] :

Lalu apa hasil temuan mereka?

Situs pertama, yakni Bab edh-Dhra merupakan kota yang dibangun pada Zaman Perunggu Awal antara milenium keempat hingga akhir milenium ketiga SM. Kota ini merupakan kota yang makmur dan memiliki benteng pelindung yang kuat yang mengelilingi pemukiman penduduk beserta kuil. Bab edz-Dzra diperkirakan hancur akibat bencana alam berupa gempa yang kuat sekitar tahun 2300 SM. Para sarjana biasanya mengidentifikasi situs ini sebagai sisa kota Sodom.

kontur dan peta situs Bab edh-Dhra[3]

Situs kedua, yakni Numeira kota yang dibangun tidak lama dari Bab edh-Dhra yakni pada milenium keempat, tapi baru ditinggalkan pada tahun 2050 SM, kemungkinan besar akibat kebakaran. Para arkeolog sendiri banyak menemukan lapisan tebal puing dan abu hasil kebakaran berikut sejumlah besar kerangka manusia yang tewas tertimpa reruntuhan banguanan. Para sarjana mengidentifikasi situs Numeira sebagai kota Gomorrah.

Adapun tiga situs lainnya tergolong kecil dan kerap diidentifikasi sebagai Admah, Zeboiim dan Bela/ Zoar.

Lalu apa ada tanda-tanda azab ilahi?

Jawabannya tergantung sudut pandang anda. Baik Bab edh-Dhra maupun Numeira sama-sama ditingalkan akibat bencana. Pada edh-Dhra bencana tersebut adalah gempa bumi, sedang pada Numeira adalah kebakaran. Hanya saja, kedua kota ditinggalkan dalam kurun waktu yang berbeda dimana situs Bab edh-Dhra ditinggalkan terlebih dahulu akibat gempa bumi, sedangkan situs Numeira baru ditinggalkan 250 tahun kemudian akibat kebakaran besar yang melanda kota tersebut. Dengan kata lain, kedua kota tidak hancur bersamaan, tapi terpisah hampir 2,5 abad.

Yang jadi pertanyaan, apakah kedua situs ini layak disebut sebagai Sodom dan Gomorrah? Apakah kehancuran kedua kota terlalu natural dan tidak “wah” sebagaimana digambarkan dalam Bible dan Quran? Atau jangan-jangan pertanyaan saya salah. Apakah ada kisah atau mitologi lain yang mirip dengan kisah Lot/Luth?

Well, sayangnya ada.

Berbeda dari kisah Luth yang bertema larangan terhadap homoseksualitas, tema dalam kisah Baucis dan Philemon, yang merupakan kisah yang memiliki paralelitas yang tinggi dengan kisah Lot/Luth, adalah tentang bagaimana seharusnya tuan rumah menghormati tamunya sendiri.

Kedua tokoh ini, yakni Baucis dan Philemon adalah sepasang suami istri tua yang sangat miskin. Suatu ketika Zeus dan Hermes (dalam versi Romawi Jupiter dan Merkurius) tengah menyamar sebagai dua orang asing yang mencari tempat untuk bermalam. Keduanya ditolak oleh semua warga kota kecuali Baucis dan Philemon. Meskipun sangat miskin, kedua suami istri ini menjamu tamunya dengan baik. Mereka mengeluarkan semua makanan berharga yang mereka miliki kepada kedua tamu.

Saat itu keanehan terjadi, meski berkali-kali menuang wine, tapi wine di pitcher mereka selalu penuh dan makanan pun tidak ada yang berkurang sama sekali. Keduanya curiga jangan-jangan tamu mereka bukan manusia. Kecurigaan ini terbukti saat Baucis hendak memotong satu-satunya angsa yang mereka miliki. Sang angsa lari ke pangkuan Zeus yang kemudian membuka identitas diri mereka kepada Baucis dan Philemon.

Baik Zeus dan Hermes sama-sama terkesan dengan kebaikan hati keduanya yang menjamu tamu dengan baik meski mereka sangat miskin. Mereka lalu membawa sepasang suami istri ini keatas gunung untuk menyaksikan secara langsung kehancuran orang-orang yang tidak menghargai tamu.[4] [5]

Kisah Baucis dan Philemon ini memang baru muncul di abad pertama dalam karya Ovid berjudul Metamorphoses. Tapi tradisi oral Yunani yang mana kisah Ovid ini hadir kemungkinan besar jauh lebih tua.[6] Kita sendiri bisa menemukan beberapa hubungan antara kisah ini dengan kisah Lot/Luth, mulai dari motif kedatangan dua orang tamu yang tidak dikenal yang kemudian mengaku sebagai Tuhan/malaikat, serta motif penjamuan tamu, hukuman kepada penduduk kota dan pelarian Bauchis dan Philemon ke atas gunung.

Tentu anda boleh skeptis terhadap paralelitas ini, tapi bila melihat karakter dari kisah Ibrahim, kemungkinan besar memang terdapat adaptasi dari folklore yang menyerupai kisah Baucis dan Philemon, yang lalu digunakan untuk menjelaskan larangan homoseksualitas. Sama seperti kisah pengorbanan Ibrahim yang digunakan sebagai alat untuk melarang pengorbanan manusia. Disini kota Sodom dan Gomorah kemungkinan besar memang situs Bab edh-Dhra dan Numeira yang kisah kehancuran keduanya lama kelamaan berkembang menjadi legenda urban tentang azab ilahi. Seluruh elemen ini lalu dipadukan kedalam narasi Lot oleh para penulis Torah yang membawa pesan larangan homoseksualitas bagi umat Yahudi sekaligus menjelaskan asal-usul nenek moyang bangsa Moab dan Ammon, dua kerabat bangsa Israel, yang merupakan keturunan hasil incest Lot dan kedua putrinya.

Semoga membantu.

Leave a Comment

You cannot copy content of this page