Allah Abraham, Ishak dan Yakub -> Allah orang hidup

Pendahuluan

Matius 22:29-32

Yesus menjawab mereka: ”Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah! Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga. Tetapi tentang kebangkitan orang-orang mati tidakkah kamu baca apa yang difirmankan Allah, ketika Ia bersabda: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.

Di ayat ini agak membingungkan bagi pembaca, termasuk saya. Ketika membaca, kok jadinya Allah yang hidup ? Apa hubungannya.

Penjelasan

Dari sarapanpagi

Anda menganggap begitu, karena Anda adalah orang Indonesia (atau pembaca bahasa Inggris) yang hanya membaca “naskah terjemahan.”

Namun tidak demikian bagi para pendengar berbahasa Ibrani. Buktinya dengan kutipan 1 ayat saja, yaitu dari Keluaran 3:6, cukup kok membuat orang-orang Yahudi itu sadar, bahkan takjub dengan ayat yang disampaikan Tuhan Yesus itu. Sebab Keluaran 3:6 adalah suatu pernyataan kepada Musa secara “present tense.”
Naskah terjemahan tidak menampakkan ini, walaupun itu dalam terjemahan bahasa Inggris KJV yang “katanya” paling akurat itu dan sering dianggap selevel dengan bahasa aslinya, padahal jauh. Sebab kualitas grammar Hebrew tidak sebanding dengan grammar bahasa Inggris. Nilai sastranya sangat berbeda.

Perhatikan ayat ini:

  • Keluaran 3:6
    LAI TB, Lagi Ia berfirman: “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.
    KJV, Moreover he said, I am the God of thy father, the God of Abraham, the God of Isaac, and the God of Jacob. And Moses hid his face; for he was afraid to look upon God.
    Hebrew,
    וַיֹּאמֶר אָנֹכִי אֱלֹהֵי אָבִיךָ אֱלֹהֵי אַבְרָהָם אֱלֹהֵי יִצְחָק וֵאלֹהֵי יַעֲקֹב וַיַּסְתֵּר מֹשֶׁה פָּנָיו כִּי יָרֵא מֵהַבִּיט אֶל־הָאֱלֹהִים׃
    Translit interlinear, VAYOMER {dan Dia berfirman} ANOKHI {Akulah} ELOHEY {Allah dari} AVIKHA {bapamu} ELOHEY {Allah dari} AV’RAHAM {abraham} ELOHEY {Allah dari} YITS’KHAQ {ishak} VELOHEY {Allah dari} YA’AQOV {yakub} VAYAS’TER {dan dia menutupi} MOSHEH {musa} PANAV {wajahnya} KI {sebab} YARE {dia takut} MEHABIT {untuk melihat} EL-HA’ELOHIM {kepada Allah}

Pernyataan dalam ayat di atas adalah ucapan dalam “bentuk present”: I am, bukan I was. Ayat di atas menulis kata “I am” (Akulah) yang lazim untuk bentuk present אָנֹכִי – ‘ANOKI –> jenis pronoun untuk kasus “present”

Bahasa Ibrani soal “tenses” lebih spesifik daripada bahasa-bahasa lain. Jika memaksudkan sesuatu yang lampau, sudah terjadi dan berlalu. Naskah Bahasa Ibrani akan menambahkan kata הָיִיתִי – HAYITI, artinya: I was.

Rekaan

Jika maksudnya “past tense” atau “perfect tense”, ayat di atas akan ditulis demikian:

אֲנִי הָיִיתִי אֱלֹהֵי אָבִיךָ אֱלֹהֵי אַבְרָהָם אֱלֹהֵי יִצְחָק וֵאלֹהֵי יַעֲקֹב – ‘ANI HAYITI ELOHEY ‘AVIKHA ‘ELOHEY ‘AVRAHAM ‘ELOHEY YITS’KHAQ VE’ELOHEY YA’AQOV, I was God of your fathers, God of Abraham, God of Isaac, and God of Jakob.
Note:

Perhatikan dalam sajian reka-rekaan yang ini saya menulis kata אֲנִי – ‘ANI (H589) BUKAN אָנֹכִי – ‘ANOKI (H595) (nomer Strong Hebrew-nya beda lho).
Perhatikan setelah kata אֲנִי – ‘ANI, kemudian saya menambahkan kata HAYITI sebagai pertanda past/perfect tense-nya.
Kata HAYITI dari kata HAYAH dalam kaidah bahasa Ibrani sangat penting untuk menunjukkan tenses. Lihat study kata: hayah-studi-kata-vt6382.html#p27444

Nyatanya Alkitab Perjanjian Lama yang dikutip Tuhan Yesus tidak menulis naskah dalam seperti itu. Di dalam Keluaran 3:6 juga tidak terdapat kata הָיִיתִי – HAYITI.

Dan hanya 1 ayat Keluaran 3:6 itulah yang dikutip oleh Tuhan Yesus. Dan dari kutipan satu ayat ini saja, sudah cukup membuat orang Yahudi takjub, dan mereka menjadi sadar bahwa Bapa-bapa leluhur mereka dirujuk dengan “present tense” bukan “past tense”, yang artinya mereka adalah “orang-orang yang hidup” (bukan orang2 mati yang “jiwanya tidur” seperti paham kalangan Adventis/ SSY made in Amerika abad 19M).

Perhatikan ayat ini, dan lihat terjemahan bahasa Ibrani-nya:

  • Matius 22:32
    LAI TB, Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.”
    KJV, I am the God of Abraham, and the God of Isaac, and the God of Jacob? God is not the God of the dead, but of the living.
    TR, εγω ειμι ο θεος αβρααμ και ο θεος ισαακ και ο θεος ιακωβ ουκ εστιν ο θεος θεος νεκρων αλλα ζωντων
    Translit interlinear, egô {Aku, personal pronoun – first person nominative singular} eimi {adalah, verb – present indicative – first person singular} ho theos {Allah} abraam {abraham} kai {dan} ho theos {Allah} isaak {ishak} kai {dan} ho theos {Allah} iakôb {yakub} ouk {(Dia) bukan} estin {adalah} ho theos {Allah} theos {dari Allah-nya} nekrôn {orang2 mati} alla {melainkan} zôntôn {orang2 hidup, verb – present active participle – genitive plural masculine}
    Ha-Berit,
    אָנֹכִי אֱלֹהֵי אַבְרָהָם וֵאלֹהֵי יִצְחָק וֵאלֹהֵי יַעֲקֹב וְהוּא אֵינֶנּוּ אֱלֹהֵי הַמֵּתִים כִּי אִם־אֱלֹהֵי הָחַיִּים׃
    Translit interlinear, ‘ANOKI {Akulah} ‘ELOHEY {Allah dari} ‘AV’RAHAM {Abraham} VE’ELOHEY {dan Allah dari} YITS’KHAQ {Ishak} VE’ELOHEY {dan Allah dari} YA’AQOV {yakub} VEHU {dan Dia} ‘EYNENU {bukan} ‘ELOHEY {Allah dari} HAMETIM {orang2 mati} KI {sebab} ‘IM {(Dia) bersama} HAKHAYIM {orang2 yang hidup}

Tuhan Yesus merujuk kepada kata אָנֹכִי – ‘ANOKI –> jenis pronoun untuk kasus “present”. Perhatikan juga naskah bahasa asli Yunani menulis “εγω ειμι – egô eimi” artinya: “Akulah” (“I am” yang present bukan “I was”), yang merupakan penggabungan “personal pronoun & verb – present indicative.” Hebat engga’ Alkitab kita bahasa asli kalau dikaji secara grammatic-nya? Wow banget!

Sehingga sungguh-sungguh dalam hal ini, Tuhan Yesus menyatakan Abraham, Ishak dan Yakub adalah orang-orang yang hidup. Dan pernyataan Tuhan Yesus dengan mengutip 1 ayat ini saja, sudah cukup membuat orang-orang Yahudi (yaitu para musuh-musuh-Nya) cukup memahami bahwa memang Bapa-bapa leluhur mereka bukan “mati” di alam sana, tetapi mereka hidup. Hidup di dalam Sorga. Dan dari sinilah muncul juga pemahaman tentang “Abraham’s Bossom” sebab Abraham bukan “mati,” tetapi dia bersama Allah di Sorga.

  • Matius 22:33
    LAI TB, Orang banyak yang mendengar itu takjub akan pengajaran-Nya.
    KJV, And when the multitude heard this, they were astonished at his doctrine.
    TR, και ακουσαντες οι οχλοι εξεπλησσοντο επι τη διδαχη αυτου
    Translit interlinear, kai {dan} akousantes {ketika mendengar} hoi okhloi {itu massa} exeplêssonto {ditakjubkan} epi {pada} tê didakhê {pengajaran} autou {-Nya}

Anda bilang ngga jelas sebab Anda hanya membaca Alkitab terjemahan yg tenses-nya kurang jelas sebagaimana tenses naskah Ibrani (dan Yunani). Tapi, musuh-musuh Tuhan Yesus (yang adalah orang2 Yahudi) paham kok. Jika Anda meminta ayat yang lain lagi, itu jelas tidak ada lagi, dan ngga’ boleh diada-adakan. Wong Tuhan Yesus cuma ngasih 1 ayat saja. Alkitab kita Matius 22:32-33 hanya merujuk kepada Keluaran 3:6 saja!

Makanya untuk kajian yang mendalam mengenai pemahaman ayat, saya sering menyampaikan ayat dalam bahasa asli di SPB ini dengan memberikan “parsing tiap tiap kata.” Dan itu kadang dirasa orang sebagian orang “kok ruwet banget” sih. Namun demikianlah, Alkitab kita bahasa asli ditulis dengan grammar yang begitu seksama, sangat spesifik tenses, gender, number dan stem-nya, di dalam tata bahasa yang sangat tinggi, dan sangat berbeda dengan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Memang kalau mau ber-study Alkitab secara mendalam, harus mau ruwet, mau telaten, dan menyempatkan waktu untuk belajar.
Seorang bisa belajar membaca naskah Ibrani dengan cepat, tetapi it takes years to understand Hebrew grammar, harus telaten mau membaca kata-per-kata. Dan bahkan dengan membaca naskah bahasa asli, kita sering tidak perlu lagi membaca buku tafsir sebagai tuntunan. Sebab, “The Hebrew text intepreting itself.”

Kesimpulan

Kata Allah di bahasa Ibrani memiliki tenses (pronoun) dan tenses yang digunakan adalah present tense

Leave a Comment

You cannot copy content of this page