Eli, Eli, Lama Sabachthani!

Matius 27 : 56 : Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: ”Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Kalimat ini sangat sering disalahpahami oleh orang (Kristen dan Non Kristen).

Banyak orang non Kristen yang menganggap kalau kalimat ini Bukti Yesus bukan Tuhan

Orang Yahudi (tercatat di Alkitab) : Yesus memanggil Elia

Akan tetapi, yang sebenarnya terjadi adalah :

Yesus sedang mengindikasikan bahwa sedang terjadi penggenapan dari Mazmur 22

Mazmur 22

22:1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Rusa di kala fajar. Mazmur Daud. (22-2) Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.
22:2 Allahku, aku berseru-seru pada waktu siang, tetapi Engkau tidak menjawab, dan pada waktu malam, tetapi tidak juga aku tenang.
22:3 Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.
22:4 Kepada-Mu nenek moyang kami percaya; mereka percaya, dan Engkau meluputkan mereka.
22:5 Kepada-Mu mereka berseru-seru, dan mereka terluput; kepada-Mu mereka percaya, dan mereka tidak mendapat malu.
22:6 Tetapi aku ini ulat dan bukan orang, cela bagi manusia, dihina oleh orang banyak.
22:7 Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya:
22:8 “Ia menyerah kepada TUHAN; biarlah Dia yang meluputkannya, biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?”
22:9 Ya, Engkau yang mengeluarkan aku dari kandungan; Engkau yang membuat aku aman pada dada ibuku.
22:10 Kepada-Mu aku diserahkan sejak aku lahir, sejak dalam kandungan ibuku Engkaulah Allahku.
22:11 Janganlah jauh dari padaku, sebab kesusahan telah dekat, dan tidak ada yang menolong.
22:12 Banyak lembu jantan mengerumuni aku; banteng-banteng dari Basan mengepung aku;
22:13 mereka mengangakan mulutnya terhadap aku seperti singa yang menerkam dan mengaum.
22:14 Seperti air aku tercurah, dan segala tulangku terlepas dari sendinya; hatiku menjadi seperti lilin, hancur luluh di dalam dadaku;
22:15 kekuatanku kering seperti beling, lidahku melekat pada langit-langit mulutku; dan dalam debu maut Kauletakkan aku.
22:16 Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku.
22:17 Segala tulangku dapat kuhitung; mereka menonton, mereka memandangi aku.
22:18 Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku.
22:19 Tetapi Engkau, TUHAN, janganlah jauh; ya kekuatanku, segeralah menolong aku!
22:20 Lepaskanlah aku dari pedang, dan nyawaku dari cengkeraman anjing.
22:21 Selamatkanlah aku dari mulut singa, dan dari tanduk banteng. Engkau telah menjawab aku!
22:22 Aku akan memasyhurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaah:
22:23 kamu yang takut akan TUHAN, pujilah Dia, hai segenap anak cucu Yakub, muliakanlah Dia, dan gentarlah terhadap Dia, hai segenap anak cucu Israel!
22:24 Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya.
22:25 Karena Engkau aku memuji-muji dalam jemaah yang besar; nazarku akan kubayar di depan mereka yang takut akan Dia.
22:26 Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya!
22:27 Segala ujung bumi akan mengingatnya dan berbalik kepada TUHAN; dan segala kaum dari bangsa-bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya.
22:28 Sebab Tuhanlah yang empunya kerajaan, Dialah yang memerintah atas bangsa-bangsa.
22:29 Ya, kepada-Nya akan sujud menyembah semua orang sombong di bumi, di hadapan-Nya akan berlutut semua orang yang turun ke dalam debu, dan orang yang tidak dapat menyambung hidup.
22:30 Anak-anak cucu akan beribadah kepada-Nya, dan akan menceritakan tentang TUHAN kepada angkatan yang akan datang.
22:31 Mereka akan memberitakan keadilan-Nya kepada bangsa yang akan lahir nanti, sebab Ia telah melakukannya.

Jadi, Tuhan Yesus sedang memberitahu orang – orang, bahwa sekaranglah ini Mazmur 22 sedang digenapi.

Pengayaan : Kaari / Karu

22:16 Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku.

Dalam Tanakh orang Yahudi : For dogs have surrounded me; a band of evildoers has encompassed me, like a lion, my hands and feet. ( כִּֽי־סְבָב֗וּנִי כְּלָ֫בִ֥ים עֲדַ֣ת מְ֖רֵעִים הִקִּיפ֑וּנִי כָּֽ֜אֲרִ֗י יָדַ֥י וְרַגְלָֽי: )

Kita lihat kalau ada perbedaan di dalam kedua text ini, yang satu menusuk, yang lain singa

Kaari / Karu dari Sarapan pagi :

TANGAN DAN KAKINYA DITUSUK – PERSOALAN NASKAH MAZMUR 22:17

  • Mazmur 22:17
    LAI TB, Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk (KA’ARU) tangan dan kakiku.
    22:16 KJV, For dogs have compassed me: the assembly of the wicked have inclosed me: they pierced my hands and my feet.

Chabad, For dogs have surrounded me; a band of evildoers has encompassed me, like a lion, my hands and feet.
NET Bible, Yes, wild dogs surround me–a gang of evil men crowd around me; like a lion they pin my hands and feet.

OJB, For kelavim have surrounded me; the Adat Mere’im (congregation of evil men) have enclosed me; ka’aru yadai v’ragelai (they pierced my hands and my feet; see Isa 53:5; Zech 12:10 and medieval Hebrew Scripture manuscripts as well as the Targum HaShivim).

Hebrew,
כִּי סְבָבוּנִי כְּלָבִים עֲדַת מְרֵעִים הִקִּיפוּנִי כָּאֲרִי יָדַי וְרַגְלָֽי׃

Translit interlinear, KI- {sebab} SEVAVUNI {mereka telah mengelilingi aku} KELAVIM {seperti anjing-anjing} ‘ADAT {sekumpulan} MERE’IM {para penjahat} HIKIFUNI {mereka mengerumuni aku} KA’ARI {seperti seekor singa (Noun), Note, like [the prey of] a lion- seperti mangsa dari singa, reff. LXX dan Teks Laut Mati – Nahal Hever menulis KA’ARU: seperti telah merobek/menusuk (Verb)} YADAI {tangan-tanganku} VERAG’LAI {dan kaki-kakiku}

  • Zakharia 12:10
    “Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung.

Penggenapan:

PEMENUHAN :

  • Lukas 23:33
    “Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus …. “
  • Yohanes 20:25
    Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”

Yesus disalibkan menurut cara Romawi; tangan dan kaki-Nya ditusuk oleh sebuah pasak majal yang besar agar tubuh-Nya dapat melekat pada kayu salib atau pancang kayu.

Persoalan pada Naskah Masorah:

Pada Mazmur 22:17 ini, saya ingin membahas khusus persoalan penulisan כָּאֲרִי – KA’ARIsebagaimana tertulis dalam naskah Masorah. Yang menjadi persoalan, kata כָּאֲרִי – KA’ARI itu hendak dibaca sebagai nomina ataukah verba?

Kita baca bagaimana NIV menerjemahkannya dan memberi keterangan pada persoalan naskah Mazmur 22:17:
NIV, Dogs surround me, a pack of villains encircles me; they pierce[a] my hands and my feet.

NIV memberi keterangan:
Psalm 22:16 Dead Sea Scrolls and some manuscripts of the Masoretic Text, Septuagint and Syriac; most manuscripts of the Masoretic Text me, / like a lion

Kita baca bagaimana Septuaginta – תַּרְגּוּם הַשִּׁבְעִים – TAR’GUM HASHIV’IM, yang lebih tua dari Naskah Masorah menerjemahkan Mazmur 22:17 ini:

ὅτι ἐκύκλωσάν με κύνες πολλοί συναγωγὴ πονηρευομένων περιέσχον με ὤρυξαν χεῖράς μου καὶ πόδας
Translit interlinear, HOTI {sebab} EKUKLÔSAN {mereka mengelilingi} ME {aku} KUNES {anjing2} POLLOI {banyak} SUNAGÔGÊ {sekumpulan} NONEREUOMENON {orang2 yg berbuat jahat} PERIESKHON {mereka mengepung} ME {aku} ÔRUXAN {mereka menusuk, Verb Aorist Active Pl. Mas.} KHEIRAS {tangan2} MOU {-ku} KAI {dan} PODAS {kaki2}

Kata ὤρυξαν – ÔRUXAN, mereka menusuk, Verb Aorist Active Pl. Mas. dari kata ὀρύσσω – ORUSSÔ (G 3736), menggali, menusuk (dengan benda tajam). Bandingkan dengan kata Ibrani menusuk adalah כָּרָה – KARAH (H 3738) Sehingga, kita dapat menimbang bahwa seharusnya naskah Mazmur 22:17 itu menulis כָּארוּ – KA’ARU (Verb Qal Perfect 3rd Mas. Plural, sehingga artinya: mereka menusuk).
Persoalan naskah ini dijawab dengan bukti penemuan naskah Laut Mati (Qumran) yang umurnya 1000 tahun lebih tua dari naskah Masorah.

Bahwa telah ditemukan fragmen-fragmen Mazmur di Gua 11 (11QPsa) pada tahun 1956 oleh orang-orang Badui. Gulungan tersebut ditulis di atas perkamen (kulit binatang) yang panjangnya hampir 4 meter. Ditemukan di Nahal Hever (5/6 VePs) ada text/naskah Kitab Mazmur Pasal 7; 8; 9; 10; 11; 12; 13; 14; 18; 22:4-9, 15-21; 23:2-6; 24:1-2; 25; 29; 31. Sebagaimana yang sudah diterbitkan oleh James A. Sanders, pada buku: The Psalms scroll of Qumran̂ Cave 11 (11QPsa), Textus 5 (1966). Terjemahan Sanders dalam bahasa Inggris. Dalam penemuan naskah Laut Mati ini, ditemukan naskah yang mengonfirmasi naskah Septuaginta yang menulis: ὤρυξαν – ÔRUXAN (mereka menusuk) itu equal/sejajar dengan naskah Qumran ini yang menulis: כארו – KA’ARU (Verb Qal Perfect 3rd Mas. Plural, sehingga artinya: mereka menusuk).

Tampaknya ada semacam “typo” pada salinan naskah, atau bahkan akibat kerusakan salinan naskah yang barangkali ada tinta terhapus dimana aksara yang seharusnya “Vav” dengan garis yang lebih panjang menjadi terlihat seperti “Yod” dengan garis yang lebih pendek. Yang seharusnya כארו berubah menjadi כארי dan kemudian inilah yang disalin dalam naskah Masorah.

Pandangan saya:

Naskah Masorah dan Naskah Septuaginta, keduanya bisa benar. Kita dapat memperlakukan kata אֲרִי – ‘ARI (singa) yang merujuk kepada “action” dari singa itu yang menghujamkan taringnya, atau kuku cakarnya kepada tangan-tanganku dan kaki-kakiku (tafsiran Rashi). Sehingga para penerjemahnya menggunakan verba ὀρύσσω – ORUSSÔ (G 3736), artinya: “menggali, menusuk” dalam penerjemahannya.

Secara harfiah kata כָּאֲרִי – KA’ARI terbaca sebagai nomina, namun beberapa komentar dari para rabbi, mereka melihat “action” dari singa itu, perhatikan:

Kata כָּאֲרִי – KA’ARI bisa kita pecah sbb berikut: כְּ + הַ + אֲרִי – KE (seperti) + HA (definite article) + ‘ARI (singa).

Jika kita membaca tafsiran dari Rashi, ayat ini dibaca sebagai “singa” dalam artian terkaman “Singa” dengan merujuk kepada ucapan Hizkia (dalam Yes. 38:13). Sebagaimana dikutip oleh Rabbi Menachem Davis dalam buku: Tehillim, The book of psalm with interlinear translation, The Schottenstein Edition, halaman 53.

Like (the prey of) a lion are my hands and my feet. My hands and feet are as if mangled by lion’s jaw (Rashi). My hands are paralyzed so that I cannot defend myself, and my feet so that I cannot escape (Ibn Ezra; R Hirsch).
Seperti mangsa/terkaman dari seekor singa adalah tangan dan kakiku. Tangan dan kakiku seperti tercabik oleh rahang singa (Rashi). Tanganku lumpuh tak berdaya sehingga aku tidak dapat membela diri, dan kakiku tidak dapat melarikan diri (Ibnu Ezra; R Hirsch).

Jauh sebelum ditemukannya Naskah Laut Mati, Rashi (Rabbi Shlomo Ben Yitzchaki, 1040 -1105 M) sudah memandang ada yang tidak sesuai secara maknawi konteks jika diartikan harfiah-nomina כָּאֲרִי – KA’ARI (seperti singa). Kemudian Rabbi Menachem Davis memberikan keterangan pada terjemahan interlinearnya כָּאֲרִי – KA’ARI, diartikan: Like [the prey od] a lion, seperti penafsiran Rashi. Dengan ditemukannya naskah Laut Mati di Nahal Hever, naskah ini justru mendukung bukti naskah yang kuno lainnya, yaitu naskah Septuaginta yang berasal dari abad 3 sM. Temuan dari Naskah Laut Mati ini memberikan varian bacaan. Namun, kita dapat berbeda pembacaan antara כארי – KA’ARI dan כארו – KA’ARU. Saya memandang keduanya bisa benar, apalagi dukungan penafsiran dari Rashi tersebut, yang walau membaca naskah כארי – KA’ARI tetapi ia memandang action penusukan yang seperti tercabik oleh rahang singa.

Jikalau demikian, bukankah penafsiran dari Rashi itu justru mendukung penulisan verba ὤρυξαν – ÔRUXAN (mereka menusuk) pada Septuaginta, yang selaras dengan כארו – KA’ARU dalam Naskah Laut Mati?

Leave a Comment

You cannot copy content of this page