Salah Satu Penafsiran Yesus disamarkan

Berawal dari Quora.id, ada artikel menarik dari Himawan Pradityo

id.quora.com/Bagaimana-pemahaman-logika-Islam-bahwa-Isa-tidak-mati-disalibkan-dan-pemahaman-kekristenan-adalah-salah-sedangkan-Islam-sendiri-baru-muncul-600-tahun-setelah-kekristenan-ada

Tulisan tersebut :

Yang harus dicermati lebih dahulu adalah pemikiran bahwa Isa tidak mati disalib lebih merupakan tafsir ulama ketimbang teks Quran sendiri. Kok bisa? Apa itu berarti tafsir ulama berbeda dengan teks Quran?

Sebelum melangkah lebih jauh menjelaskan pernyataan tersebut, saya hanya ingin mengungkapkan fakta yang diterima oleh mayoritas sejarahwan bahwa yang menyalib Isa atau Yesus adalah tentara Romawi. Ini adalah fakta sejarah yang tidak bisa dipungkiri sekaligus kunci untuk memahami teks Quran tentang penyaliban Isa.

Pendapat Ulama

Menurut al-Tabari mayoritas mufassir menyatakan bahwa Isa tidak mati disalib melainkan diangkat ke langit tubuh dan ruhnya, dan orang lainlah yang “menyerupai Isa” yang mati menggantikan dirinya diatas salib. Namun para mufassir berbeda pendapat tentang apakah Tuhan merubah beberapa orang atau hanya satu orang saja yang “menyerupai Isa”? Mereka yang berpendapat bahwa ada banyak orang yang dirubah wajahnya menyerupai Isa merujuk pada QS 3:52 dan menceritakan kisah ajaib mengenai perubahan wajah seluruh hawariyyun (apostles) menjadi mirip Isa. Maka tatkala pasukan Romawi mendobrak masuk, Isa berkata ‘siapa yang akan menemaniku di surga?’ hawari yang menjawab Isa wajahnya tetap menyerupai Isa dan lalu diciduk untuk disalib. Sedangkan mereka yang tidak menjawab berubah kembali ke wajah semula.

Adapun mufassir yang berpendapat hanya satu orang saja yang dirubah wajahnya menyerupai Isa, Tabari melaporkan adanya sembilan tradisi yang berbeda. Salah satunya bersumber dari Ibn Ishaq yang juga dimulai dari QS 3:52 tatkala Isa bertemu dengan 13 hawariyyun. Isa berkata ‘siapa yang hendak menjadi sahabatku di surga, dengan menyerupai diriku sehingga ia bisa menggantikan aku untuk dibunuh?’. Seorang hawari bernama Sergius berkata “aku wahai ruh Tuhan”. Maka Wajahnya pun berubah menyerupai Isa. Seketika itu pula Isa tertidur dan diangkat Tuhan ke langit, sedangkan Sergius mati disalib menggantikannya.

Tafsir Tabari ini juga diamini oleh Zamakhsari. namun ia juga meriwayatkan tradisi berbeda bahwa pengganti Isa bukanlah sahabat setianya, melainkan salah seorang musuh Isa atau sahabat yang berkhianat padanya. Identitas musuh Isa ini kemudian diterangkan oleh Ibn Katsir yang juga merujuk pada Ibn Ishaq: ‘seorang Kristen yang masuk Islam mengatakan padanya bahwa Judas lah yang dirubah wajahnya menyerupai Isa, dan dialah yang sebenarnya disalib.’.

Selamatnya Isa dari penyaliban adalah bagian dari konsep “eskatologi Islam”. Dimana sebelum Hari Akhir Isa akan kembali turun ke bumi dan menegakkan ajaran tauhid, serta mengalahkan musuh-musuh agama. Menurut Zamakhsari hal tersebut sesuai dengan QS 43:61 dan menjadi dasar utama dari doktrin Isa tidak disalib yang dianut sebagian besar ulama.

Teks Quran

Kisah penyaliban Isa sendiri terangkum dalam QS 4:157. Yang menarik, ayat ini diawali dengan kata penghubung wa atau “dan” yang menandakan bahwa ayat tersebut merupakan bagian dari ayat sebelumnya yang secara umum berkisah mengenai keingkaran umat Yahudi terhadap nabi dan rasul sebelum Isa. Agar lebih komprehensif maka saya akan memulai dari ayat 155–159:

Maka (Kami hukum mereka), karena mereka melanggar perjanjian itu, karena kekafiran mereka terhadap ayat-ayat Allah, dan karena mereka telah membunuh nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar) dan karena mereka mengatakan, “Hati kami tertutup.” Sebenarnya Allah telah mengunci hati mereka karena kekafirannya, karena itu hanya sebagian kecil dari mereka yang beriman,

dan (Kami hukum juga) karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka yang sangat keji terhadap Maryam,

dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah,” padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi diserupai bagi mereka. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentangnya, selalu dalam keragu-raguan akannya. Mereka benar-benar tidak tahu, melainkan mengikuti persangkaan belaka, dan tidaklah mereka membunuhnya dengan yakin.

Tetapi Allah telah mengangkat Isa ke hadirat-Nya. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

Tidak ada seorang pun di antara Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya. Dan pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi mereka.

Dari rangkaian ayat diatas kita bisa melihat bahwa penyaliban Isa berada dalam konteks polemik dengan orang Yahudi. Dimana mereka ingkar dan kafir terhadap ajaran yang dibawa oleh Isa. Selain itu mereka juga melakukan banyak dosa seperti membunuh para nabi, menuduh Maryam berbuat tidak senonoh, dan yang paling utama menyombongkan diri bahwa mereka telah membunuh Isa.

Narasi QS 4:155–159 ini akan lebih jelas bila kita sandingkan dengan QS 3:51–55:

Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Hawariyyun menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.”

“Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi”.

Orang-orang kafir (Bani Israil) itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.

Ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku mewafatkanmu (mutawaffika) dan mengangkat kamu kepadaKu serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kalian kembali, lalu Aku memutuskan diantara kalian mengenai perkara yang selalu kamu perselisihkan”.

Bila anda membaca dua rangkaian ayat ini sebenarnya anda bisa memahami bila Quran sama sekali tidak menyangkal bahwa Isa mati disalib. Yang sebenarnya disangkal Quran hanyalah kesombongan orang-orang Yahudi yang menyatakan bahwa merekalah yang telah menyalib dan membunuh Isa. Karena frase syubbiha lahum dalam ayat 4:157 yang berarti diserupai bagi mereka tidaklah merujuk kepada Isa, melainkan kepada siapa yang menyalib Isa. Dimana kaum Yahudi menyombongkan diri telah menyalib dan membunuh Isa, yang sebenarnya terjadi adalah tentara Romawilah yang menyalib Isa dan Tuhan yang mewafatkannya (QS 3:55).

Penyangkalan akan klaim orang Yahudi ini menggambarkan dua tema utama dalam Quran: Kekafiran orang-orang Yahudi yang dalam banyak ayat dianggap telah membunuh para nabi, serta penegasan akan kekuasaan Tuhan atas hidup dan mati. Bahwa hanya Allah semata yang mampu mencabut nyawa seseorang demikian pula Isa yang juga diwafatkan oleh Tuhan mutawaffika. Bandingkan dengan QS 8:17, “maka bukanlah kamu yang membunuh mereka melainkan Allah yang membunuh”. atau QS 3:145 “Dan tidaklah satu nafs akan mati melainkan dengan izin Allah”.

Kesimpulan

Pandangan umat Islam bahwa Isa tidak disalib juga tidak mati lebih banyak dipengaruhi oleh kajian tafsir Quran ketimbang teks Quran sendiri. Kajian tafsir ini yang berkembang sejak era Abbasiyah hingga fase Perang Salib (Ibn Katsir hidup di era perang agama tersebut) sebenarnya merupakan refleksi dari hubungan Islam-Kristen yang sangat buruk saat itu. Ketidakmatian Isa dipandang sebagai bagian dari mesianisme-nya. Dimana pada Hari Akhir nanti ia akan diturunkan oleh Tuhan untuk menegakkan ajaran tawhid, menghancurkan salib, dan membunuh Dajjal. Konsep inilah yang sangat mempengaruhi penafsiran ulama dan pada akhirnya mayoritas umat Islam tentang peristiwa penyaliban.

Semoga membantu.

Tambahan

Karena banyak yang mempertanyakan sudut pandang Quran tentang masalah ini, berikut saya rangkum ayat-ayat Quran yang menunjukkan bila Isa telah meninggal:

QS 19:33 yang berkorelasi dengan QS 19:15 yang merekam pernyataan serupa antara Yahya dan Isa. Raison dari kedua ayat ini adalah bila Yahya juga meninggal secara syahid maka kenapa juga Isa tidak meninggal dengan cara serupa, toh keduanya juga sama-sama manusia.
QS 5:17 yang menyatakan bahwa tidak ada yang bisa menghalangi Tuhan untuk membinasakan Isa, ibunya dan seluruh manusia, menunjukkan bila Isa hanyalah manusia belaka yang sangat mungkin bisa mati apalagi bila disalib.
QS 5:75 yang menyatakan bahwa Isa tidak lebih dari seorang rasul yang telah lewat sebelumnya rasul-rasul lain dan ibunya adalah seseorang yang dapat dipercaya. Menunjukkan bila Isa hanya manusia biasa yang telah meninggal.
QS 5:116 yang menyatakan bahwa saat masih hidup Isa hanya menyeru apa yang diperintahkan oleh Tuhan kepadanya dan tidak pernah memerintahkan manusia untuk menyembahnya, Tapi setelah ia diwafatkan oleh Tuhan maka ia tidak bisa berbuat apa-apa karena Tuhanlah yang mengawasi mereka. Ini ayat paling jelas yang menyatakan bahwa Isa telah meninggal.
Dari sini dapat disimpulkan bila Quran tidak pernah menolak bahwa Isa mati terbunuh diatas salib. Bagi Quran kematian Isa ini sesuatu yang wajar karena merupakan resiko seorang rasul. Usaha untuk memaknai Isa tidak mati hanyalah cara untuk mendamaikan pernyataan Quran dengan doktrin turunnya Isa sebelum Hari Akhir dan dengan demikian dipengaruhi baik oleh narasi hadits maupun polemik dengan agama Kristen, terutama dalam tafsir-tafsir post-Thabari.

Dalam ayat yang lain sikap Quran bahkan lebih Kristen dari pendapat umat Islam sendiri, seperti pada QS 4:171 yang menyatakan bahwa Isa adalah rasul, dan kalimat Tuhan yang disampaikan kepada Maryam dan ruh dari-Nya. Ungkapan Quran ini mengingatkan saya akan konsep Isa sebagai Logos dalam agama Kristen.

Himawan Pridityo
, S. Fil.I Teologi dan Filosofi Islam, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (2005)

Leave a Comment

You cannot copy content of this page