Allah di PB beda dengan Allah di PL ?

Latar Belakang

Banyak sekali anggapan dari orang Kristen bahwa Allah di PB dan Allah di PL itu berbeda sifat. Kalau di PL digambarkan bahwa Allah adalah sosok yang kejam, main bunuh bunuh dengan gampangnya, sedang Allah di PB adalah Allah penuh kasih.

Bidat mengenai Allah PB berbeda dengan Allah PL

Bahkan sampai ada bidat abad kuno yang beranggapan bahwa Allah di PB dan di PL adalah pribadi yang berbeda. Bidat itu adalah Marcionism

The name derives from Marcion of Asia Minor who, sometime after his arrival in Rome, fell under the influence of Cerdo, a Gnostic Christian, whose stormy relations with the Church of Rome were the consequence of his belief that the God of the Old Testament could be distinguished from the God of the New Testament—the one embodying justice, the other goodness. For accepting, developing, and propagating such ideas, Marcion was expelled from the church in 144 as a heretic, but the movement he headed became both widespread and powerful. (britannica.com)

Nama itu berasal dari Marcion dari Asia Kecil yang, beberapa saat setelah kedatangannya di Roma, jatuh di bawah pengaruh Cerdo, seorang Kristen Gnostik, yang hubungan badainya dengan Gereja Roma adalah akibat dari keyakinannya bahwa Tuhan dalam Perjanjian Lama dapat dibedakan dari Allah Perjanjian Baru—yang satu mewujudkan keadilan, yang lain kebaikan. Karena menerima, mengembangkan, dan menyebarkan ide-ide seperti itu, Marcion dikeluarkan dari gereja pada tahun 144 sebagai bidat, tetapi gerakan yang dipimpinnya menjadi tersebar luas dan kuat.

Beberapa Jawaban

Jawaban canda dari seorang pendeta

Ada jawaban dari seorang pendeta mengenai beda Allah PL dan PB. Beliau mengatakan bahwa Allah di PL masih muda sehingga masih emosian, sedang Allah di PB sudah lebih tua, lebih sabar dalam mengendalikan emosi.

Jawaban yang lain

Allah di PL itu bisa sabar.

Kalau kita lihat cerita dalam nabi Yunus, maka kita akan melihat bahwa Allah adalah Allah yang sabar

Yunus 4:11 : “Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?” Allah mengungkapkan kasih-Nya kepada Niniwe.

Kita bisa lihat bahwa Allah bisa sabar karena memang orang Niniwe tidak bisa membedakan tangan kiri dan kanan

Mengapa Allah di PL jadi tukang ngamukan

Di dalam cerita di tanah Kanaan, kita bisa melihat bahwa Allah menjadi peribadi yang sangat pemarah. Alasan yang bisa ditunjukkan adalah dari ucapan Rahab kepada 2 pengintai

Yosua 2:8-9 : Tetapi sebelum kedua orang itu tidur, naiklah perempuan itu mendapatkan mereka di atas sotoh dan berkata kepada orang-orang itu: ”Aku tahu, bahwa TUHAN telah memberikan negeri ini kepada kamu dan bahwa kengerian terhadap kamu telah menghinggapi kami dan segala penduduk negeri ini gemetar menghadapi kamu.

Kita bisa tahu bahwa pada kasus ini Tuhan menghukum orang – orang Kanaan karena mereka tahu siapa itu YHWH, tapi bukannya tunduk, tapi mereka tetap melawan

Pada kasus orang orang Gibeon, kita bisa liat bahwa mereka menyerah kepada Israel dan mereka dibiarkan.

Apakah Allah di PB penyabar ?

Jawabannya adalah TIDAK.

Kalau kita melihat cerita Ananias dan Safira, kita bisa lihat bahwa Allah di PB juga bisa menghukum secara cepat. Dan dari cerita di PL, kita bisa tahu mengapa Tuhan sangat tegas terhadap Ananias dan Safira.

Karena mereka sudah tahu siapa itu YHWH dan mereka tetapi melakukan kejahatan

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa Allah akan menjadi sangat tegas bila manusia-nya sudah tahu Allah dan mereka tetap melakukan kejahatan.

Leave a Comment

You cannot copy content of this page