Mengapa minyak goreng langka dan mahal?

Latar Belakang

Akhir – akhir ini, minyak goreng menjadi barang langka. Sampai sampai minyak goreng dijadikan sebagai mas kawin nikahan dan dijadikan buah tangan dari seorang cowok yang mendatangi gebetannya

Jadi Mas Kawin

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220224100408-20-763322/pengantin-di-ponorogo-menikah-dengan-maskawin-1-liter-minyak-goreng

Jakarta, CNN Indonesia — Pengantin pria di Ponorogo, Jawa Timur, memberikan satu liter minyak goreng kepada pasangannya untuk maskawin pernikahan. Hal ini dilakukan di tengah kelangkaan dan mahalnya minyak goreng.
Pasangan pengantin ini adalah Supadi (60) dan Sumariati (54). Keduanya merupakan warga Desa Suru, Kecamatan Sooko, Ponorogo.

“Filosofi dari pengantin katanya karena sekarang minyak goreng mahal dan langka, makanya jadi mahar biar sederhana tapi bermanfaat untuk keluarga,” ujar Meki, dikutip detikcom, Selasa (22/2).

“Minyak goreng saat ini sangat diburu walaupun sederhana. Langka dan sangat dibutuhkan orang. Mahar minyak goreng karena ini dibutuhkan dalam rumah tangga. Filosofinya walaupun sederhana tapi bermanfaat,” tambahnya.

Selain memilih minyak goreng sebagai mahar, pasangan pengantin ini juga memilih tanggal cantik untuk pernikahannya, yaitu 2-2-2022.

“Tanggal cantik ini supaya bisa membawa keberkahan dalam rumah tangga keduanya,” tutur Meki.

Menurut Meki, tanggal itu dipilih untuk mempermudah ingatan tanggal pernikahan mereka. Apalagi ini merupakan pernikahan kali kedua bagi pasangan pengantin.

“Katanya biar gampang diingat, milih tanggal cantik. Ini kebetulan pasangan duda dan janda karena cerai mati,” kata Meki.

Jadi Oleh – oleh untuk mengambil hati Calon Mertua

Penyebab kelangkaan

Untuk mengerti kelangkaan minyak goreng, kita harus tahu adanya peraturan pemerintah mengenai Biodiesel. Pemerintah Indonesia dengan tujuan untuk membuat energi yang terbarukan (Renewable energy),

Pedoman Penanganan dan Penyimpanan Biodiesel dan Campuran Biodiesel (B30Peraturan Menteri ESDM No. 12 Tahun 2015 telah menetapkan penggunaan bahan bakar campuran biodiesel sebesar 30% (B30) sebagai bahan bakar mesin diesel yang telah diimplementasikan mulai tanggal 1 Januari 2020. (esdm.go.id)

Melansir laman resmi Pertamina, B30 merupakan campuran 30% fatty acid methyl ester (FAME) dan 70% campurannya adalah solar. Produk FAME berasal dari olahan minyak kelapa sawit atau CPO. Dari pengolahan ini, FAME kemudian disalurkan ke titik-titik penerimaan BBM, baik kapal maupun mobil tangki. (katadata.com)

Jadi, pada 2015, pemerintah Indonesia menetapkan bahwa pada 2020 solar yang ada harus mengandung 30% FAME. dan FAME ini adalah olahan dari CPO. Sedang di banyak negara seperti India dan eropa, program yang sama juga sedang berlangsung.

Ketika di 2020, karena dunia sedang dilanda pandemi dan lockdown, maka ga ada efek besar. Akan tetapi di awal 2022 ini ketika delta force mulai reda, maka masyarakat di seluruh dunia mulai beraktivitas ekonomi. Dan peningkatan aktivitas ekonomi membuat konsumsi FAME dan solat meningkat.

Maka dapat diduga kalo harga CPO meningkat, juga dibarengi kenaikan harga minyak dunia.

Efek Kenaikan harga CPO

Karena kenaikan harga CPO dunia, maka produsen di Indo sangat wajar kalau mereka menjual minyak goreng menyesuaikan dengan harga duni. Pada saat itu, harga bisa sampai 22 ribu rupiah / liter.

Ketika pemerintah sadar kalau harga Minyak goreng melebihi HET (Harga Eceran Tertinggi), maka pemerintah memaksa berjualn dengan harga HET.

Dalam kondisi begini, maka pergadang yang sudah terlanjur beli dengan harga tinggi, maka akan menahan barang karena mereka tidak mau rugi.

Dan pemerintah dala kondisi begini malah merazia dengan alasan penimbunan.

Maka dapat ditebak bahwa pedagang semakin tidak mau jualan minyak, sehingga barang akan semakin langka.

Leave a Comment

You cannot copy content of this page