Mengapa Rusia menggempur Ukraina (Versi Serius)

dari David Widihandojo

Jawaban singkatnya adalah bagi Russia ini tindakan penghukuman. Bagi Ukraine ini adalah pelajaran yang tidak akan pernah dilupakan. Bagi NATO dan AS sebuah tamparan yang telak. Ukraine Project rontok dengan pesan jelas kepada rakyat Ukraina, jangan pernah percaya NATO & AS, pada saat ditengah krisis anda hanya ditinggalkan. Hanya ada satu orang yang berani melakukan tindakan semacam ini, Vladimir Putin.

Mari kini kita lihat uraian dibawah untuk dapat memahami jawaban singkat diatas.

Kiev, Ukraina & Russia

Pada umumnya orang tidak paham bahwa Ukraina adalah selalu menjadi bagian dari Russia. Kiev adalah ibu kota Kievan-Rus, negara Slavic pertama didalam sejarah dunia ini dan nenek moyangnya bangsa Russia.

Pada tahun 1223, tentara Kievan-Rus bertarung ditepi sungai Kalka melawan serbuan Mongol yang dipimpin Batu Khan, cucu dari Genghis Khan.

Kievan Rus vs Mongol

Pasukan Kievan-Rus kalah dan dihabisi oleh prajurit Mongol. Pada tahun 1240, Batu Khan menyerbu Kiev dan menghancurkan Kiev sehingga rata dengan tanah

Penghancuran Kiev

Kemudian Batu menggunakan Kiev sebagai basis militer untuk menyerang Eropa. Batu Khan menaklukan Polandia, Hungaria, Transylvania serta Moldova. Mongolpun menguasai Eropa Timur dan Russia sebagai the Golden Horde selama lebih dari 200 tahun dan sampai hari ini sisa-sisa legacy Mongol masih dapat kita lihat.

Sisa-sisa penduduk Kievan Rus yang selamat mengungsi dan mencari lokasi baru. Kemudian mereka membangun sebuah pemukiman yang berkembang menjadi sebuah kota dan diberi nama, Muscovy, yang kemudian kita kenal hari ini sebagai Moscow.

Russia akhirnya pulih dan bangkit kembali serta menjadi besar. Para Tzar dan pemimpin Russia kembali membangun Kiev dan memperluas wilayah Ukraina, lihat peta dibawah ini.

Dengan demikian Ukraina selalu merupakan bagian dari Russia, baik bagi warga Ukraina maupun Russia. Berdasarkan data sensus Russia tahun 2010 ada sekitar 2 juta orang Ukraina atau sekitar 5% penduduk Ukraina yang tinggal dan bekerja di Russia. Bagi Russia, Ukraina adalah etnik ketiga terbesar setelah Russians dan Tatars.

Dengan demikian dapat kita pahami mengapa Ukraina adalah issue sensitif bagi Russia. Bukan hanya masalah lokasi reaktor dan senjata nuklir, juga bukan hanya masalah red-line tetapi historical & psychological menyentuh hati Russia. Ukraina bagaikan halaman depan rumah Russia. Apapun yang terjadi dihalaman, sang pemilik rumah akan turut campur.

Sekalipun Ukraina mendapat kemerdekaannya pada tanggal 24 Agustus 1991. Ukraina tidak pernah sepenuhnya lepas dan mandiri dari Russia. Baik secara ekonomi, enerji dan pertahanan sepenuhnya tergantung pada Russia. Misalnya, reaktor nuklir Chernobyl yang merupakan sumber enerji utama Ukraina sepenuhnya ada karena Russia.

Chernobyl Nuclear Power Plant, Ukraine

Itu sebabnya politik Ukraina selalu netral menjaga keseimbangan antara dekat dengan Russia serta terbuka pada Barat.

Keterlibatan AS

Perubahan terjadi didekade 2010 karena AS meluncurkan Ukraine Project dengan tujuan mengganti rejim politik Ukraina agar pro AS. Lihat berita di The Guardian ini,

AS mendukung kudeta tahun 2014 yang dikenal sebagai Revolusi Maidan untuk menjatuhkan presiden terpilih, Viktor Yanukovych. Sekalipun rejim politik Viktor Yanukovych dikenal dekat dengan Barat. Namun AS tetap tidak puas dan menginginkan sebuah rejim politik yang sepenuhnya pro AS.

Revolusi Maidan, 2014

Ini adalah sebuah revolusi yang penuh dengan kekerasan. Paling sedikit ada 82 orang terbunuh, termasuk 13 orang polisi dan sekitar 1,100 orang luka-luka.

Pemerintahan Viktor Yanukovych jatuh dan digantikan sebuah rejim politik pro AS.

Setelah Revolusi Maidan pemerintah AS melalui NED menyalur dana lebih dari $ 5 milyar untuk mendanai berbagai proyek LSM di Ukraina. Sebagai contoh lihat, proyek-proyek untuk tahun 2021 dibawah ini.

Sebagian besar dana digunakan untuk membiayai gerakan-gerakan demokrasi dan kelompok-kelompok radikal.

Kesepakatan Minsk, 2014

Iklim politik Kiev berubah total keinginan bergabung dengan NATO kini makin kuat. Respons dari Donbass yaitu daerah yang warganya adalah keturunan Russia menolak. Ukrainapun terpecah, Donbass yang terdiri dari Donetzk dan Luhansk mendeklarasikan kemerdekaannya tahun 2014.

Moscow menolak mengakui kemerdekaan Donbass dan mengatur perundingan di Minsk, Belarusia. Akhirnya dicapai kesepakatan damai yang ditandatangani pada tanggal 5 September 2014. Oleh wakil pemerintah Kiev, wakil Donetsk People’s Republic (DPR) dan wakil Luhansk People’s Republic (LPR) serta disaksikan oleh wakil pemerintah Russia.

Kesepakatan Minsk tidak bertahan lama. Pada tanggal 31 Agustus tahun 2018, Kiev melancarkan operasi intelejen untuk membunuh Alexander Zakharchenko, pemimpin Donetsk People’s Republic. Perdamaianpun berantakan kembali.

Kiev dan NATO

Sejak tahun 2018, Moscow melalui Lavrov berulangkali mengingatkan Kiev bahwa mereka perlu bertemu karena ada banyak hal yang perlu diselesaikan. Namun undangan Lavrov jatuh ketelinga yang tuli, Kiev tidak merespons.

Sebaliknya relasi Kiev dengan NATO makin hangat. Sekalipun Ukraina bukan anggota NATO tetapi tergabung dalam Partnership Program.

Zelensky & NATO Agreement

Lihat juga daftar dibawah ini,

  • Ukraina menjadi anggota the North Atlantic Cooperation Council (1991) dan the Partnership Programme (1994).
  • Tahun 1997 ditandatangani Charter on a Distinctive Partnership sebagai dasar membentuk the NATO-Ukraine Commission (NUC).
  • Tahun 2009 ditandatangani Declaration to Complement the NATO-Ukraine Charter yang memberi mandat NUC, untuk membentuk Ukraine National Programme yang bertujuan mereformasi pertahanan Ukraina atas dukungan NATO.
  • NATO terus meningkatkan operasi militer di area Black Sea dengan dukungan. Ukraina and Georgia.
  • Sejak NATO Summit di Warsawa in July 2016, NATO memberi dukungan militer Comprehensive Assistance Package (CAP) for Ukraine.
  • Dalam bulan Juni 2017, parlemen Ukraina memutuskan bahwa akan merubah Konstitusi dengan mencantumkan Ukraina adalah bagian NATO akan dicantumkan dalam Konstitusi Ukraina.
  • September 2020, President Volodymyr Zelenskyy menyetujui Ukraina National Security Strategy yang intinya Ukraina akan menjadi anggota NATO.

Dengan demikian jelas bahwa sekalipun bukan anggota resmi NATO, Ukraina adalah mitra dekat NATO.

The Red Lines

Pada tahun 1990, US Secretary of State, James Baker, memberikan jaminan tertulis kepada Mikhail Gorbachev bahwa NATO tidak akan melakukan ekspansi se-inchi-pun dari Jerman. Itu adalah Red-Line bagi Russia.

Vladimir Putin mengingatkan Secretary of State Anthony Blinken janji James Baker. Sekaligus menegaskan bahwa Russia telah cukup bersabar membiar Red-Line tsb bergeser 600 mil ke Timur. Namun Russia tidak akan pernah bisa menerima jika Red-Line itu menyentuh Ukraina.

Anthony Blinken adalah otak dari penyerangan Afghanistan, Iraq, pembunuhan jendral Soleimani Iran, Libya, Yaman dan Suriah. Dengan karya agressi yang begitu panjang. Tentu mendengar komplain Russia atas Ukraina, dia tidak sensitif. Selain itu juga tidak menganggap serius ancaman Russia. Blinken lupa bahwa Putin adalah seorang pribadi yang serius.

30 Nopember 2021, Putin mengingatkan NATO bahwa Russia akan bertindak jika Red-Line Ukraina dilanggar

2 Desember 2021 Putin menulis surat protes resmi ke kantor NATO di Brussel. Respons NATO sangat mengecewakan Putin. NATO menganggap enteng peringatan Putin.

The Path to War

Menjelang Winter Olympics Putin bertemu Xi Jinping. Dalam pertemuan itu Putin minta dukungan Xi dalam menghadapi NATO dan sanksi ekonomi Barat. Xi Jinping pun berjanji akan mengalihkan pesanan minyak dan gas dari AS dan negara-negara Barat ke Russia. Russiapun segera mendapatkan tambahan pesanan minyak dan gas dari China hingga $ 200 milyar lebih.

Xi Jinping pun membuat pernyataan bahwa China akan mendukung penuh Russia dalam menghadapi ekspansi NATO. Pernyataan Xi ini mengejutkan baik AS maupun Brussel. Selama ini Washington dan Brussel selalu underestimate Russia. Namun gabungan Russia dan China tidak dapat dipandang enteng. Para penasehat militer Biden mengingatkan bahwa sebuah perang melawan Russia dan China akan terlalu berat dan mahal bagi AS.

Putinpun mengambil langkah untuk mengakui Donetsk dan Luhansk. Ini adalah sebuah pengakuan yang tertunda sejak 2014 yl kemudian menerima kedua negara baru tsb kedalam Federasi Russia. Selanjutnya mengirim pasukan ke Donbass dari Donbass terus masuk ke Ukraina. Pesan Putin jelas bahwa semua ini untuk memberi pelajaran. Lihat,

Sebaliknya presiden Zelensky merasa ditinggal sendiri. Ukraine is Left Alone. Dalam video dibawah ini Zelensky menghadiri konferensi pers tanpa jas dan dasi hanya menggunakan sweater hijau.

Dia berceritera bahwa telah mengkontak Washington, Brussel dan pemimpin dari 27 negara Barat anggota NATO untuk meminta dukungan namun tidak satupun diantara mereka merespons telepon Zelensky.

Kiev dan duniapun melihat dan menyadari bahwa NATO dan AS tidak lebih dari Macan Kertas belaka. Apalagi mereka hanya mampu memberikan sanksi-sanksi ekonomi yang jelas tidak akan berarti apa-apa.

Kiev dan duniapun menyadari bahwa janji-janji untuk melindungi Ukraina yang dikemukakan oleh para pemimpin NATO dan negara-negara Barat hanyalah omong kosong belaka.

Termasuk janji-janji Biden pada Zelensky juga lenyap ditiup angin.

Dalam hal ini Ukraina belajar bahwa sekalipun tiap negara memiliki hak dan kebebasan menentukan arah dan jalannya sendiri. Namun adalah kongkrit serta realistik bahwa the big player selalu mendapatkan apa yang diinginkannya, itulah how the world works.

Dengan demikian, cermat dan cerdik bermain dengan mempertimbangkan langkah the big player, apalagi jika itu adalah tetangga dekat adalah strategi terbaik untuk hidup dan berkembang di dunia ini.

Bagi Russia, Putin telah sukses memberi pelajaran yang sangat baik. Sebuah pelajaran bagi Ukraina, NATO dan AS. Putin juga telah sukses mengamankan perbatasan Russia dari ancaman infiltrasi NATO.

Pagi ini kita semua bangun tidur dalam sebuah dunia yang baru. Gambaran bahwa AS adalah adi kuasa, yang tidak terkalahkan, dapat seenaknya memaksakan kehendaknya dan selalu mampu melindungi sekutu-sekutunya hancur berantakan. Realitas bahwa baik Washington, Brussel dan 27 negara Eropa mengabaikan telepon Zelensky adalah pesan yang jelas serta tidak terbantahkan.

Duniapun telah memasuki era multi-lateral. Sebuah dunia baru telah lahir.

Leave a Comment

You cannot copy content of this page