Dosa dan Ketidakadilan Tuhan

Latar Belakang

Sering kali saya dan orang lain beranggapan bahwa Tuhan itu tidak adil dengan membiarkan hal – hal yang buruk terjadi di dalam hidup kita dan kemudian ada banyak artikel yang membela mengenai keadilan Tuhan

Contoh yang mempertanyakan tuhan karena adanya hal hal buruk

Contoh artikel yang membela mengenai konsep keadilan Tuhan

www.idntimes.com/life/inspiration/tika-nurohmah/sebelum-menuduh-tuhan-itu-gak-adil-pikirkan-5-hal-ini-dulu-c1c2-1

Sebelum Menuduh Tuhan Gak Adil, Pikirkan 5 Hal Ini Dulu!

Sejatinya, manusia itu gak akan selamanya hidup dalam kebahagiaan di dunia ini, suka dan duka pasti selalu mengiringi setiap kehidupan umat manusia. Namun, sangat sedikit dari kita yang bisa memahami perkara itu.

Ketika Tuhan memberikan sebuah ujian kepada kita, justru kadang kita seolah-olah menghakimi Tuhan dan menyalahkan bahwasanya Tuhan itu gak adil. Sebelum kamu berpikir demikian, alangkah baiknya kamu resapi beberapa hal berikut.

1. Sejatinya, kehidupan manusia gak akan pernah lepas dari yang namanya “Ujian”

Perlu kamu ketahui, bahwasanya kehidupan manusia itu gak akan pernah lepas dari yang namanya ujian. Jangan kamu menganggap bahwa hanya kamu saja yang Tuhan berikan ujian, sedangkan orang lain tidak. 

Orang yang kamu anggap hidupnya bahagia sekalipun, pasti pernah mendapatkan ujian. Namun, mereka lebih memilih bangkit dan tidak terpuruk dengan ujian yang menimpannya itu.

2. Tuhan memberikan ujian kepada manusia, dengan maksud untuk meningkatkan kehidupan manusia itu sendiri, tapi kenapa kita selalu berprasangka buruk terhadap rencana Tuhan?

Sama halnya seperti di sekolah, setiap kali kita ingin naik kelas pasti selalu diadakan ujian terlebih dahulu. Begitu pula dengan kehidupan, ketika Tuhan ingin meningkatkan kehidupan manusianya menjadi lebih baik, maka Tuhan menurunkan sebuah ujian, dengan tujuan untuk mengukur sampai mana kemampuan umatnya. Akankah mereka tumbuh menjadi lebih baik lagi atau malah terpuruk dengan ujian yang Tuhan berikan.

Cobalah untuk tidak berprasangka buruk terhadap apa yang Tuhan berikan kepadamu, karena sejatinya Tuhan selalu punya rencana terbaik untuk kehidupan setiap umatnya.

3. Ujian yang Tuhan berikan bisa jadi karena kesalahan yang telah kita lakukan sendiri, cobalah untuk introspeksi!

Terkadang, kita lebih pandai dalam mencari kesalahan orang lain, tapi kita lupa akan kesalahan dan kekurangan diri sendiri. Maka dari itu, cobalah meluangkan waktu untuk introspeksi diri, pikirkan olehmu, bahwasanya ujian yang Tuhan berikan padamu bisa jadi adalah sebuah peringatan agar kamu segera memperbaiki diri.

4. Tuhan tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan umatnya, lantas kenapa kita masih sering banyak mengeluh?

Mungkin tidak sedikit dari kita, ketika Tuhan memberi cobaan pada hidup kita, kita justru mengeluh dan merasa bahwa hidup kitalah yang paling menderita. Bahkan sering terlintas di benak kita kenapa Tuhan memberikan ujian yang begitu berat pada hidup kita.

Sejatinya, ujian yang Tuhan berikan pada kita telah disesuaikan dengan kemampuan kita sendiri. Itu artinya kita mampu untuk melewati ujian yang menimpa hidup kita. Karena pada hakikatnya Tuhan juga tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan umatnya.

5. Ujian yang Tuhan berikan adalah salah satu proses untuk kemajuan hidupmu, cobalah bersabar dan nikmati proses itu!

Ujian yang Tuhan berikan, mau tidak mau harus tetap kita jalani. Karena bagaimanapun, kelak kita akan menyadari bahwasanya ujian yang Tuhan berikan itu adalah bagian dari proses pendewasaan diri kita. Cobalah untuk bersabar dan nikmati prosesnya.

Apa yang terjadi padamu sekarang, merupakan bagian dari kesuksesanmu di masa depan. Tetaplah berpikir positif!

Dosa

Di dalam theology Reformed ada doktrin yang biasa dinamakan : TOTAL DEPRAVITY. Pdt. Budi Asali menerjemahkannya sebagai kebejatan total. Landasan dari doktrin ini adalah Roma 3:23 : “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”.

Dasar dari pemikiran Paulus adalah Original Sin (dosa asal).

Secara sederhana, Doktrin ini berarti bahwa manusia sudah tidak mampu berbuat baik. Para pendeta zaman dahulu sering berkata : Perbuatan baik kita seperti kain lampin yang kotor. ;D. Istilah teologis-nya, NON POSE NON PECCCARE

Jadi Kristen percaya, ketika manusia berbuat baik untuk tujuan masuk surga, itu seperti memancing. Dengan perbuatan baik di dunia maka akan dapat surga. Sebagai perbandingan, misal kita memiliki anak cewek yang merupakan gabungan

  1. Pintarnya seperti Maudy Ayunda
  2. Jago masak seperti Chef Renata
  3. Pintar cari duit kayak Nagita Slavina
  4. Body kayak Anya Geraldine
  5. etc….

Dan kemudian anak cewek anda bilang : “Pa, si Budi itu baiiiiikkkk banget”. Anda sebagai orang tua akan bilang : Iya, ada maunya.

Ketidakadilan Tuhan

Maka, karena kita sudah tidak mampu berbuat baik lagi, maka dipastikan kita semua masuk neraka.

Akan tetapi, di dalam kekekalan, dan tanpa alasan, maka Tuhan memilih orang orang tertentu utk diselamatkan dan diberi hidup yang kekal melalu beberapa step

  1. Dianugerahi Roh Kudus
  2. Lahir baru
  3. Mengaku Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu – satunya
  4. Menjalani hidup baru sebagai orang Kristen dengan menjadi garam dan terang dunia
  5. Memiliki ketekunan di dalam hidup sebagai orang Kristen (Perseverance of the Saints)

Kesimpulan

Saya percaya bahwa orang orang yang masuk neraka akan bilang : Tuhan itu adil dengan menempatkan saya di sini

Sedang orang – orang pilihan yang berada di surga akan bilang : Tuhan itu baik banget dengan memilih aku yang merupakan orang berdosa dan tidak pantas.

SOLA GRATIA !!!!

Leave a Comment

You cannot copy content of this page