Prisma Sanherib vs Alkitab

Latar Belakang

di Quora saya mendapati comment seperti ini ketika membahas ttg trinitas :

Konsep ketuhanan bangsa Yahudi itu selalu berkembang dari masa ke masa. Hingga kejatuhan Samaria, ibukota kerajaan Israel Utara pada tahun 722 SM (hampir tiga abad setelah era Sulaiman atau lima abad setelah era Musa) bangsa Yahudi masih menyembah banyak Tuhan. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya temuan arkeologis berupa patung Asherah hingga Baal di seluruh penjuru Palestina bahkan Judah hingga abad kedelapan ini.

Reruntuhan kota Samaria. Ibukota kerajaan Israel Utara ini jauh lebih megah dan kaya ketimbang Yerusalem, yang masih sangat miskin pada saat itu.

Situasi berubah setelah kerajaan Israel Utara jatuh ke tangan kerajaan Assyria. Penduduk kerajaan tersebut banyak yang melakukan migrasi ke kerajaan Judah. Masuknya para pengungsi kerajaan Israel Utara ini memberikan banyak tantangan bagi kelas pendeta yang berkuasa di Judah. Mereka hendak menegakkan kultus monolatri terhadap Yahweh dan melakukan banyak dakwah (baca: propaganda) agar para pengungsi meninggalkan Tuhan-Tuhan lain.[1]

Tapi tekanan terhadap kelas pendeta ini juga datang dari penguasa Judah. Usaha raja Judah untuk meminta bantuan militer kepada Assyria dari ancaman koalisi Kerajaan Israel Utara dan Aram-Damaskus memang membuahkan hasil. Hanya saja mereka harus menjadi negara vassal dari Assyria. Pada saat itu, menjadi negara vassal berarti juga mengakui Tuhan-Tuhan yang disembah oleh orang Assyria. Imbasnya patung dewa Asyur harus masuk kedalam Kuil Sulaiman sebagai simbol tunduknya kerajaan Judah pada Assyria.

Para pendeta yang hanya menyembah Yahweh tidak menyukai realitas politik ini. Makanya mereka mulai mengarang kisah tentang Dawud dan Sulaiman yang dianggap sebagai zaman keemasan Judah. Yang intinya, jika bangsa Yahudi tetap setia pada Yahweh maka mereka akan hidup sejahtera sebagaiamana dahulu dirasakan oleh Dawud dan Sulaiman. Sebaliknya, jika mereka menduakan Yahweh, maka bangsa Yahudi akan terpecah belah sebagaimana Tuhan memecah kerjaaan Judah dan Israel.

Indoktrinasi para pendeta ini berhasil. Salah satu raja Judah, Hezekiah, yang termakan propaganda mereka memilih untuk menghancurkan patung Tuhan bangsa Assyria dan mulai melakukan reformasi agama di seluruh Judah. Reformasi Hezekiah dipandang sebagai sebuah pemberontakan oleh Assyria. Mereka akhirnya mengirim pasukan untuk menyerang kerajaan tersebut. Pada tahun 701 SM Yerusalem dikepung oleh bala tentara Assyria

Pengepungan Assyria ini gagal. Dalam Bible, kegagalan pasukan Assyria dalam mengepung Yerusalem disebabkan turunnya malaikat yang membunuh para tentara itu di pagi hari, 2 Kings 19:35-36. Hal ini membuktikan janji Tuhan telah terbukti dengan benar. Ya tentu saja para pendeta pro-Yahweh sendirilah yang menulis kisah menakjubkan ini. Karena di Prisma Sennacherib dijelaskan salah satu penyebab Assyria membatalkan pengepungan atas Yerusalem dikarenakan Hezekiah telah membayar tebusan besar berupa putri-putrinya, harem istana, para penyanyi, berikut 30 talen emas dan delapan ratus talen perak, balok batu, balok kayu, gading serta eboni. Alasan inilah yang tidak pernah diceritakan oleh para pendeta yang benar-benar percaya pada pertolongan Tuhan.

Dengan membayar tebusan besar, berarti kehidupan raja Judah malang ini selalu diawasi gerak-geriknya oleh para intel Assyria. Ia juga merelakan kematian putranya sehingga saat ia meninggal kerajaan tersebut hanya sebentar dipimpin oleh putra Hezekiah untuk kemudian digantikan oleh cucunya, Josiah, yang naik tahta pada usia 7 tahun. Yang bertanggung jawab mengurus Josiah adalah para pendeta yang mengindoktrinasinya untuk menyembah Tuhan Yahweh dan melanjutkan proyek reformasi sang kakek yang tertunda.

Beruntung Josiah mendapatkan momentum. Saat ia melakukan reformasi agama dengan menghancurkan patung-patung di Kuil Sulaiman dan menghancurkan kuil-kuil Asherah dan Baal di seantero Judah, kerajaan Assyria sedang menurun sehingga tidak sempat mengirim pasukan penghukum. Para sarjana percaya bahwa pada masa Josiah inilah bangsa Yahudi baru menyembah Tuhan yang satu. Jadi baru pada abad ketujuh bangsa Yahudi secara eksklusif menyembah Yahweh. Bukan pada era Musa atau Dawud, melainkan berabad-abad setelahnya.

Tapi apa setelah itu bangsa Yahudi tetap menyembah Yahweh?

Tentu saja, hingga abad pertama SM, di tengah situasi politik yang tidak menentu, beberapa orang Yahudi menunggu kedatangan Messiah yang bisa membebaskan bangsa mereka dari Dinasti Hasmonean yang korup, lalu pasukan Romawi yang kafir. Mungkin karena terlalu putus asa mereka sampai mengharapkan kedatangan manusia setengah dewa sebagai Messiah.

Kita bisa melihat munculnya kepercayaan ini di kalangan umat Yahudi dalam Himne-Pemuliaan Diri yang terdapat di Gulungan Laut Mati. Dalam teks yang telah terfragmentasi ini seseorang yang merasa lebih tinggi dari malaikat dan duduk di singgasana Tuhan menyatakan dirinya sebagai seorang penguasa ilahiah. Oleh Israel Knohl teks kuno ini menunjukkan adanya orang-orang yang mengaku sebagai messiah sebelum Isa. Ia mengidentifikasi si Messiah ini sebagai Menahem Essenes yang tewas pada tahun 4 M, saat memberontak pada Herod Archelaus. Tiga hari kemudian Menahem yang telah tewas ini memunculkan tanda lalu menghilang. Kematian Menahem ini lama-lama menjadi legenda tentang Messiah yang hilang, sehingga namanya pun identik dengan Messiah (Menahem=paraclete) yang digunakan oleh orang-orang Yahudi berikutnya yang mengaku sebagai si terpilih itu. Diantaranya adalah Menahem ben Judah, seorang pempin sekte Sicarii yang juga tewas di tangan pasukan Romawi pada tahun 68. Selain itu juga muncul Menahem ben Hezekiah yang lahir pada saat penghancuran kuil Herod di tahun 70 dan dipercaya sebagai perwujudan Messiah bangsa Yahudi.

Meski pendapat Knohl ini kontroversial, tapi sarjana lain berpendapat bila Himne-Pemuliaan Diri pada dasarnya menunjukkan kemunculan model kepercayaan Binitrianisme di kalangan umat Yahudi pada awal abad pertama. Yakni percaya akan adanya tokoh yang memiliki kekuatan ilahiah yang bisa membebaskan mereka dari penjajahan. Paham ini kemudian hilang di Yudaisme menyusul berkembangnya Yudaisme Rabbinik di abad ketiga, tapi mendapatkan jalannya pada agama Kristen dan menjadi cikal bakal paham Trinitas.

Jadi, apa paham Trinitas bidah? Saya pikir tergantung kata bidah itu sendiri. Karena bagi beberapa orang Yahudi (sekte Saduki) yang setia pada ajaran Torah, percaya pada Hari Akhir dan kebangkitan setelah mati adalah bidah juga karena berasal dari ajaran Zoroastrianisme yang mempengaruhi Yudaisme pada abad kelima hingga ketiga SM. Sedang bagi kelompok Essenes-Qumran yang banyak berafiliasi ke penganut Kristen awal keberadaan manusia setengah dewa jelas bukan sebuah bidah. Secara historis ajaran Judaisme selalu berkembang dan baru menerapkan monotheisme secara ketat pada abad ketiga.

dari : Himawan Pridityo

Isi Prisma Sanherib

dari : https://bibledudes.com/biblical-studies/finds/prism-translation.php

Column One

1Sennacherib, the great king, 2the mighty king, king of the world, king of Assyria, 3king of the four quarters, the wise shepherd, 4favorite of the great gods, guardian of right, 5lover of justice, who lends support, 6who comes to the aid of the destitute, who performs pious acts, 7perfect hero, mighty man, 8first among all princes, the powerful one who consumes 9the insubmissive, who strikes the wicked with the thunderbolt; 10the god Assur, the great mountain, an unrivaled kinship 11has entrusted to me, and above all those 12who dwell in palaces, has made powerful my weapons; 13from the upper sea of the setting sun 14to the lower sea of the rising sun, 15he has brought the black-headed people in submission at my feet; 16and mighty kings feared my warfare, 17leaving their homes and 18flying alone, like the sidinnu, the bird of the cave, 19 to some inaccessible place.

20In my first campaign I accomplished the defeat of Morodach-baladan, 21king of Babylonia, together with the army of Elam, 22his ally, on the plain of Kish. 23In the midst of that battle he deserted his camp, 24 and he escaped alone, so he saved his own life. 25 The chariots, horses, wagons, mules, 26 which he left behind at the beginning of the battle 27my hands siezed. Into his palace, which is in 28Babylon, I entered jubilantly. 29I opened his treasure-house: gold, silver, vessels of god and silver, 30precious stones of every name, goods and property 31 without limit, heavy tribute, his harem, 32 courtiers and officials, singersÑmale and 33 femaleÑall his artisans, 34as many as there were, his palace servants 35 I brought out, and I counted as spoil. In the might of Assur 36my lord, seventy-five of his strong walled cities 37of Chaldea, and 420 small cities 38of their area I surrounded, I conquered, I carried off their spoil. 39The Arabs, Arameans, and Chaldeans 40who were in Erech, Nippur, Kish, Harsagkalamma, 41Kutha and Sippar, together with the citizens, 42 the rebels I brought out and counted as booty.

43On my return, the Tu’muna, 44Rihihu, Yadakku, Ubudu, 45Kibr, Malahu, Gurumu, 46Ubulu, Damunu, Gambulu, 47 Hindaru, Ru’ža, Bukudu, 48Hamr‰nu, Hagar‰nu, Nabatu, 49Li’t‰u, Arameans who were not submissiveÑ 50 I conquered all of them. 208,000 people, great and small, 51male and female, horses, mules, asses, 52camels, cattle and sheep, without numberÑ 53a heavy bootyÑI carried off to Assyria

54In the course of my campaign, I received from Nabž-bl-shum‰te, 55governor of the city of Hararate: gold silver, great musukkani-trees, 56asses, camels, cattle, and sheep 57as his onerous contribution. The warriors of 58Hirimme, wicked enemies, I cut down with the sword. 59 No one escaped. Their corpses 60I hung on stakes, surrounding the city (with them). 61That district I reorganized: one ox, 62ten lambs, ten homers of wine, twenty homers of dates, 63its choicest, for the gods of Assyria, 64my lords, I established for all time.

65In my second campaign, Assur, my lord, encouraged me, and 66against the land of the Kassites and the land of the Yasubigallai, 67who from of old had not been submissive to the kings, my ancestors, 68I marched. In the midst of the high mountains 69 I rode on horseback where the terrain was difficult, 70and had my chariot drawn up with ropes: 71where it became too steep, I clambered up on foot like the wild-ox. 72The cities of B”t-Kilamzah, Hardishpi 73and B”t-Kubatti, their strong, walled cities, 74I besieged, I captured. People, horses, 75 mules, asses, cattle, and sheep, 76 I brought out from their midst and counted as booty. 77And their small cities, which were beyond numbering 78I destroyed, I devastated, and I turned into ruins. The houses of the steppe, (namely) the tents, 79in which they lived, I set on fire and 80turned them into flames. I turned round, and 81made that B”t-Kilamzah into a fortressÑ 82I made its walls stronger than they had ever been beforeÑ

Column Two

1and settled in it people of the lands my hands had conquered. 2The people of the land of the Kassites and the land of the Yasubigallai, 3who had fled before my arms, 4I brought down out of the mountains and 5settled them in Hardishpi and B”t-Kubatti. 6Into the hand of my official, the governor of Arapha, 7I placed them. I had a stele made, and 8the might of my conquering hand which I had 9established upon them, I had inscribed on it. 10I set it up in the midst of the city. The front of my yoke I turned around and 11took the road to the land of the Elippi. 12Before me Ispab‰ra, their king, 13abandoned his strong cities, his treasurehouses, 14and fled to the distant parts. 15Over the whole of his wide land I swept like a hurricane. 16The cities Marubishti and Akkuddu, 17his royal residence-cities, together with 34 small towns 18of their area, I besieged, I captured, I destroyed, I devastated, 19I burned with fire. The people, great and small, male and female, 20horses, mules, asses, camels, 21cattle, and sheep, without number I carried off. 22I brought him to nothing; I diminished his land. 23Sisirtu and Kummahlum, 24strong cities, together with the small towns in their areas, 25the district of B”t-Barrž in its totality, 26I cut off from his land and added it to the territory of Assyria. 27Elenzash I turned into the royal city 28and stronghold of that district. 29I changed its former name, calling its name Kar-Sennacherib. 30Peoples of the lands my hands had conquered 31I settled in it. To my official, 32the governor of Harhar, I handed it over. Thus I extended my land. 33-35On my return, I received the heavy tribute of the distant Medes, whose name none of the kings, my fathers, had ever heard. 36I made them submit to the yoke of my rule. 37In my third campaign, I went against the Hittite-land. 38Lul, king of Sidon, the terrifying splendor 39of my sovereignty overcame him, and far off 40into the midst of the sea he fled. There he died. 41Great Sidon, Little Sidon, 42B”t-Zitti, Zaribtu, Mahalliba, 43Ushu, Akzib, Akko, 44his strong, walled cities, where there were fodder and drink, 45for his garrisons, the terrors of the weapon of Assur, 46my lord, overpowered them and they bowed in submission at my feet. 47I seated Tuba’lu on the royal throne 48over them, and tribute, gifts for my majesty, 49I imposed upon him for all time, without ceasing. 50From Menachem, the Shamsimurunite, 51Tuba’lu the Sidonite, 52Abdi-liti the Arvadite, 53Uru-milki the Gublite, 54Mitinti the Ashdodite 55Budu-ilu the Beth Ammonite, 56Kammusu-nadbi the Moabite, 57Malik-rammu the Edomite, 58kings of Amurru, all of them, numerous presents 59as their heavy tribute, 60they brought before me for the fourth time, and kissed my feet. But Sidka, 61the king of Ashkelon, who had not submitted 62to my yoke, the gods of his father’s house, himself, his wife, 63his sons, his daughters, his brothers, the seed of his paternal house, 64I tore away and brought to Assyria. 65Sharru-lu-dari, son of Rukibti, their former king, 66I set over the people of Ashkelon, and 67I imposed upon him the payment of tribute: presents to my majesty. 68He accepted my yoke. In the course of my campaign, 69Beth-Dagon, Joppa, 70Banaibarka, Asuru, cities 71of Sidka, who had not speedily bowed in 72submission at my feet, I besieged, I conquered, I carried off their spoil. 73The officials, nobles, and people of Ekron, 74who had thrown Padi their kingÑbound by oath and curse of AssyriaÑ 75into fetters of iron and 76-77had given him over to Hezekiah, the JudahiteÑhe kept him in confinement like an enemyÑ 78their heart became afraid, 79and they called upon the Egyptian kings, the bowmen, chariots and horses 80of the king of Meluhha [Ethiopia], a countless host, and 81these came to their aid. 82In the neighborhood of Eltekeh, 83their ranks being drawn up before me,

Column Three

1they offered battle. With the aid of Assur, 2my lord, I fought with them and 3brought about their defeat. The Egyptian charioteers and princes, 4together with the Ethiopian king’s charioteers, 5my hands captured alive in the midst of the battle. 6Eltekeh and Timnah 7I besieged, I captured, and I took away their spoil. 8I approached Ekron and slew the governors and nobles 9who had rebelled, and 10hung their bodies on stakes around the city. The inhabitants 11who rebelled and treated (Assyria) lightly I counted as spoil. 12The rest of them, who were not guilty of rebellion 13and contempt, for whom there was no punishment, 14I declared their pardon. Padi, their king, 15I brought out to Jerusalem, 16set him on the royal throne over them, and 17imposed upon him my royal tribute. 18As for Hezekiah the Judahite, 19who did not submit to my yoke: forty-six of his strong, walled cities, as well as 20the small towns in their area, 21which were without number, by levelling with battering-rams 22and by bringing up seige-engines, and by attacking and storming on foot, 23by mines, tunnels, and breeches, I besieged and took them. 24200,150 people, great and small, male and female, 25horses, mules, asses, camels, 26cattle and sheep without number, I brought away from them 27and counted as spoil. (Hezekiah) himself, like a caged bird 28I shut up in Jerusalem, his royal city. 29I threw up earthworks against himÑ 30the one coming out of the city-gate, I turned back to his misery. 31His cities, which I had despoiled, I cut off from his land, and 32to Mitinti, king of Ashdod, 33Padi, king of Ekron, and Silli-bl, 34king of Gaza, I gave (them). And thus I diminished his land. 35I added to the former tribute, 36and I lad upon him the surrender of their land and impostsÑgifts for my majesty. 37As for Hezekiah, 38the terrifying splendor of my majesty overcame him, and 39the Arabs and his mercenary troops which he had brought in to strengthen 40Jerusalem, his royal city, 41deserted him. In addition to the thirty talents of gold and 42eight hundred talents of silver, gems, antimony, 43jewels, large carnelians, ivory-inlaid couches, 44ivory-inlaid chairs, elephant hides, elephant tusks, 45ebony, boxwood, all kinds of valuable treasures, 46as well as his daughters, his harem, his male and female 47musicians, which he had brought after me 48to Nineveh, my royal city. To pay tribute 49and to accept servitude, he dispatched his messengers. 50In my fourth campaign, Assur, my lord, gave me courage, and 51I mustered my numerous troops and gave the 52command to proceed against B”t-Yakin. In the course of my campaign, 53I accomplished the overthrow of Shuzubi, the Chaldean, who sat in the midst of the swamps, 54at Bitžtu. 55That one, the terror of my battle fell upon him, and 56tore his heart; like a criminal he fled alone, and 57his place was seen no more. The front of my yoke I turned and 58and I took the way to B”t-Yakin. 59That Merodach-baladan, whose defeat I had brought about 60in the course of my first campaign, and whose forces I had shattered, 61the roar of my mighty arms 62and the onset of my terrible battle he feared and 63he gathered together the gods of his whole land in their shrines, 64and loaded them into ships and fled 65like a bird to Nagite-rakki, which is in the middle of the sea. His brothers, 66the seed of his father’s house, whom he had left by the seashore, 67together with the rest of the people of his land, 68I brought out of B”t-Yakin, from the midst of the swamps and canebrakes, 69and counted as spoil. I turned about and ruined and devastated his cities; 70I made them like ruin-heaps. Upon his ally, the king of Elam, 71I poured out my terror. On my return, 72I placed on his (Merodach-baladan’s) royal throne, 73Assur-n‰din-shum, my oldest son, offspring of my knees. 74I placed him in charge of the wide land of Sumer and Akkad. 75In my fifth campaign, the warriors of Tumurru, 76Sharum, Ezama, Kibshu, Halgidda, 77Kua, and KanaÑwhose abodes 78-79were set on the peak of Mt. Nipur, a steep mountain, like the nests of the eagle, king of birdsÑwere not submissive to my yoke. 80I had my camp pitched at the foot of Mt. Nipur and 81with my choice bodyguard

Column Four

1 and my relentless warriors, 2I, like a strong wild-ox, went before them. 3-4I surmounted gullies, mountain torrents and waterfalls, dangerous cliffs in my sedan-chair. 5Where it was too steep for my chair, I advanced on foot. 6Like a young gazelle, I mounted the highest peakss pursuing them. 7Wherever my knees found a resting-place, 8I sat down on some mountain boulder and drank the cold water from a waterskin 9for my thirst. To the summits 10of the mountains I pursued them and brought about 11their overthrow. I captured their cities and carried off their spoil, 12I destroyed, I devastated, I burned with fire. The front of my yoke 13I turned. Against Maniae, king of Ukku 14of the land of Daie, who was not submissive, I took the road. 15-17Before my day, none of the kings who lived before me, had traveled the unblazed trails and wearisome paths which run along these rugged mountains. 18At the foot of Mt. Anara and Mt. Uppa, mighty mountains, 19I had my camp pitched, and on a house-chair I 20together with my seasoned warriors, 21made my wearisome way through their narrow passes, 22and with great difficulty climbed to the highest peak of the mountains. 23That Maniae saw the clouds of dust raised by the feet of my armies, 24abandoned Ukku, his royal city, 25and fled to distant parts. 26I besieged Ukku, I captured it, and took away its spoil. All kinds of goods and merchandise, 27the treasure of his palace, 28I carried away from it and counted it as booty. Furthermore, 33 cities 29within the bounds of his province I captured. People, asses, cattle 30and sheep, I carried away from them as spoil. 31I destroyed, I devastated, and I burned with fire. 32In my sixth campaign the rest of the people of B”t-Yakin, 33who had run off before my powerful weapons like wild asses, 34who had gathered together the gods of their whole land in their shrines, had 35crossed the great sea of the rising sun and 36in Nagitu of Elam had established their abodes; 37in Hittite ships I crossed the sea. Nagitu 38Nagitu-di’bina, together with the lands of Hilmu, Billatu 39and Hupapanu, provinces of Elam, I conquered. 40The people of B”t-Yakin, together with their gods, and the people 41of the king of Elam, I carried off; 42not a rebel escaped. I had them loaded in vessels, 43brought over to this side, and started on the way 44to Assyria. The cities which were in those 45provinces I destroyed, I devastated, I burned with fire. Into tells and ruins 46I turned them. On my return, Shuzubu, 47the Babylonian, who during an uprising in the land 48had turned to himself the rule of Sumer and Akkad, 49I accomplished his defeat in a battle of the plain. 50I seized him alive with my own hands, I threw him into bonds and fetters of iron and 51brought him to Assyria. The king of Elam, who 52had gone over to his side and had aided him, I defeated. 53His forces I scattered and I shattered his army. 54In my seventh campaign, Assur, my lord, supported me, 55and I advanced against Elam. B”t-Ha’iri and 56Ras‰, cities on the border of Assyria 57which the Elamite had seized by force during the time of my father 58Ñin the course of my campaign I conquered and I despoiled them. 59I settled my garrisons in them 60and restored them to the borders of Assyria. 61I placed them under the commandant of Dr. The cities of Bub, Dunni-Shamash, B”t-Risia, 62B”t-ahlam, Duru, Kalte-sulai 63Shilibtu, B”t-Asusi, Kar-Zr-ik”sha, 64B”t-Gissi, B”t-Katpalani, B”t-Imbia, 65Ham‰nu, B”t-Arrabi, Burutu, 66Dimtu-sha-Sulai, Dimtu-sha-Marb”ti-etir, 67Harri-ashlaki, Rabbai, 68R‰su, Akkabarina Tel-Uhuri, 69Hamranu, Naditu, together with the cities 70of the passes of B”t-Bunaki, tel-Humbi, 71Dimtu-sha-Dume-ilu, B”t-Ubia, 72Balti-lishir, Tagab-lishir, 73Shanakidate, the lower Masutu, 74Sar-hudiri, Alum-sha-blit-b”ti, 75B”t-ah-iddina, Ilte-uba, 7634 strong cities, together with the small cities 77in their areas, which were countless, 78I besieged, I conquered, I despoiled, I destroyed, I devastated, 79I burned with fire, with the smoke of their conflagration 80I covered the wide heavens like a hurricane. 81-1The Elamite, Kudur-nahundu, heard of the overthrow of his cities,

Column Five

81-1The Elamite, Kudur-nahundu, heard of the overthrow of his cities, 2terror overwhelmed him, the (people of) the rest of his cities 3he brought into the strongholds. He himself 4left Madaktu, his royal city, 5and took his way to Haidala which is in the distant mountains. 6I gave the word to march against Madaktu, his royal city. 7In the month of rain, extreme cold set in and the 8heavy storms sent down rain upon rain and 9snow. I was afraid of the swollen mountain streams; 10the front of my yoke I turned and took the road to 11Nineveh. At that time, at the command of Assur, my lord, 12Kudur-Nahundu, the king of Elam, in less than three months 13died sudenly on a day not of his fate. 14After him, Umman-menanu, 15who possessed neither sense nor judgment, 16his younger brother, sat on his throne. 17In my eighth campaign, after Shuzubu had revolted, 18and the Babylonians, wicked devils, had 19closed the city-gatesÑtheir hearts planning resistance; 20Shuzubu the Chalden, a weakling hero, 21who had no knees, a slave, subject to the governor of the city of 22the city of Lahiri; the fugitive Arameans gathered around him, the runaway, 23the murderer, the bandit. Into the marshes 24they descended and started a rebellion. But I completely surrounded him. 25I pressed him to the life. Through fear and hunger 26he fled to Elam. When plotting 27and treachery were hatched against him, 28he fled from Elam and entered Shuanna. The Babylonians 29placed him on the throneÑfor which he was not fitÑ 30and entrusted to him the government of Sumer and Akkad. 31They opened the treasury of the Esagila temple and the gold and silver 32belonging to Bl [Marduk] and Sarpanit, they brought forth the property of the temples of their gods. 33And to Umman-menanu, king of Elam, who had 34neither sense nor judgment, they sent them as a bribe (saying): 35″Gather your army, prepare your camp, 36haste to Babylon, stand at our side, for 37you are our trust.” That ElamiteÑ 38whose cities I had conquered and turned into ruins 39on my earlier campaign against ElamÑ 40without thinking 41received the bribes from them, gathered his army and camp, 42collected his chariots and wagons, and hitched his horses 43and mules to them. The lands of Parsuash 44Anzan, Pasheru, Ellipi, the men of Yazan, 45Lakabra, Harzunu, Dummuku, 46Sulai, Samuna, the son of Merodach-baladan, 47the lands of B”t-Adini, B”t-Amukkanu, B”t-Sillana, 48B”t-S‰latutu-akki, the city of Lahiru, the men of Bukudu, 49Gambulum, Halatum Ru’ua, 50Ubulum, Malahu, Rapiku, 51Hindaru, DamunuÑan enormous vassal army 52he called to his side. The largest portion of them 53-55took the road to Akkad. Closing in on Babylon, they exchanged courtesies with Shuzubu, the Chaldean king of Babylon, and brought their army to a halt. 56Like the onset of locust swarms of the springtime, 57they steadily progressed against me to offer battle. 58With the dust of their feet covering the wide heavens, 59like a mighty storm with masses of dense clouds, 60they drew up in battle array before me in the city of Halul, on the bank of the Tigris. 61They blocked my passage and offered battle. 62-65As for me, I prayed for victory over the mighty foe to Assur, Sin, Shamash, Bl, Nabž, Nergal, Ishtar of Nineveh, Ishtar of Arbela. 66They quickly gave ear to my prayers and came 67to my aid. Like a lion I raged; I put on 68a coat of mail. A helmet, emblem of victory, 69I placed upon my head. My great battle chariot, 70which brings the foe low, 71I hurriedly mounted in the anger of my heart. The mighty bow, 72which Assur had given me, I seized in my hands; 73the javelin, piercing to the life, I grasped. 74Against all of the armies of wicked enemies, 75I cried out, rumbling like a storm. I roared like Adad. 76At the word of Assur, the great lord, my lord, on flank and front 77I pressed upon the enemy like the onset of a raging storm. 78With the weapons of Assur, my lord, and the terrible onset of my attack, 79I stopped their advance, I succeeded in surrounding them, 80I decimated the enemy host with arrow and spear. 81I bored through all of their bodies. 82Humban-undasha, the field-marshall 83of the king of Elam, a trustworthy man, commander 84of his armies, his chief support, together with his nobles 85who wear the golden belt-daggar 86-87and whose wrists are encircles with thick rings of shining gold 88like fat steers who have hobbles put on them,

Column Six

quickly I cut them down and defeated them. 2I cut their throats, 3and I cut off their precious lives like a string. Like the many waters 4of a storm, I made their gullets and entrails 5run down upon the wide earth. My prancing 6steeds harnessed for my riding plunged 7into the streams of their blood as (into) a river. The wheels of my war chariot, 8which brings the wicked and evil low, 9were spattered with blood and filth. With the bodies of their warriors 10I filled the plain like grass. Their testicles 11I cut off and tore out their privates like the seeds 12of cucumbers of Siwan. I cut off their hands. 13The heavy rings of brightest gold which were on their wrists 14I took away. With sharp swords 15I pierced their belts and took away 16the belt-daggars of gold and silver which were on their persons. The rest of his nobles, together with Nabž-shum-ishkun, 17son of Moerodach-baladan, who was frightened at my onslaught 18and had gone over to their side, my hands 19seized in the midst of the battle. The chariots and their horses, 20whose riders had been slain at the beginning of the terrible battle, 21and who had been left to themselves, 22kept running back and forth 23for two double-hours; I stopped their headlong flight. 24That Umman-menanu, king of Elam, 25together with the king of Babylon and the princes of Chaldea, 26who had gone over to their side, the terror of my battle 27overturned their bodies like a bull. They abandoned their tents; 28and to save their lives, they trampled 29the bodies of their soldiers; they fled like young pigeons 30that are pursued. Their hearts were torn; 31they held their urine, but let their dung go into their chariots. 32In pursuit of them, 33I dispatched my chariots and horses after them. 34Those among them who had escaped, who had fled for their lives, 35wherever they [the charioteers] met them, they cut them down with the sword. 36After that timeÑafter I had completed the palace 37in the midst of the city of Nineveh for my royal residence, 38had filled it with beautiful furnishings, to the astonishment of all the peopleÑ 39the side-palace, which the former kings, 40my ancestors, had built 41for the care of the camp, the stabling of the horses, and general storage, 42had no terrace, that its site was too small, 43that its construction had not been skillfuly done, that, as the days went by, its foundation-platform 44had become weak, its foundation had given way and its roof had falen in. 45I tore down that palace in its entirety. 46A large tract of land in the meadows 47and environs of the city I confiscated, according to plan, 48and added to it. The site of the former palace 49I abandoned. With the ground of the meadows 50which I had seized from the riverflats, I filled in a terrace, 51I raised its top 200 tipki (thickness of brick) on high. In a favorable month 52on an auspicious day, on the top of that terrace, 53following the cunning of my heart, a palace of limestone 54and cedar, of Hittite workmanship also a 55lofty palace of Assyrian workmanship, which 56far surpassed the former one in size and beauty, 57according to the plan of wise architects, 58I had them build for my royal residence. 59Mighty cedar beams, the product of Amanus, the shining mountain, 60I stretched over them. Door-leaves of liari-wood I 61covered with a sheathing of bright bronze and set up 62in their doors. Out of white limestone, 63which is found in the land of the city of Baladai, 64I had mighty statues fashioned and 65positioned on the right and left of the entrances. For the equipment of the 66black-headed people, the stabling of horses, mules, colts, 67riding camels, chariots, wagons, carts, quivers, 68bows and arrows, all kinds of battle equipment: 69teams of horses and mules which 70possessed enormous strength, and were broken to the yoke. 71I greatly enlarged its court of the gates. That palace, from its foundation 72to its coping, I constructed, I finished. A stele 73with my name inscribed on it I set up in it. In the days to come 74among the kings, my sons, whose name Assur 75and Ishtar shall name for the rule of land and people, 76when that palace shall become old and ruined, 77may some future prince restore its ruins, look upon 78the stele with my name inscribed on it, anoint it with oil, 79pour out a libation upon it, and return it to its place. Then Assur and Ishtar 80will hear his prayers. He who destroys my inscription and my nameÑ 81may Assur, the great lord, the father of the gods, 82treat him as an enemy, 83take away the scepter and throne from him, and overthrow his rule. 84The month of Tammuz; eponym of Gahilu, 85governor of Hatarikka.

Google Translate untuk Kolom 3

1mereka menawarkan pertempuran. Dengan bantuan Assur, tuanku, aku bertarung dengan mereka dan membawa kekalahan mereka. Para kusir dan pangeran Mesir, 4bersama dengan kusir raja Etiopia, 5tanganku ditangkap hidup-hidup di tengah pertempuran. 6Eltekeh dan Timnah 7Aku mengepung, menangkap, dan merampas jarahan mereka. 8Aku mendekati Ekron dan membunuh para gubernur dan bangsawan 9yang memberontak, dan 10menggantungkan tubuh mereka di tiang di sekeliling kota. Penduduk 11yang memberontak dan memperlakukan (Asyur) dengan enteng saya anggap sebagai rampasan. 12Yang lainnya, yang tidak bersalah karena memberontak 13dan menghina, yang tidak dihukum, 14Aku menyatakan pengampunan mereka. Padi, raja mereka, 15Aku membawanya ke Yerusalem, 16mendudukkannya di atas takhta kerajaan di atas mereka, dan 17membebankan upeti kerajaanku kepadanya. 18Adapun Hizkia, orang Yehuda, 19yang tidak tunduk pada kukku: empat puluh enam dari kota-kotanya yang kokoh dan bertembok, serta 20 kota-kota kecil di daerah mereka, 21yang tidak terhitung jumlahnya, dengan meratakan dengan pendobrak 22dan dengan membangun pengepungan -mesin, dan dengan menyerang dan menyerbu dengan berjalan kaki, dengan ranjau, terowongan, dan celana, aku mengepung dan merebutnya. 24200.150 orang, besar dan kecil, jantan dan betina, 25 kuda, bagal, keledai, unta, 26sapi dan domba yang tidak terhitung jumlahnya, saya bawa dari mereka 27dan dihitung sebagai jarahan. (Hizkia) sendiri, seperti burung yang dikurung 28Aku mengurung diri di Yerusalem, kota kerajaannya. 29Aku melemparkan pekerjaan tanah ke arahnyaÑ 30yang keluar dari gerbang kota, aku kembali ke kesengsaraannya. 31Kota-kotanya, yang telah kurampas, aku singkirkan dari negerinya, dan 32kepada Mitinti, raja Asdod, 33Padi, raja Ekron, dan Silli-b l, 34raja Gaza, aku berikan (mereka). Dan dengan demikian saya mengurangi tanahnya. 35Saya menambahkan upeti sebelumnya, 36dan saya memberikan kepadanya penyerahan tanah mereka dan impostsÑhadiah untuk keagungan saya. 37Mengenai Hizkia, 38kemegahan yang menakutkan dari keagungan-Ku mengalahkan dia, dan 39orang-orang Arab dan tentara bayarannya yang dibawanya untuk memperkuat 40Yerusalem, kota kerajaannya, 41meninggalkannya. Selain tiga puluh talenta emas dan delapan ratus talenta perak, permata, antimon, 43 permata, akik besar, dipan berlapis gading, kursi berlapis gading, kulit gajah, gading gajah, kayu eboni, kayu kotak, semua jenis harta berharga, 46dan juga putri-putrinya, haremnya, musisi pria dan wanitanya, yang dibawanya setelah aku 48ke Niniwe, kota kerajaanku. Untuk membayar upeti dan menerima penghambaan, dia mengirim utusannya. 50Dalam kampanye keempat saya, Assur, tuanku, memberi saya keberanian, dan 51 saya mengumpulkan banyak pasukan saya dan memberikan perintah untuk melanjutkan melawan B”t-Yakin. Selama kampanye saya, saya berhasil menggulingkan Shuzubi, orang Kasdim, yang duduk di tengah rawa-rawa, di Bitžtu. 55Yang itu, kengerian pertempuranku menimpanya, dan 56menghancurkan hatinya; seperti penjahat, dia melarikan diri sendirian, dan tempatnya tidak terlihat lagi. Bagian depan kuk saya berbelok dan saya mengambil jalan ke B”t-Yakin. 59Merodach-baladan itu, yang kekalahannya telah kubawa selama kampanye pertamaku, dan yang kekuatannya telah kuhancurkan, 61raungan lenganku yang perkasa 62dan permulaan pertempuranku yang mengerikan, dia takuti dan 63dia mengumpulkan para dewa dari seluruh tubuhnya. mendarat di kuil mereka, 64dan memuat mereka ke dalam kapal dan melarikan diri seperti burung ke Nagite-rakki, yang berada di tengah laut. Saudara-saudaranya, 66benih dari keluarga ayahnya, yang ditinggalkannya di tepi pantai, 67bersama-sama dengan orang-orang lain di negerinya, 68Aku membawa keluar dari B”t-Yakin, dari tengah rawa-rawa dan tebu, 69dan menghitung sebagai rampasan. Aku berbalik dan menghancurkan dan menghancurkan kota-kotanya; 70Aku membuatnya seperti timbunan reruntuhan. Atas sekutunya, raja Elam, 71Aku mencurahkan ketakutanku. Sekembalinya saya, saya menempatkan di atas takhta kerajaannya (Merodach-baladan), 73Assur-n‰din-shum, putra tertua saya, keturunan lutut saya. 74Aku menempatkannya sebagai penanggung jawab tanah luas Sumeria dan Akkad. 75Dalam kampanye kelima saya, para pejuang Tumurru, 76Sharum, Ezama, Kibshu, Halgidda, 77Kua, dan KanaÑyang bertempat tinggal 78-79berada di puncak Gunung Nipur, gunung yang curam, seperti sarang elang, raja burungÑtidak tunduk pada kukku. 80Saya mendirikan kemah saya di kaki Gunung Nipur dan 81dengan pengawal pilihan saya

Sanherib, Ibrani סַנְחֵרִיב – SAN’KHERIV, dari bahasa Akad, artinya “Sin [dewa bulan] Telah Mengembalikan kepadaku Saudara-Saudara Lelaki”.

Sanherib, adalah raja Asyur, putra Sargon II. Dari ayahnya, ia mewarisi imperium yang sangat kuat, tetapi selama sebagian besar masa pemerintahannya ia harus memadamkan banyak pemberontakan, khususnya di kota Babilon.

Pada masa pemerintahan ayahnya, Sanherib tampaknya menjadi gubernur atau jenderal di wilayah utara Asiria. Setelah ia naik takhta, wilayah ini tidak banyak menyusahkan dia; masalah-masalah terutama timbul dari wilayah selatan dan barat. Merodakh-baladan, orang Khaldea (Yesaya 39:1), meninggalkan Elam, tempat perlindungannya setelah diusir oleh Sargon, ayah Sanherib, dan sekarang mempermaklumkan dirinya sebagai raja Babilon. Sanherib maju melawan dia serta orang-orang Elam yang menjadi sekutunya, dan mengalahkan mereka di Kis. Akan tetapi, Merodakh-baladan melarikan diri dan bersembunyi lagi selama tiga tahun. Sanherib memasuki Babilon dan mengangkat Bel-ibni sebagai raja muda di sana. Setelah itu, ekspedisi-ekspedisi penghukuman dilaksanakan untuk menertibkan orang-orang di daerah perbukitan di sekeliling Asiria.

Kemudian, dalam apa yang disebutnya sebagai ‘kampanye militernya yang ketiga’, Sanherib maju menyerbu “Hati”, istilah yang pada waktu itu tampaknya memaksudkan Fenisia dan Palestina. (Ancient Near Eastern Texts, diedit oleh J. Pritchard, 1974, hlm. 287) Pada waktu itu, di hampir seluruh daerah tersebut terdapat pemberontakan menentang penindasan Asiria. Salah satu yang telah menolak dominasi Asiria ialah Raja Hizkia dari Yehuda (2 Raja 18:7), walaupun tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa ia berkoalisi dengan kerajaan-kerajaan lain dalam pemberontakan itu.

Pada tahun ke-14 pemerintahan Hizkia (732 sM), pasukan Sanherib menyerbu ke arah barat, merebut Sidon, Akhzib, Ako, dan kota-kota lain di pesisir Fenisia, lalu menuju selatan. Kerajaan-kerajaan yang ketakutan, termasuk Moab, Edom, dan Asdod, kemudian mengirimkan upeti untuk menyatakan ketundukan mereka. Askelon yang keras kepala dan tidak mau tunduk direbut bersama kota Yopa dan Bet-dagon yang ada di dekatnya. Dalam sebuah inskripsi Asiria, rakyat dan para bangsawan Ekron, sebuah kota di Filistia, dituduh telah menyerahkan raja mereka, Padi, kepada Hizkia yang, menurut Sanherib, “memenjarakan dia dengan tidak sah” (Ancient Near Eastern Texts, hlm. 287; bdk. 2 Raja 18:8). Penduduk Ekron dikatakan memohon bantuan kepada Mesir dan Etiopia untuk memukul mundur Asiria atau menggagalkan serangan mereka.

Catatan Alkitab menunjukkan bahwa kira-kira pada saat inilah Sanherib menyerang Yehuda, mengepung dan merebut banyak kota berbentengnya. Lalu Hizkia mengirimkan berita kepada Asiria di Lakhis, menyatakan kesediaannya untuk membayar upeti yang akan ditetapkan oleh Sanherib (2 Raja 18:13, 14). Pada sebuah panel berukir yang menggambarkan direbutnya kota Lakhis oleh Sanherib, terlihat sang raja sedang duduk di atas takhta di hadapan kota yang telah dikalahkan dan menerima jarahan dari kota itu yang dibawa kepadanya seraya beberapa tawanan disiksa.

Kisah Alkitab tidak menunjukkan apakah Raja Padi, andaikata ia benar-benar menjadi tawanan Hizkia, telah dibebaskan, tetapi Alkitab memberi tahu bahwa Hizkia membayar upeti yang dituntut oleh Sanherib, sebesar 300 talenta perak dan 30 talenta emas (2 Raja 18:14-16). Tetapi setelah itu Sanherib mengutus suatu panitia yang terdiri dari tiga pembesar untuk mengimbau raja dan rakyat Yerusalem agar menyerah kepadanya dan, akhirnya, bersedia dikirim ke pembuangan. Pesan orang Asiria itu sangat melecehkan kepercayaan Hizkia akan perlindungan Allah. Melalui juru bicaranya, Sanherib membual bahwa Allah akan terbukti tidak berdaya, sama seperti allah-allah negeri-negeri yang telah bertekuk lutut kepada keperkasaan Asiria (2 Raja 18:17-35).

Panitia Asiria itu kembali kepada Sanherib, yang sedang bertempur melawan Libna, karena mendengar orang mengatakan “tentang Tirhaka, raja Etiopia, ‘Ia telah keluar untuk berperang melawan engkau'” (2 Raja 19:8-9). Dalam inskripsinya, Sanherib menyebutkan tentang pertempuran di Eltekeh (± 15 km di sebelah utara barat-laut Ekron), dan mengaku telah mengalahkan bala tentara Mesir dan pasukan “raja Etiopia”. Lalu ia menggambarkan bagaimana ia menaklukkan Ekron dan memulihkan Padi yang telah dibebaskan itu sebagai raja di sana (Ancient Near Eastern Texts, hlm. 287, 288).

Allah Mengalahkan Bala Tentara Sanherib.

Mengenai Yerusalem, Sanherib mengirimkan surat-surat ancaman yang memperingatkan Hizkia bahwa ia masih belum membatalkan tekadnya untuk merebut ibu kota Yehuda itu (Yesaya 37:9-20) Tetapi catatan memperlihatkan bahwa orang Asiria bahkan tidak “melepaskan anak panah ke sana, . . . ataupun mendirikan kubu untuk mengepungnya”. Allah, yang ditantang oleh Sanherib, mengutus malaikat yang, dalam satu malam, membunuh “seratus delapan puluh lima ribu orang di perkemahan orang Asiria”, sehingga Sanherib terpaksa pulang “dengan muka malu ke negerinya sendiri” (Yesaya 37:33-37; 2 Tawarikh 32:21).

Inskripsi Sanherib tidak menyebutkan malapetaka yang dialami pasukannya. Tetapi menurut ulasan Profesor Jack Finegan,
“Mengingat bahwa inskripsi-inskripsi raja-raja Asiria pada umumnya bernada membual, . . . jangan harap Sanherib akan mencatat kekalahan semacam itu” (Light From the Ancient Past, 1959, hlm. 213). Namun, menarik untuk mengamati versi yang dikemukakan Sanherib tentang hal itu, sebagaimana terukir pada apa yang dikenal sebagai Prisma Sanherib yang disimpan di Oriental Institute di University of Chicago. Antara lain, ia mengatakan, “Mengenai Hizkia, orang Yahudi itu, ia tidak tunduk di bawah kuk aku, aku mengepung 46 kotanya yang kuat, benteng-benteng bertembok dan desa-desa kecil yang tak terhitung jumlahnya di daerah sekitarnya, dan menaklukkan (itu semua) dengan membuat jalan landai (dari tanah) yang dipadatkan, dan dengan menggunakan balok-balok penggempur yang didekatkan (ke tembok-tembok) (bersama dengan) serbuan oleh prajurit-prajurit infanteri, (dengan menggunakan) saluran-saluran bawah tanah, membuat celah-celah di tembok, serta pekerjaan penggalian. Aku membawa keluar (dari situ) 200.150 orang, tua dan muda, pria dan wanita, kuda, bagal, keledai, unta, tidak terhitung banyaknya ternak yang besar dan kecil, dan menganggapnya sebagai jarahan. Ia sendiri [Hizkia] kujadikan tahanan di Yerusalem, istananya, seperti burung dalam sangkar. . . . Kota-kotanya yang telah kujarah, kurampas dari negerinya dan kuserahkan (kepada) Raja Mitinti, dari Asdod, Raja Padi, dari Ekron, dan Raja Silibel, dari Gaza. . . . Hizkia sendiri . . . belakangan mengirimkan kepadaku, ke Niniwe, kotaku yang mulia, bersama dengan 30 talenta emas, 800 talenta perak, batu-batu berharga, antimon, potongan-potongan besar batu merah, pembaringan-pembaringan (berhiaskan) gading, kursi-kursi nimedu (berhiaskan) gading, kulit gajah, kayu hitam, kayu pohon Box (dan) segala jenis barang berharga, putri-putrinya (sendiri), selir-selir, musikus-musikus pria dan wanita. Untuk menyampaikan upeti itu dan memberikan hormat sebagai budak, ia mengirim utusan (pribadi)-nya.” Ancient Near Eastern Texts, hlm. 288.

Versi yang bernada membual ini melebih-lebihkan jumlah talenta perak yang dikirimkan, yaitu dari 300 menjadi 800, dan tentu demikian halnya berkenaan dengan perincian lain tentang upeti yang dibayarkan; namun, dalam hal-hal lain, versi ini secara mencolok meneguhkan catatan Alkitab dan menunjukkan bahwa Sanherib tidak mengaku telah merebut Yerusalem. Akan tetapi, patut diperhatikan bahwa Sanherib menyatakan Hizkia membayar upeti itu setelah Asiria mengancam akan mengepung Yerusalem, sedangkan kisah Alkitab menunjukkan bahwa upeti tersebut dibayar sebelumnya. Mengenai alasan pembalikan ini, perhatikan pernyataan yang diberikan dalam Funk and Wagnalls New Standard Bible Dictionary (1936, hlm. 829), ”Akhir kampanye militer Sanherib ini terselubung dan tidak jelas. Apa yang ia lakukan setelah Ekron direbut . . . masih merupakan misteri. Pada bagian ini dalam catatan sejarahnya, S[anherib] menempatkan peristiwa-peristiwa berikut ini, yaitu ia menghukum Hizkia, menyerbu negeri Yehuda, dan mengambil alih daerah dan kota-kota Yehuda. Urutan peristiwa-peristiwa ini adalah bagaikan tirai, untuk menutupi sesuatu yang tidak ingin ia sebutkan.” Catatan Alkitab memperlihatkan bahwa Sanherib bergegas kembali ke Niniwe setelah pasukannya ditimpa malapetaka dari Allah, maka lebih menguntungkan bagi Sanherib untuk menyatakan dalam catatannya yang memuat pembalikan itu, bahwa Hizkia membayar upeti kepadanya di Niniwe melalui utusan khusus. Fakta bahwa inskripsi-inskripsi dan catatan-catatan kuno tidak menyebutkan Sanherib melakukan kampanye militer lebih lanjut ke Palestina, meskipun para sejarawan menyatakan masa pemerintahannya masih berlanjut sampai 20 tahun lagi, tentu merupakan sesuatu yang sangat berarti.

Yosefus, sejarawan Yahudi pada abad pertama M, menyatakan telah mengutip dari catatan Berosus, orang Babilonia (yang diperkirakan hidup pada abad ketiga sM), tentang peristiwa tersebut, yang bunyinya,
“Ketika Senakheirimos kembali ke Yerusalem dari perang melawan Mesir, ia mendapati pasukan di bawah Rapsakes berada dalam bahaya karena suatu tulah, sebab Allah telah menimpakan penyakit yang mematikan ke atas bala tentaranya, dan pada malam pertama pengepungan itu, seratus delapan puluh lima ribu orang binasa bersama para komandan dan perwira mereka” (Jewish Antiquities, X, 21 [i, 5]).
Beberapa komentator berupaya menjelaskan malapetaka ini dengan merujuk kepada kisah yang ditulis oleh Herodotus (II, 141) pada abad kelima SM yang menyebutkan bahwa: “pada suatu malam, sejumlah besar tikus mengerumuni perkemahan orang Asiria dan melahap tabung panah, busur, dan gagang perisai mereka”, sehingga mereka tidak dapat menyerang Mesir. Kisah ini jelas tidak sesuai dengan catatan Alkitab, dan uraian Herodotus tentang kampanye militer Asiria juga tidak selaras dengan inskripsi-inskripsi Asiria. Meskipun demikian, kisah yang ditulis oleh Berosus dan Herodotus memang menggambarkan fakta bahwa pasukan Sanherib secara mendadak mengalami malapetaka dalam kampanye militer ini.

NB : Catatan lengkap dari Herodotus : ketika Sanakharib, raja orang-orang Arab dan Asyur, mengirim sejumlah pasukannya yang besar ke Mesir, dan para pahlawannya semua tidak satupun yang datang untuk menolongnya [yakni, Firaun Sethos‘] . Oleh karena itu, firaun merasa sangat resah; ia masuk ke tempat ibadahnya dan di hadapan patung dewa, ia meratapi nasib malang yang akan segera menimpanya. Sementara menangis ia jatuh tertidur dan bermimpi bahwa dewa datang dan berdiri di sisinya, menyuruhnya agar tidak khawatir, dan sebaliknya pergi dengan berani untuk menemui pasukan-pasukan Arab, yang tidak akan melukainya, karena dewa sendiri akan mengirim orang-orang yang akan menolongnya. Lalu, sambil mengandalkan mimpinya itu, Sethos mengumpulkan orang-orang Mesir yang mau mengikutnya. Tak satupun dari mereka itu adalah para pahlawannya, melainkan para pedagang, tukang, dan orang-orang di pasar, dan bersama-sama mereka berangkat ke Pelusium, yang merupakan pintu masuk ke Mesir, dan di sana mereka mendirikan tendanya. Sementara kedua pasukan saling berhadapan, datanglah pada malam hari sejumlah besar tikus lading, yang memakan semua tempat anak panah dan busurnya, dan mengganyang bahan yang digunakan sebagai perisai mereka. Esok paginya mereka berperang, dan banyak sekali di antara musuh yang gugur, karena mereka tidak mempunyai senjata untuk mempertahankan diri. Hingga hari ini berdirilah di kuil Vulkan, sebuah patung Sethos dari batu, dengan tikus di tangannya, dan sebuah tulisan yang berbunyi demikian “Lihatlah aku, dan belajarnya untuk menghormati para dewa

Akan tetapi, kesulitan yang dihadapi Sanherib belum berakhir karena setelah ia kembali ke Asiria, ia harus memadamkan pemberontakan lain di Babilon, yang dipicu oleh Merodakh-baladan. Kali ini Sanherib mengangkat putranya sendiri, Asyurnadinsyumi, sebagai raja di Babilon. Enam tahun kemudian, Sanherib melakukan kampanye militer melawan orang Elam, tetapi mereka segera membalas dengan menyerbu Mesopotamia. Mereka menangkap Asyurnadinsyumi dan mengangkat raja mereka sendiri di atas takhta Babilon. Selama beberapa tahun setelah itu, mereka berperang untuk memperebutkan kendali atas wilayah itu, hingga akhirnya Sanherib yang menjadi murka melakukan pembalasan atas Babilon dengan meratakannya dengan tanah, suatu tindakan yang tidak ada taranya mengingat bahwa Babilon dianggap sebagai “Kota Suci” di seluruh Mesopotamia. Tahun-tahun yang masih tersisa dalam masa pemerintahan Sanherib tampaknya berlalu tanpa suatu peristiwa besar.

Ada yang berpendapat bahwa Sanherib mati kira-kira 20 tahun setelah kampanye militernya melawan Yerusalem. Angka ini didasarkan atas catatan-catatan Asiria dan Babilonia, yang kurang dapat diandalkan. Bagaimanapun, patut diperhatikan bahwa kisah Alkitab tidak menyatakan bahwa Sanherib mati segera setelah ia kembali ke Niniwe. “Belakangan, dia masuk ke rumah allahnya”, Nisrokh, dan kedua putranya, Adramelekh dan Syarezer, “membunuh dia dengan pedang”, lalu melarikan diri ke tanah Ararat (2 Tawarikh 32:21; Yesaya 37:37, 38). Sebuah inskripsi dari putra yang juga adalah penggantinya, Esar-hadon, meneguhkan hal ini (Ancient Records of Assyria and Babylonia, karya D. Luckenbill, 1927, Jil. II, hlm. 200, 201).

Pekerjaan Pembangunan.

Di bawah pemerintahannya, Sanherib tidak melakukan ekspansi yang berarti atas Imperium Asiria. Akan tetapi, ia memang melaksanakan proyek pembangunan besar-besaran di Niniwe, yang ia bangun sehingga menjadi ibu kota lagi. Istana yang luas yang ia bangun di sana, yang berdiri di atas lahan sepanjang 450 m dan selebar 210 m, adalah suatu kompleks dengan banyak ruangan, bangunan tempat tinggal, dan ruangan yang mewah. Ia mendatangkan air dari tempat yang jauhnya 48 km dan untuk itu ia membangun apa yang dikenal sebagai Akuaduk Yerwan di atas Sungai Gomel. Air ini digunakan untuk mengairi taman-taman dan kebun-kebun, juga untuk mengisi parit besar yang mengelilingi kota, sehingga memperkuat pertahanan kota itu.

Kesimpulan

Menurut Sarapan Pagi :

  1. Catatan sejarah dari Kerajaan Asyur cenderung lebay
  2. Pada kasus dengan Mesir, dari sisi Asyur sama sekali tidak menyebut kekalahan dari Mesir. (Sekarang tinggal prasasti mana yang anda percayai)
  3. Sanherib tidak disebutkan kalau merebut Yerusalem. Cuma dicatat kalau dia mengurung.
  4. Ada kemungkinan kalau yang di Prisma Sanherib itu adalah Pengepungan yang pertama (2 Raja – raja 18:14)

Leave a Comment

You cannot copy content of this page