Sekte Basilides

Pendahuluan

Pada abad – abad awal dalam kekristenan, muncul banyak sekali ajaran sesat. Salah satu ajaran sesat yang terkenal adalah ajaran Basilides.

www.sarapanpagi.org/ajaran-bidat-basilides-yesus-diserupakan-saat-penyaliban-vt11705.html

Basilides adalah tokoh golongan Gnostik, walaupun ia seorang Kristen. Balisides mengajar di Alexandria pada paru awal abad ke 2 (tahun 117-138 Masehi).

Ajaran Besilides jelas menyangkal bahwa Yesus Kristus benar-benar datang sebagai manusia, tetapi kedatangan Yesus dipercaya hanyalah sebagai suatu penampakan yang dapat dilihat. Konsep ini sejalan dengan Doketisme. Doketisme merupakan sebuah istilah yang menyatakan bahwa Yesus Kristus tidak sungguh-sungguh manusia, melainkan hanya tampak sebagai manusia. Kata ini berasal dari bahasa Yunani dokein yang berarti tampak atau kelihatannya. Doktrin ini mempertahankan bahwa Yesus Kristus hanya tampaknya saja mempunyai tubuh. Titik tolak pemahaman ini adalah pandangan bahwa materi itu jahat, penyebab dosa dan tidak dapat dipersatukan dengan Putra Allah menjadi satu pribadi. Segala sesuatu yang bersifat daging adalah jahat dan dapat mati sedangkan segala sesuatu yang bersifat ilahi adalah baik dan tidak dapat mati. Bagi kaum Doketis, Yesus Kristus yang merupakan Juruselamat berasal dari keberadaan ilahi sehingga tidak mungkin benar-benar manusia. Artinya, ajaran Doketisme menyangkal penderitaan Yesus Kristus dan penyaliban-Nya, sebab sesuatu yang Ilahi tidak mungkin menjadi daging (flesh and blood) yang merupakan bagian dari dunia materi yang jahat, bobrok dan lemah dimana terdapat cacat cela dan kematian. Ajaran doketisme kaum Basilides jelas adalah salah satu varian ajaran antikristus seperti halnya Ebionitisme, Cerinthianisme, Collydrianisme (Maryamiya), dan Arianisme, karena menolak Yesus Kristus telah datang menjadi manusia.

Tetapi Alkitab dengan tegas mengecam konsep berpikir Doketisme, saat hasrat ajaran ini secara tidak langsung dikatakan oleh rasul Petrus dan Yesus menegor Petrus dengan berkata bahwa apa yang sedang dia pikirkan dan katakan itu merupakan hasrat Iblis.

Dari pengamatan rohani-Nya yang dalam, Tuhan Yesus dapat menangkap sinyal bahwa pemikiran Petrus yang terucap dalam perkataannya itui dipengaruhi Iblis ((SATANAS), dari kata Ibrani שָׂטָן – SATAN : musuh, penentang, penuduh, pendakwa). Pemikiran yang bagaimana?

“Pemikiran rohaninya yang egois yang hanya mementingkan kepuasan diri sendiri, bukan kehendak Bapa Sorgawi.” Petrus dan kawan-kawannya telah meninggalkan segalanya mengikut Yesus (Matius 19:27) dan menaruh harapan pada Yesus – saat itu Yesus menyatakan bahwa Dia akan alami penderitaan, ditolak dan dibunuh ; namun tak terlihat tanda-tanda Yesus mampu dan mau menyelamatkan diri-Nya dengan mujizat-Nya. Dalam pikiran Petrus – jika demikian “Kami yang telah meninggalkan segalanya dan mengikut Kristus, ‘kan rugi besar’ ? Dan itu akan mempermalukan dirinya, sebab sang Guru rupanya tidak mampu menghadapi kekerasan musuh yang ingin menangkap dan membunuh-Nya” Pikiran semacam ini adalah pikiran yang dipengaruhi si pendakwa (DIABOLOS), yaitu pemikiran si Iblis. Maka, Tuhan Yesus menghardik perkataan Petrus, “Iblis, menyingkirlah ke belakang-Ku, jangan halangi Aku. Sebab Aku mementingkan kehendak Bapa!”

Besilides mengajarkan bahwa Nous (salah satu Ilah dalam ajaran Gnosktik yang disebut ‘Pikiran’ / ‘Akal Budi’) yang berasal dari bapa diutus ke dalam dunia materi yang diciptakan oleh malaikat-malaikat. Dan untuk menghancurkan kuasa dunia materi yang bobrok ini yang menguasai tubuh jasmaniah yang lemah ini, Nous yang disebut ‘Kristus’ tampil di bumi sebagai seorang manusia dihadapan bangsa-bangsa dari kuasa dunia materi ini dan dia membuat banyak mijizat. Dan dikatakan pula, oleh karena maksud itu, dia tidak mengalami penderitaan dan disalib, tetapi yang mengalami penderitaan dan penyaliban adalah orang lain yang bernama Simon dari Kirene. Simon lah yang dipaksa untuk menggantikan Yesus, lalu Simon diserupakan/diubah menjadi Yesus agar dia dianggap sebagai Yesus dan disalibkan karena ketidaktahuan dan pelanggaran, sementara Yesus menerima wujud Simon dan menertawai mereka sambil berdiri dari kejauhan kepada orang-orang yang percaya bahwa yang menderita dan disalib itu adalah Yesus (Nous dari bapa).

But the father without birth and without name, perceiving that they would be destroyed, sent his own first-begotten Nous (he it is who is called Christ) to bestow deliverance on those who believe in him, from the power of those who made the world. He appeared, then, on earth as a man, to the nations of these powers, and wrought miracles. Wherefore he did not himself suffer death, but Simon, a certain man of Cyrene, being compelled, bore the cross in his stead; so that this latter being transfigured by him, that he might be thought to be Jesus, was crucified, through ignorance and error, while Jesus himself received the form of Simon, and, standing by, laughed at them. sumber: Againts Heresies (Melawan ajaran-ajaran sesat) Buku Pertama BAB 24 paragraf 4

Setelah peristiwa itu, diceritakan juga bahwa dikarenakan kuasa Nous dari bapa tidak berwujud, dia mampu mengubah dirinya manurut kemauannya, lalu naik terangkat kembali kepada dia yang mengutusnya. Jadi bagi para penganut sekte ini, adalah bukan sesuatu kewajiban untuk mengakui dia yang disalibkan, tetapi dia yang telah telah datang dalam wujud seorang manusia dan yang dianggap telah disalibkan, dialah Yesus yang telah diutus bapa dan dengan kesempatan ini, dia menghancurkan pekerjaan-pekerjaan dari pencipta-pencipta dunia materi yang penuh lemahan dan bobrok ini.

For since he was an incorporeal power, and the Nous (mind) of the unborn father, he transfigured himself as he pleased, and thus ascended to him who had sent him, deriding them, inasmuch as he could not be laid hold of, and was invisible to all. Those, then, who know these things have been freed from the principalities who formed the world; so that it is not incumbent on us to confess him who was crucified, but him who came in the form of a man, and was thought to be crucified, and was called Jesus, and was sent by the father, that by this dispensation he might destroy the works of the makers of the world. sumber: Againts Heresies (Melawan ajaran-ajaran sesat) Buku Pertama BAB 24 paragraf 4

Komentar Santo Irenaeus ttg Basilides (Adversus Haeresis, Buku 1, Pasal 24:4)

Tetapi Sang Bapa yang tidak kelahiran dan tanpa nama, merasa umat manusia akan binasa, karena itu Dia mengirimkan Nous-nya yang pertama (yang disebut Kristus) untuk membebaskan mereka yang percaya kepadanya dari kuasa ilahi yang membuat dunia. Lalu Dia muncul di bumi sebagai manusia, dan depan bangsa – bangsa dari kekuatan ini Dia membuat mujizat. Karena itu, Yesus sendiri tidak menderita kematian, tetapi Simon dari Kirene yang dipaksa untuk memikul salin sebagai ganti Dia, sehingga dia diubah rupa olehnya hingga dianggap Yesus, dan disalibkan karena ketidaktahuannya dan kesalahan, padahal Yesus diserupakan wajahnya seperti Simon Kirene dan berdiri di sampingnya, menertawakan mereka.

Hal yang istimewa dari Sekte Basilides

Yang paling menonjol dari sekte Basilides adalah adanya doktrin bahwa yang disalibkan bukan Yesus, tapi orang lain yang diserupakan dengan Yesus. Sekte Basilides percaya yang diserupakan adalah Simon Kirene

Leave a Comment

You cannot copy content of this page