Apa Yesus pernah ngomong : Aku Tuhan, sembah aku ?

Pertanyaan ini menjadi sangat terkenal karena Zakir Naik menanyakannya di depan umum.

Jawaban Pendek

Yesus di Perjanjian Baru pernah mengatakan bahwa dia Tuhan

Di Yohanes 13:13 : Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu.

Tapi saya tahu jawaban sederhana model kayak gini akan tetapi dicari – cari kesalahannya.

Jawaban dengan Logika.

Untuk memahami jawaban dengan logika, tentu dibutuhkan logika yang sehat.

Jawab : Yesus tidak akan mungkin disalib kalau dia tidak mengaku dia adalah Tuhan.

Yang dilakukan Yesus pada zaman itu pada dasarnya adalah penistaan agama, maka dia dihukum dengan disalib. Kita liat contoh pada kasus ahok, maka kita liat video singkat di bawah ini.

Contoh berita mengenai Ahok diancam dibunuh : https://megapolitan.okezone.com/read/2016/10/07/338/1508403/jika-di-pakistan-atau-india-ahok-sudah-dibunuh.

Jadi admin ulangi, Kalau Yesus tidak mengaku dia adalah Tuhan, maka dia tidak akan disalib.

Yang menjadi pokok persoalan adalah : Di mana Yesus mengaku dia adalah Tuhan ?

Yesus mengaku sebagai Tuhan

Yesus mengaku sebagai Tuhan pernah admin tulis sebagai bagian dari Trinitas, akan tetapi di sini admin akan lebih fokus menjawab pertanyaan :”Di mana Yesus mengaku sebagai Tuhan ?’

Ehye Asyer Ehye – Eigo Eimi

Rangkuman

Yesus mengucapakan Ego Eimi (Yunani) yang merupakan terjemahan septuaginta dari Ehyeh Asyer Ehyeh. Kata – kata ini adalah kata – kata yang diucapkan Tuhan kepada Musa di gunung Horeb dalam teofani di dalam semak duri yang menyala (tapi tidak terbakar).

Dengan kalimat ini, Yesus menyamakan dirinya dengan YHWH.

Zakir Naik yang bukan orang Yahudi pasti tidak memahami ini.

Sebagai tambahan, kata Ani Hu di dalam kitab OJB (Orthodox Jewish Bible) tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Pengakuan Yesus sbg YHWH

www.sarapanpagi.org/akulah-i-am-ani-hu-ego-eimi-vt2829.html

Keluaran 3:14

“Akulah” (Inggris : “I AM”, Yunani : “εγω ειμι – EGÔ EIMI”, Ibrani : אֲנִי־הוּא – “ANI HU” , harfiah : Aku ada, Akulah Dia) Yohanes mencatat sejumlah ucapan Tuhan Yesus “EGÔ EIMI” dengan rujukan atribut-atribut yang dimiliki YHVH, “EGÔ EIMI” ini memiliki fungsi sangat penting dalam penyataan-Nya sebagai inkarnasi Allah, yakni: “Aku adalah/ Aku ada/ Akulah”. Ucapan ini mempunyai pengertian ilahi, karena ungkapan “Aku adalah” digunakan Perjanjian Lama sebagai penggambaran Allah ketika Dia menyatakan diri-Nya kepada Musa, “AKU ADALAH AKU”:

Keluaran 3:14
LAI TB, Firman Allah kepada Musa: AKU ADALAH AKU Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.”
KJV, And God said unto Moses, I AM THAT I AM: and he said, Thus shalt thou say unto the children of Israel, I AM hath sent me unto you.

Septuaginta (LXX), και ειπεν ο θεος προς μωυσην εγω ειμι ο ων και ειπεν ουτως ερεις τοις υιοις ισραηλ ο ων απεσταλκεν με προς υμας
Translit, KAI EIPEN HO THEOS PROS MÔUSÊN EGÔ EIMI HO ÔN KAI EIPEN AUTÔS EREIS TOIS HUIOIS ISRAÊL HO ÔN APESTALKEN ME PROS HUMAS

Hebrew,
וַיֹּאמֶר אֱלֹהִים אֶל־מֹשֶׁה אֶהְיֶה אֲשֶׁר אֶהְיֶה וַיֹּאמֶר כֹּה תֹאמַר לִבְנֵי יִשְׂרָאֵל אֶהְיֶה שְׁלָחַנִי אֲלֵיכֶם׃
Translit interlinear, VAYO’MER {dan Dia berfirman} ‘ELOHIM {Allah} ‘EL-MOSHEH {kepada Musa} ‘EHYEH {Aku akan ada} ‘ASHER {yang} ‘EHYEH {Aku akan ada} VAYO’MER {dan Dia berfirman} KOH {demikian} TO’MAR {engkau harus berkata} LIVENEY {kepada anak-anak} YI’RA’EL {Israel} ‘EHYEH {Aku akan ada} SHELAKHANI {mengutus aku} ‘ALEYKHEM {ke atas kalian}

Melalui penyataan inilah Allah menuntun bangsa Israel keluar dari tanah Mesir menuju tanah Kanaan (lihat artikel terkait : Nama TUHAN : AKU ADALAH AKU – ‘EHEYEH ‘ASYER ‘EHEYEH, di http://www.sarapanpagi.org/nama-tuhan-a … .html#p971 )

Perkataan “AKULAH” (Inggris : “I AM”, Yunani : “εγω ειμι – EGÔ EIMI”, Ibrani : אֲנִי־הוּא – “ANI HU”) senantiasa diucapkan oleh YHVH ‘ELOHIM saja dan dikaitkan erat dengan ungkapan lain yang dipakai Allah untuk menyalakan diri-Nya, khususnya dengan frasa “ANI YHVH” (PB. Harner, The “I am” of the Fourth Gospel, 1970, hlm. 7,14) berkata:

Yesaya 41:4

“Frase ‘ANI HU’ dalam Deutero-Yesaya senantiasa diucapkan oleh YHVH. Pernyataan ini hanya dapat diucapkan oleh Allah sendiri, Jika ada orang lain. yang mengungkapkan kata-kata ini, maka ia menyombongkan dirinya, mencoba menyamakan dirinya dengan YHVH, atau menggantikan-Nya, Salah satu contoh untuk ini terdapat dalam Yesaya 47:8,10 di mana Babel dengan sombong berkata ‘Aku ada, tiada yang lain disampingku!”

Menarik sekali, Yesaya di sini memakai sepatah kata saja (‘ANI) untuk menyatakan “Aku ada”. Jelaslah ia memperhadapkan penyataan Babel itu dengan ‘ANI HU’ yang diucapkan YHVH namun ia tidak membiarkan seorang pun kecuali YHVH memakai frasa tersebut.

Yesaya 41:4
LAI TB, Siapakah yang melakukan dan mengerjakan semuanya itu? Dia yang dari dahulu memanggil bangkit keturunan-keturunan, Aku, TUHAN, yang terdahulu, dan bagi mereka yang terkemudian Aku tetap Dia juga.”
KJV Who hath wrought and done it, calling the generations from the beginning? I the LORD, the first, and with the last; I am he.

Hebrew
מִֽי־פָעַל וְעָשָׂה קֹרֵא הַדֹּרֹות מֵרֹאשׁ אֲנִי יְהוָה רִאשֹׁון וְאֶת־אַחֲרֹנִים אֲנִי־הֽוּא׃
Translit., MI {siapakah} -FA’AL {Dia yang melakukan} VE’ASAH {dan Dia yang mengerjakan} QORE HADOROT {hal-hal} MEROSH {dari sejak mulanya} ANI YHVH {Akulah YHVH, ‘Adonay} RISHON {yang terdahulu} VE’ET-AKHARONIM {dan yang kemudian} ANI HU’ {Akulah Dia}

Septuaginta (LXX), τίς ἐνήργησεν καὶ ἐποίησεν ταῦτα ἐκάλεσεν αὐτὴν ὁ καλῶν αὐτὴν ἀπὸ γενεῶν ἀρχῆς ἐγὼ θεὸς πρῶτος καὶ εἰς τὰ ἐπερχόμενα ἐγώ εἰμι
Translit interlinear, TIS {siapakah} ENÊRGESEN {yang menggerakkan kekuatan} KAI {dan} EPOIÊSEN {melakukan} TAUTA {hal-hal ini} EKALESEN {Dia memanggil} AUTÊN {-nya} HO KALON {orang yang dipanggil} AUTÊN {-nya} APO {dari} GENEON {keturunan/ generasi} ARKHÊS {yang terdahulu} EGÔ {Akulah} THEOS {Allah} PROTOS {Yang Terdahulu} KAI {dan} EIS {pada} TA EPERKHOMENA {Yang Kemudian/ Yang Akan datang} EGÔ EIMI {Akulah}

Kita perhatikan, frase “Akulah Dia” kadang-kadang muncul dalam bentuk “Akulah TUHAH”alau “Aku tetap Dia” (misalnya dalam Yesaya 41:4, 43:10,13). Dalam Yesaya 51:12 frase ini (‘Akulah, Akulah yang .. .’) muncul dalam konteks yang sama dengan frase ‘Akulah TUHAN Allahmu’ (ayat 5) dan dalam Yesaya 46:4 “Aku tetap Dia” diikuti dengan frasa “Akulah Allah” dalam ayat 9. Dalam Yesaya 48:12 frasa ini terdapat dalam kalimat yang hampir sama dengan kaimat dalam Yesaya 41:4 yang memakai kedua frasa “Aku TUHAN” ([color=blue]ANI YHVH) dan “Aku tetap Dia” (ANI HU). Semua ini menunjukkan, bahwa Yesaya memakai frasa “Akulah Dia” sebagai bentuk singkat dari ungkapan lain, khususnya dari “Akulah YHVH”. Dengan frasa singkat itu ia meringkaskan segala sesuatu yang terkandung dalam ungkapan yang lebih panjang.”

Yohanes 1:11,14

Sangat mengesankan, Tuhan Yesus menyebut diri-Nya sendiri dengan suatu ungkapan dalam Kitab Yesaya yang hanya digunakan untuk Allah sendiri. Memang kata Yunani “εγω ειμι – EGÔ EIMI” tidak dipakai hanya oleh Tuhan Yesus saja dalam Injil Yohanes (lihat ayat 9:9). Namun cara Tuhan Yesus memakai ungkapan itu begitu erat menyamakan diri-Nya dengan karya penyelamatan YHVH, sebab yang diucakan Tuhan Yesus itu adalah “ANI HU” dalam bahasa Ibraninya, dengan mengucapkan ini, Yesus Kristus di hadapan orang-orang Israel bahkan menyamakan diri-Nya dengan YHVH sendiri, sehingga istilah Yunani di naskah PB: “EGÔ EIMI” itu searti dengan ucapan “Aku dan Bapa adalah satu” (Yohanes 10:30). Orang Yahudi memahami bahwa dengan berkata demikian Yesus menyamakan diri-Nya dengan Allah (Yohanes 10:33), sehingga mereka hendak melempari Dia dengan batu. Reaksi ini menegaskan kepada pembaca bahwa orang Yahudi itu memahami kata-kata dalam Yohanes 8:5 dengan cara yang sama. Dalam Kitab Yesaya frasa ANI HU diucapkan TUHAN untuk menyatakan hak-Nya yang eksklusif atas umat-Nya. Karena jika ada orang yang mengutip frasa tersebut dalam konteks seperti itu dan menyebut dirinya demikian, maka orang itu menyombongkan diri secara keterlaluan. Demikianlah penilaian orang Yahudi terhadap ucapan Yesus, Tetapi dalam sudut pandangan Injil Yohanes, bukanlah Yesus yang menyamakan diri-Nya dengan Allah, melainkan sebaliknya: Firman yang pada mulanya bersama-sama dengan Allah dan adalah Allah telah menjadi manusia (sarx egeneto) :

Yohanes 1:1, 14
1:1 LAI TB, Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

TR, εν αρχη ην ο λογος και ο λογος ην προς τον θεον και θεος ην ο λογος
WH, εν αρχη ην ο λογος και ο λογος ην προς τον θεον και θεος ην ο λογος
Translit interlinear, en {pada} arkhê {permulaan} ên {Dia adalah} ho logos {Firman itu} kai {dan} ho logos {Firman itu} ên {Dia adalah} pros {ke arah, (sehakekat melekat)} ton theon {Allah itu} kai {dan} theos {Allah} ên {(Dia adalah) adalah} ho logos {Firman itu}

Ha-Berit,
בְּרֵאשִׁית הָיָה הַדָּבָר וְהַדָּבָר הָיָה אֵת הָאֱלֹהִים וֵאלֹהִים הָיָה הַדָּבָר׃
Translit interlinear, BERESHIT {pada mulanya} HAYAH {adalah} HADAVAR {Firman} VEHADAVAR {dan Firman itu} HAYAH {adalah} ‘ET HA’ELOHIM {Allah} VEHA’ELOHIM {dan Allah} HAYAH {adalah} HADAVAR {Firman itu}

1:14 LAI TB, Firman itu telah menjadi manusia, dan diam (ber-SHEKHINAH/ ber-TABERNAKEL) di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
KJV, And the Word was made flesh (SARX), and dwelt among us, (and we beheld his glory, the glory as of the only begotten of the Father,) full of grace and truth.

TR, και ο λογος σαρξ εγενετο και εσκηνωσεν εν ημιν και εθεασαμεθα την δοξαν αυτου δοξαν ως μονογενους παρα πατρος πληρης χαριτος και αληθειας
Translit. interlinear, kai {adapun} ho {itu} logos {Firman} sarx {daging} egeneto {telah menjadi,} kai {dan} eskênôsen {berdiam} en {diantara} hêmin {kita,} kai {(bahkan)} etheasametha tên {kita telah melihat} doxan autou {kemuliaanNya,} doxan {kemuliaan} hôs {sebagai} monogenous {Yang Tunggal/ Yang Unik} para {dari} patros {Bapa,} plêrês {penuh} kharitos {dengan anugerah} kai {dan} alêtheias {kebenaran.}

Ha-Berit,
וְהַדָּבָר נִהְיָה בָשָׂר וַיִּשְׁכֹּן בְּתוֹכֵנוּ וַנֶּחֱזֶה כְבוֹדוֹ כִּכְבוֹד בֵּן יָחִיד לְאָבִיו רַב־חֶסֶד וֶאֱמֶת׃
Translit interlinear, VEHADAVAR {dan Sang Firman} NIH’YAH {Dia menjadi} VASAR {daging} VAYISH’KON {dan Dia ber”Kemah”, Dia ber-Tabernakel, Dia ber”Shekinah”, Dia berdiam, Verb Qal Imperfect 3rd Mas. Sing.} BETOKH’ENU {di antara kita} VANEKHEZEH {dan biarlah kita akan melihat} KHEVODO {kemulian-Nya} KIKHEVOD {yaitu kemuliaan} BEN {Putera} YAKHID {Yang Tunggal} LE’AVIV {dari Bapa} RAV {melimpah} -KHESED {kasih-karunia} VE’EMET {dan kebenaran}

Yohanes 8:58

Karena dalam Injil Yohanes, kata-kata tersebut diucapkan oleh Tuhan Yesus, maka setidaknya itu berarti bahwa jemaat penganut ajaran Yohanes memandang kata-kata itu bukan hanya sebagai pengakuan mereka saja, melainkan sebagai kebenaran mengenai jati diri Yesus Kristus. Dari segi Kristologi Yohanes, Yesus Kristus adalah unik, bukan karena apa yang Allah lakukan melalui Dia sebagai manusia, melainkan karena Ia sendiri bersifat ilahi. Yohanes 8:58 berbicara tentang kodrat ilahi Yesus yang ada sebelum Abraham ada. Perkataan PRIN ABRAAM GENESTHAI EGÔ EIMI dalam Yohanes 8:5 yang membuat orang Yahudi marah sekali dan perkataan ini masih sangat dibenci oleh orang Yahudi dan orang Islam masa kini, karena kata-kata itu menyamakan hakikat Yesus dengan hakikat Allah, Mereka menolak keras pandangan bahwa Allah menjadi manusia; seseorang menyamakan diri dengan Allah dianggap menghujat Allah.

Yohanes 8:58
LAI TB, Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”
KJV, Jesus said unto them, Verily, verily, I say unto you, Before Abraham was, I am.

TR, ειπεν αυτοις ο ιησους αμην αμην λεγω υμιν πριν αβρααμ γενεσθαι εγω ειμι
Translit. interlinear, eipen {berkata} autois {kepada mereka} ho iêsous {Yesus} amên {sesungguhnya} amên {sesungguhnya} legô {Aku berkata} humin {kepadamu} prin {sebelum} abraam {Abraham} genesthai {ada/ menjadi/ eksis (lahir)} egô {Aku} eimi {Ada}.

OJB, Rebbe, Melech HaMoshiach said to them, Omein, omein, I say to you, before Avraham came into being, Ani Hu. [SHEMOT 3:4; 6:3; YESHAYAH 41:4; 43:10,13]
Haberit,
וַיֹּאמֶר אֲלֵיהֶם יֵשׁוּעַ אָמֵן אָמֵן אֲנִי אֹמֵר לָכֶם בְּטֶרֶם הֱיוֹת אָבְרָהָם אֲנִי הָיִיתִי׃
Translit. interlinear, VAYOMER {dan Dia berkata} ‘ALEYHEM {kepada mereka} YESHUA {Yesus} ‘AMEN {sesungguhnya} ‘AMEN {sesungguhnya} ‘ANI {Aku} ‘OMER {Aku berkata} LAKHEM {kepada kalian} BETEREM {sebelum} HEYOT {keberadaan dari} ‘AV’RAHAM {abraham} ‘ANI {Aku} HAYITI {Aku telah ada}

Lihat bahasan dalam artikel : YESUS ADA SEBELUM ABRAHAM, di http://www.sarapanpagi.org/yesus-ada-se … html#p1439

Acuan kepada ANI HU dalam Kitab Yesaya menyangkut penyamaan diri Yesus dengan perkataan, karya dan hakikat Allah.

Beberapa ahli berpendapat, kata-kata ini hanya mencerminkan pengakuan iman jemaat Kristen mula-mula. Pendapat ini tidak hanya menyangkal kebenaran kata-kata itu sebagai kesaksian tentang Yesus, tetapi juga mengabaikan bahwa jemaat penganut Yohanes meyakini hakikat Yesus Kristus sama dengan Allah. Bagi penulis Injil Yohanes inkarnasi bukanlah mitos dan tidak hanya menyatakan apa yang mereka lihat tentang Allah dalam diri Yesus Kristus, Firman menjadi manusia bukan hanya suatu tafsiran tentang makna Yesus {demikianlah pendapat M Wiles, Christianity Without Incarnation, 1977, hlm 2), melainkan sungguh-sungguh makna Yesus sendiri seandainya Anak itu tidak datang dan diam di antara Manusia, maka Bapa tidak akan dinyatakan (Yohanes l: 14,18). Bagi Yohanes, Anak itu dapat menyatakan Bapa bukan hanya karena Ia ada dalam pangkuan Bapa, melainkan karena Ia adalah Firman yang pada mulanya ada bersama-sama dengan Allah. Singkatnya, Ia adalah Allah. Penyamaan Yesus dengan Allah secara hakiki (ontologis), merupakan dasar bagi pemakaian ucapan EGÔ EIMI yang dikemukakan di atas.

Penyamaan ini merupakan dasar kristologi Yohanes, Willes mengatakan, “inkarnasi tidak langsung dinyatakan dalam Alkitab”. Pendapat ini salah sama sekali (bandingkan Yohanes 1:1 dan 1:14) kecuali bila yang dimaksudkan ialah bahwa inkarnasi tidak diungkapkan dalam Alkitab sebagai rumusan pengakuan gereja. Bahkan pengecualian ini juga tidak benar seluruhnya mengingat apa yang dikatakan dalam Ibrani 1:2 dan Filipi 2:6. Menurut Wiles (hlm. 4) “Injil yang keempat (yang paling mendekati ajaran ini) juga tidak menegaskan ajaran tentang inkarnasi yang diterima pada abad.-abad kemudian. Sebaliknya dalam bagian akhir Injil Yohanes, Tomas mengaku Yesus sebagai “Tuhan dan Allahku” dan Yesus Kristus menerima pengakuan itu (Yohanes 20:28).

Wiles memahami Injil Yohanes “dengan cara yang tidak historis belaka”. Yang membuatnya berpendapat demikian adalah kedua pernyataan Yesus: Ia satu dengan Bapa dan Dia ada sebelum Abraham . Bagi Wiles ini berarti “implikasi-implikasi Injil Yohanes bagi ajaran Kristen mungkin berbeda sekarang dengan apa yang dipahami oleh jemaat Kristen mula-mula”. Ini menandakan bahwa Wiles memahami implikasi kristologi Yohanes, yang bersifat hakiki (ontologis), bukan hanya bersifat fungsional. Dengan ucapan-ucapan EGÔ EIMI, Tuhan Yesus mengungkapkan sesuatu yang hanya boleh diungkapkan oleh Allah. Kata-kata Yesus Kristus ini bukan penyombongan diri, melainkan justru membuktikan kesamaan hakikat Yesus Kristus dan hakikat Allah. Ini didukung oleh kenyataan bahwa ucapan-ucapan Tuhan Yesus dalam Injil Yohanes sering mengambil bentuk yang mengingatkan ucapan-ucapan YHVH dalam Kitab Yesaya.

Hanya YHVH saja Allah

Frasa ANI HU mempumyai makna bahwa hanya YHVH saja Allah, kontras dengan ilah-ilah yang disembah bengsa-bangsa lain. Menurut PB Harner, The “I am” of the Fourth Gospel, 1970, hlm. 8:

“Penegasan tentang monoteisme yang menyisihkan ilah-ilah lain merupakan tema besar Deutero-Yesaya yang diungkapkan dengan berbagai cara … Secara eksplisit ia menegaskan, tidak ada illah kecuali YHVH” (Yesaya 44:6,8; 45:5,6,18,21,22; 46:9).

Seperti yang dikemukakan di atas, ucapan-ucapan “AKULAH” dalam Injil Yohanes sengaja mengacu kepada ucapan-ucapan yang serupa dalam Kitab Yesaya. Perlu diperhatikan, Yesus Kristus bukan hanya disamakan dengan Allah, tetapi juga mengambili alih suatu frasa, yang menyisihkan ilah-ilah lain. Dalam uraian tentang Yesaya 41:4, RN Whybray, Isaiah 40-66, 1975, hlm. 61 mengemukakan:

“Sejak awal sejarah YHVH berkarya. dan Ia juga adalah ‘yang pertama’, Ia tidak diturunkan dari ilah-ilah lain sebagaimana ilah-ilah Babel merupakan keturunan dari ilah-ilah sebelumnya. Hanya YHVH saja yang tidak mempunyai silsilah (bandingkan Yesaya 43:10). YHVH adalah juga ang terakhir; Ia akan tetap sebagai Allah kelika generasi manusia yang terakhtir berakhir. Agama Babel dan agama-agama lain dari Timur Tengah tidak mempunyai pernyataan seperti itu. Dalam agama politeis pernyataan demikian itu tidak terbayangkan. Bahkan dalam sejarah agama Israel hal itu belum pernah dinyatakan begitu jelas seperti dalam. Kitab Yesaya, seperti yang diiperlihatkam. dari perikop-perikop lain, ‘AKULAH DIA’ dipakai oleh Deutero-Yesaya khusus untuk menyatakan keyakinan bahwa YHVH-lah Allah satu-satunya.”

Sama seperti ucapan-ucapan ‘AKULAH DIA’ dalam Kitab Yesaya, ucapan-ucapan EGÔ EIMI dalam Injil Yohanes menyatakan bahwa Allah adalah Yang satu-satunya. Ini tampak dari pernyataan Yesus dalam ucapan-ucapan “AKU ADALAH” yang diikuti dengan predikat, Yesus Kristus mengatakan Dialah Jalan satu-satunya bagi mereka yang mau datang kepada Bapa (Yohanes 14:6). Ia memakai gagasan dari Perjanjian Lama ketika Ia menyatakan diri-Nya sebagai Gembala Yang Baik dan Pokok Anggur yang Benar; tidak ada orang lain yang dapat memakai gelar-gelar itu. Semua orang yang datang sebelum Dia adalah pencuri dan perampok, tetapi Dia adalah pintu dan barang siapa yang masuk melalui Dia akan selamat (Yohanes 10:8,9). Perkataan “kamu akan mati dalam dosamu” (Yohanes 8:24) menunjukkan hanya Tuhan Yesus yang dapat mengampuni dan pengampunan itu terjadi hanya melalui kepercayaan kepada Dia sebagai Yang sama dengan Allah.

Bahasa seperti itu dan khususnya dalam rumusannya menurut Pengakuan Iman Nicea, “berarti Allah dapat dikenal dan ditanggapi hanya melalui Yesus Kristus dan dengan demikian segala hidup keagamaam diluar kepercayaan Yahudi-Kristen berada diluar tingkupan penyelamatan oleh Allah” (J Hick, Jesus and The World Religion 1977, hlm. 174). Hick sendiri menolak teologi seperti ini, dengan alasan agama Kristen pada masa kini harus berhadapan dengan agama-agama lain.Namun Hick menganggap Injlil Yohanes ditulis di Efesus menjelang akhir abad pertama. Jika ini benar, maka Injil Yohanes ditujukan kepada jemaat yang sudah biasa berhadapan dengan agama-agama lain dalam situasi yang hampir sama dengan masa kini Yohanes tidak memandang Kristus sebagai semacam ilah yang mengambil alih kedudukan ilah-ilah lain di Efesus dan Asia Kecil, sehingga seperti yang dikatakan Hick dalam bukunya:

“Keselamatan dalam semua agama dilaksanakan oleh Logos. seiap bangsa memakai lambang-lambang yang berbeda-beda, namun semua orang dalam budaya dan agama yang berbeda dapat bertemu. dengan Logos itu dan memperoleh keselamatan.

Justru sebaliknya Yohanes menggambarlan Kristus sebagai seorang yang menyebut diri-Nya sendiri dengan kata-kata yang hanya dipakai untuk YHVH yaitu: YHVH saja Allah satu-satunya, bukan ilah-ilah bangsa-bangsa lain, Sungguh ironis, Hick justru memakai istilah Logos untuk Kristus yang diciptakan oleh imajinasinya itu, padahal Logos merupakan istilah yang langsung menyatakan kesamaan hakikat Yesus dengan Allah.

YHVH sebagai Tuhan sejarah

Frasa ANI HU menggambarkan YHVH sebagai Tuhan atas sejarah, karena itu merupakan seruan untuk percaya kepada Dia sebagai penebus Israel (bandingkan PB. Harner, The “I am” of the Fourth Gospel, 1970, hlm. 9, 13) berkata:

“Bagi Deutero-Yesaya kepercayaan kepada Allah sebagai TUHAN atas sejarah berkaitan erat dengan pernyataan bahwa hanya Dia saja Allah. Keyakinan akan kuasa YHVH atas sejarah ini dinyatakan secara khusus dalam keyakinan sang nabi bahwa YHVH akan segera menebus Israel dan memulangkan mereka pelang ke tanah air mereka, Gagasan-gagasan ini terjalin dalam beberapa perikop” (Yesaya 44:6-8; 45:1-8; 46:5-13).

Salah satu tugas Deutero-Yesaya adalah menguatkan iman orang-orang buangan di Babel. Ia meyakinkan mereka bahwa YHVH akan segera membawa mereka kembali ke negeri mereka. Ia adar, banyak orang menggangap YHVH tak berdaya, sebab raja Babel telah menghancurkan Rumah Allah di Yerusalem, Lalu membawa banyak orang Israel ke pembuangan. Dalam konteks yang memerlukan pemulihan iman ini, Yesaya menggambarkan YHVH menyebut diri-Nya sebagai ‘AKU TETAP DIA'”

Nubuat-nubuat itu menggambarkan saat, ketika TUHAN sendiri akan menebus umat-Nya dan membawa mereka pulang ke negeri mereka sendiri, TUHAN saja yang dapat berbuat demikian, karena Dialah Pencipta dan juga TUHAN atas sejarah. Ilah-ilah Babel tidak dapat berbuat demikian. Ketika Yesus Kristus berkata “AKULAH DIA” seperti yang terdapat dalam Kitab Yesaya, Ia tidak hanya menyamakan diri dengan Allah Israel yang esa dan sejati, tetapi juga menyatakan bahwa hari penyelamatan itu sedang digenapi dalam Dia.

Gambaran Yohanes tentang Yesus langsung bertolak belakang dengan pandangan Hick. Menurut Yohanes ,Yesus terlebih dahulu menyatakan diri-Nya sama dengan Allah, baru kemudian Dia disembah sebagai Allah, bukan sebaliknya. Yohanes tidak mengatakan bahwa Yesus Kristus hanya diakui atau disembah sama dengan Allah melainkan Yesus Kristus sendiri yang menyamakan diri-Nya dengan Allah. Justru ungkapan inilah yang menimbulkan perlawanan dari para pendengar-Nya (Yohanes 8: 59; 10: 31- 33). Ungkapan ini juga yang menyebabkan Hick dan Wiles menganjurkan agar Injil Yohanes tidak dianggap bersifat sejarah.

Menurut mereka Injil Yohanes hendaknya dipandang sebagai tulisan orang Kristen pada kemudian hari, yang tidak memuat catatan historis tentang kata-kata Yesus. Dengan demikian, mereka berharap Kristianitas tidak lagi akan menafsirkan inkarnasi secara harfiah (Hick, 1977, hlm. 1 ). Jelaslah kata-kata yang merupakan batu sandungan untuk para pendengar Yesus Kristus, masih menjadi batu sandungan bagi para penganut pluralisme agama yang membaca Injil Yohanes pada saat ini. Bedanya para penganut pluralisme agama tidak ingin mengecam Yesus “historis” yang menyebut diri-Nya seperti itu; mereka justru mengecam gereja dan menganggapnya terlalu sombong karena menyamakan Yesus Kristus dengan Allah Israel yanlg satu-satunya itu. Pada masa kini, sekali lagi Yesus Kristus yang dilukiskan dalam Injil Yohanes itu harus “menghilang dan meninggalkan Bait Allah” (Yohanes 8:59).

Sekalipun demikian, selama ada pengikut-pengikut Yesus dalam dunia, pastilah Ia tetap menjadi Terang Dunia (Yohanes 9:5). Yesus Kristus yang digambarkan Yohanes akan terus menjawab kebutuhan mereka. yang buta sejak lahir sekalipun mungkin saja mereka juga akan dikucilkan, sebab sudah diputuskan bahwa mereka yang mengaku Yesus sebagai Mesias (Kristus) akan dikucilkan (Yohanes 9:22).

Dalam artikel ini, akan dibahas kata-kata yang menyertai ucapan “εγω ειμι – EGÔ EIMI” dalam Injil Yohanes yang mengacu pada latar belakangnya dalam Perjanjian Lama (salah satunya dalam Kitab Yesaya). Yesaya memberi latar belakang utama dari ucapan “εγω ειμι – EGÔ EIMi” dalam Injil Yohanes. Bukan hanya kata-kata dari rumusan itu yang mengarahkan perhatian pembaca kepada Kitab Yesaya, melainkan juga perumusannya. Perhatikan struktur dua ayat berikut ini yang maknanya mungkin lebih dari sekedar mengatakan bahwa Yesus adalah Kristus.

Yesaya 52:6
LAI TB, Sebab itu umat-Ku akan mengenal nama-Ku dan pada waktu itu mereka akan mengerti bahwa Akulah Dia yang berbicara, ya Aku!”
KJV, Therefore my people shall know my name: therefore they shall know in that day that I am he that doth speak: behold, it is I.

Hebrew,
לָכֵן יֵדַע עַמִּי שְׁמִי לָכֵן בַּיֹּום הַהוּא כִּֽי־אֲנִי־הוּא הַֽמְדַבֵּר הִנֵּֽנִי׃
Translit interlinear, LAKEN {oleh karena itu} YEDA {akan mengenal} AMI {umat-Ku} SYEMI {nama-Ku} LAKEN {oleh karena itu} BAYOM {pada hari} HAHU {itu} KI- ANI HU, {sebab AKU-lah DIA} HAMEDABER {yang berbicara} HINENI {lihatlah}

Septuaginta (LXX), δια τουτο γνωσεται ο λαος μου το ονομα μου εν τη ημερα εκεινη οτι εγω ειμι αυτος ο λαλων παρειμι
Translit. interlinear, dia {oleh} touto {itu} gnôsetai {akan mengenal} ho laos {umat} mou {-Ku} to onoma {nama} mou {-Ku} en {pada} tê hêmera {hari} ekeinê {itu} hoti {bahwa} egô {AKU} eimi {ADA} autos {Dia} ho {yang} lalôn {berbicara} pareimi {lihatlah}

Dengan menyatakan Akulah Dia (“EGÔ EIMI”), Yesus Kristus mengucapkan kata-kata YHVH yang akan digenapi pada waktu Ia datang kelak untuk menebus umatNya:

Yohanes 4:26
LAI TB, Kata Yesus kepadanya: “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.”
KJV, Jesus saith unto her, I that speak unto thee am he.
OJBC, Yehoshua says to her, “ANI HU , the one speaking to you.

TR λεγει αυτη ο ιησους εγω ειμι ο λαλων σοι
Translit Interlinear, legei {berkata} autê {kepadanya} ho iêsous {Yesus} egô {AKU} eimi {ADA} ho {yang} lalôn {berbicara} soi {denganmu}

OJB, Yehoshua says to her, Ani Hu (I am He), the one speaking to you.

Haberit Hakhadashah,
וַיֹּאמֶר אֵלֶיהָ יֵשׁוּעַ אֲנִי הַמְדַבֵּר אֵלָיִךְ אֲנִי הוּא
Translit interlinear, VAYOMER {dan dia berkata} ‘ELEYHA {kepadanya} YESHUA {Yesus} ‘ANI {Aku} HAMEDABER {yang bersabda/ yang berfirman/ yang berkata} ‘ELAYIKH {kepadamu} ANI HU {Akulah Dia}

Terjemahan OJB: ANI HU tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris

Menarik mencermati terjemahan bahasa Inggris “Orthodox Jewish Bible” (OJB). Bahwa ungkapan “ANI HU” tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Sebab orang Yahudi tahu persis bahwa אֲנִי־הוּא – “ANI HU” adalah perkataan ke-Ilahian, yang hanya layak dikenakan kepada YHVH saja.

Kita dapat melihat di sini bahwa dari sisi penerjemah OJB ini, mereka yang adalah kalangan Yahudi yang percaya Kristus, mereka meyakini dengan memahami bobot Sabda Tuhan Yesus ini, bahwa Yesus Kristus adalah benar YHVH itu sendiri,

Kita baca contohnya:

Yohanes 6:48-51
6:48 LAI TB, Akulah roti hidup.
KJV, I am that bread of life.

TR, εγω ειμι ο αρτος της ζωης
Translit interlinear, egô eimi {Akulah} ho artos {Roti} tês zôês {Hidup}

OJB, Ani Hu the lechem haChayyim. [BAMIDBAR 14:23; DEVARIM 1:35]

Ha-Berit,
אָנֹכִי הוּא לֶחֶם הַחַיִּים׃
Translit interlinear, ‘ANOKI HU {Akulah} LEKHEM {Roti} HAKHAYIM {Hidup}

6:49 LAI TB, Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati.
KJV, Your fathers did eat manna in the wilderness, and are dead.

TR, οι πατερες υμων εφαγον το μαννα εν τη ερημω και απεθανον
Translit interlinear, hoi pateres {bapa2 leluhur} humôn {kalian} ephagon {mereka telah makan} to manna {manna} en tê erêmô {di padang gurun} kai {namun} apethanon {mereka telah mati}

6:50 LAI TB, Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.
KJV, This is the bread which cometh down from heaven, that a man may eat thereof, and not die.

TR, ουτος εστιν ο αρτος ο εκ του ουρανου καταβαινων ινα τις εξ αυτου φαγη και μη αποθανη
Translit interlinear, houtos estin {inilah} ho artos {roti} ho {yang} ek tou ouranou {dari surga} katabainôn {turun} hina {supaya} tis {barangsiapa} ex {dari} autou {-Nya} phagê {ia memakan} kai {maka} mê {tidak} apothanê {dia akan mati}

6:51 LAI TB, Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”
KJV, I am the living bread which came down from heaven: if any man eat of this bread, he shall live for ever: and the bread that I will give is my flesh, which I will give for the life of the world.

TR, εγω ειμι ο αρτος ο ζων ο εκ του ουρανου καταβας εαν τις φαγη εκ τουτου του αρτου ζησεται εις τον αιωνα και ο αρτος δε ον εγω δωσω η σαρξ μου εστιν ην εγω δωσω υπερ της του κοσμου ζωης
Translit interlinear, egô eimi {Akulah} ho artos {Roti} ho zôn {Hidup} ho {yang} ek {dari} tou ouranou {Sorga} katabas {telah turun} ean {jikalau} tis {ada orang} phagê {memakan} ek toutou {ini} tou artou {Roti} zêsetai {ia akan hidup} eis ton aiôna {selama-lamanya} kai {dan} ho artos {Roti} de on {dialah yang} egô {Aku} dôsô {memberikan} hê sarx {daging} mou {-Ku} estin {untuk} ên egô {Aku} dôsô {memberikan} huper {kepada} tês tou kosmou {dunia} zôês {hidup}

OJB, Ani hu the lechem haChai (the living bread) having come down out of Shomayim. If anyone eats of this lechem he will live l’olam v’ed. And, indeed, the lechem which I will give on behalf of the Chayyim (life) of HaOlam is the basar of me [Ex 12:8].

Haberit Hakhadashah,
אָנֹכִי הַלֶּחֶם הַחַי הַיֹּרֵד מִן־הַשָּׁמַיִם אִישׁ כִּי־יֹאכַל מִן־הַלֶּחֶם הַזֶּה יִחְיֶה לְעוֹלָם וְהַלֶּחֶם אֲשֶׁר אֶתְּנֶנּוּ הוּא בְשָׂרִי אֲשֶׁר אֶתֵּן בְּעַד חַיֵּי הָעוֹלָם׃
Translit interlinear, ‘ANOKHI {Akulah} HALEKHEM {Roti} HAKHAY {Hidup} HAYORED {yang turun} MIN- {dari} HASHAMAYIM {Sorga} ‘ISH {seorang} KI-YOKHAL {yang makan} MIN- {dari} HALEKHEM {Roti} HAZEH {ini} YIH’YEH {dia akan menjadi} LE’OLAM {kekal} VEHALEKHEM {dan Roti ini} ‘ASHER {yang} ‘ET’NENU {Aku memberikan kepadanya} HU {dia adalah} BESARI {daging-Ku/ tubuh-Ku} ‘ASHER {yang} ‘ETEN {Aku memberikan} BE’AD {untuk} KHAYEY HAOLAM {kehidupan kekal}

Ungkapan keilahian “εγω ειμι – egô eimi” : “Akulah roti hidup.” Ayat ini memiliki unsur yang merupakan kiasan Kata “makan” merujuk kepada “datang dan percaya”. Integrasi antara unsur kias dan tindakan percaya dalam ayat ini menolong kita untuk lebih memahami arti yang dimaksudkan dalam ayat 49-58. Di sini Kristus menunjukkan bahwa Ia adalah ROTI yang benar, perhatikan bahwa pernyataan ini diulangi-Nya berkali-kali (ayat 33, 35, 48-51), yang dilambangkan dan digambarkan sebagai manna (ayat 58). Roti itu adalah roti yang sebenarnya (ayat 32). Seperti batu karang yang mengeluarkan air untuk diminum adalah Kristus, begitu jugalah manna yang mereka makan adalah makanan rohani (1 Korintus 10:3-4). manna diberikan kepada orang Israel, begitulah Kristus diberikan kepada orang Israel rohani. Tersedia cukup manna bagi semua orang, begitu juga, di dalam Kristus melimpah anugerah bagi semua orang percaya. Bangsa Israel hidup dengan manna sampai mereka masuk tanah Kanaan, sedangkan Kristus adalah kehidupan kita. Dia adalah YHVH sumber kehidupan kita.

Yesus adalah Anak Allah

Di dalam 4 kita injil, Yesus berkali – kali disebut sebagai Anak Allah.

Yesus sbg Anak Allah di Perjanjian Baru

Berikut artikel dari wikipedia

The Gospel of Mark begins by calling Jesus the Son of God and reaffirms the title twice when a voice from Heaven calls Jesus: “my Son” in Mark 1:11 and Mark 9:7.[45]

In Matthew 14:33, after Jesus walks on water, the disciples tell Jesus: “You really are the Son of God!” In response to the question by Jesus, “But who do you say that I am?”, Peter replied: “You are Christ, the Son of the living God”. And Jesus answered him, “Blessed are you, Simon Bar-Jonah! For flesh and blood has not revealed this to you, but my Father who is in heaven” (Matthew 16:15–17).[47] In Matthew 27:43, while Jesus hangs on the cross, the Jewish leaders mock him to ask God help, “for he said, I am the Son of God”, referring to the claim of Jesus to be the Son of God. Matthew 27:54 and Mark 15:39 include the exclamation by the Roman commander: “He was surely the Son of God!” after the earthquake following the Crucifixion of Jesus.

In Luke 1:35, in the Annunciation, before the birth of Jesus, the angel tells Mary that her child “shall be called the Son of God”. In Luke 4:41 (and Mark 3:11), when Jesus casts out demons, they fall down before him, and declare: “You are the Son of God.”

In John 1:34, John the Baptist bears witness that Jesus is the Son of God and in John 11:27 Martha calls him the Messiah and the Son of God. In several passages in the Gospel of John assertions of Jesus being the Son of God are usually also assertions of his unity with the Father, as in John 14:7–9: “If you know me, then you will also know my Father” and “Whoever has seen me has seen the Father”.

In John 19:7, the Jews cry out to Pontius Pilate “Crucify him” based on the charge that Jesus “made himself the Son of God.” The charge that Jesus had declared himself “Son of God” was essential to the argument of the Jews from a religious perspective, as the charge that he had called himself King of the Jews was important to Pilate from a political perspective, for it meant possible rebellion against Rome.

Towards the end of his Gospel (in John 20:31), John declares that the purpose for writing it was “that you may believe that Jesus is the Messiah, the Son of God”.[45]

In Acts 9:20, after the Conversion of Paul the Apostle, and following his recovery, “straightway in the synagogues he proclaimed Jesus, that he is the Son of God.”

Google Translate

Injil Markus dimulai dengan menyebut Yesus Anak Allah dan menegaskan kembali gelar itu dua kali ketika sebuah suara dari Surga memanggil Yesus: “Anakku” dalam Markus 1:11 dan Markus 9:7.

Dalam Matius 14:33, setelah Yesus berjalan di atas air, para murid berkata kepada Yesus: “Engkau benar-benar Anak Allah!”. Menanggapi pertanyaan Yesus, “Tetapi menurutmu siapakah Aku ini?”, Petrus menjawab: “Engkau adalah Kristus, Anak Allah yang hidup”. Dan Yesus menjawab dia, “Berbahagialah kamu, Simon Bar-Jonah! Karena daging dan darah tidak menyatakan hal ini kepadamu, tetapi Bapa-Ku yang di surga” (Matius 16:15-17). Dalam Matius 27:43, ketika Yesus tergantung di kayu salib, para pemimpin Yahudi mengejeknya untuk meminta bantuan Tuhan, “karena dia berkata, Aku adalah Anak Tuhan”, mengacu pada klaim Yesus sebagai Anak Tuhan. Matius 27:54 dan Markus 15:39 menyertakan seruan komandan Romawi: “Dia pasti Anak Allah!” setelah gempa bumi setelah Penyaliban Yesus.

Dalam Lukas 1:35, dalam Kabar Sukacita, sebelum kelahiran Yesus, malaikat memberi tahu Maria bahwa anaknya “akan disebut Anak Allah”. Dalam Lukas 4:41 (dan Markus 3:11), ketika Yesus mengusir setan, mereka tersungkur di hadapannya, dan menyatakan: “Engkau adalah Anak Allah.”

Dalam Yohanes 1:34, Yohanes Pembaptis bersaksi bahwa Yesus adalah Anak Allah dan dalam Yohanes 11:27 Marta menyebut Dia Mesias dan Anak Allah. Dalam beberapa bagian Injil Yohanes penegasan tentang Yesus sebagai Anak Allah biasanya juga merupakan penegasan tentang kesatuan-Nya dengan Bapa, seperti dalam Yohanes 14:7–9: “Jikalau kamu mengenal Aku, kamu juga akan mengenal Bapa-Ku” dan “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa”.

Dalam Yohanes 19:7, orang-orang Yahudi berseru kepada Pontius Pilatus “Salibkan dia” berdasarkan tuduhan bahwa Yesus “menjadikan dirinya Anak Allah.” Tuduhan bahwa Yesus telah menyatakan dirinya “Anak Allah” adalah penting untuk argumen orang-orang Yahudi dari perspektif agama, karena tuduhan bahwa ia telah menyebut dirinya Raja orang Yahudi penting bagi Pilatus dari perspektif politik, karena itu berarti mungkin. pemberontakan melawan Roma.

Menjelang akhir Injilnya (dalam Yohanes 20:31), Yohanes menyatakan bahwa tujuan penulisannya adalah “supaya kamu percaya, bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah”.

Dalam Kisah Para Rasul 9:20, setelah Pertobatan Rasul Paulus, dan setelah kesembuhannya, “langsung di rumah-rumah ibadat ia memberitakan Yesus, bahwa Ia adalah Anak Allah.”

Tetapi………..

Akan tetapi, di Alkitab, ucapan Anak Allah bukan ucapan yang aneh. Sudah sejak PL, ada istilah Anak Manusia

Contoh Anak Allah di Perjanjian Lama

Genesis 6:2-7
that the sons of God saw that the daughters of men were beautiful; and they took wives for themselves, whomever they chose. Then the Lord said, “My Spirit shall not strive with man forever, because he also is flesh; nevertheless his days shall be one hundred and twenty years.” The Nephilim were on the earth in those days, and also afterward, when the sons of God came in to the daughters of men, and they bore children to them. Those were the mighty men who were of old, men of renown.
Then the Lord saw that the wickedness of man was great on the earth, and that every intent of the thoughts of his heart was only evil continually. The Lord was sorry that He had made man on the earth, and He was grieved in His heart. The Lord said, “I will blot out man whom I have created from the face of the land, from man to animals to creeping things and to birds of the sky; for I am sorry that I have made them.”

Exodus 4:22-23
Then you shall say to Pharaoh, ‘Thus says the Lord, “Israel is My son, My firstborn. So I said to you, ‘Let My son go that he may serve Me’; but you have refused to let him go. Behold, I will kill your son, your firstborn

2 Samuel 7:14
Verse Concepts
I will be a father to him and he will be a son to Me; when he commits iniquity, I will correct him with the rod of men and the strokes of the sons of men,

dan seterusnya, dapat dilihat di : https://bible.knowing-jesus.com/topics/Sons-Of-God

Rangkuman

Jadi, Yesus disebut Anak Allah di dalam kitab injil. Akan tetapi, sebutan Anak Allah bukan merupakan sebutan yang istimewa karena Israel juga disebut anak Allah.

Yesus sebagai Anak Manusia

www.gotquestions.org/Indonesia/Yesus-Anak-Manusia.html

Yesus disebut sebagai “Anak Manusia” sebanyak 88 kali dalam Perjanjian Baru. Apa artinya?

Bukankah Alkitab mengatakan bahwa Yesus itu Anak Allah? Kalau begitu bagaimana Yesus juga Anak Manusia?

Arti pertama dari frasa “Anak Manusia” merujuk pada nubuat dalam Daniel 7:13-14, “Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.

Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.”

Gambaran “Anak Manusia“ di sini adalah gelar Mesianis. Yesus dirujuk sebagai orang yang mendapatkan kekuasaan, kemuliaan dan kerajaan. Ketika Yesus menggunakan gelar ini untuk diriNya sendiri, Dia menerapkan nubuat “Anak Manusia” pada diriNya sendiri.

Orang-orang Yahudi pada jaman itu amat mengenal frasa tersebut dan kepada siapa frasa tersebut merujuk. Yesus memperkenalkan diriNya selaku Mesias.

Arti kedua dari frasa “Anak Manusia” itu bahwa Yesus adalah benar-benar seorang manusia. Allah memanggil nabi Yehezkiel sebagai “anak manusia” 93 kali.

Allah sekedar menyebut Yehezkiel sebagai seorang manusia. Anak manusia adalah seorang manusia. Yesus adalah Allah yang sempurna (Yohanes 1:1), namun Dia juga adalah manusia (Yohanes 1:14).

Melalui 1 Yohanes 4:2 kita dinyatakan, “Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah.”

Ya, Yesus adalah Anak Allah – pada esensinya Dia adalah Allah.

Ya, Yesus juga adalah Anak Manusia – pada esensinya Dia adalah seorang manusia.

Secara ringkas, frasa “Anak Manusia” mengindikasikan bahwa Yesus adalah Mesias, dan bahwa Dia adalah manusia sejati.

Kesimpulan

Yesus mengaku dia adalah Allah di Alkitab. Dan kalau dia mengaku dia adalah Allah, sudah wajar kalau disembah sebagai Tuhan.

Pengakuan sebagai apapun tidak akan ada artinya kalau tanpa bukti seperti misalnya Lia Eden, atau Joseph Smith dengan mormonnya.

Matius 26:64-65 : Jawab Yesus: ”Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.” Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: ”Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya.
Begitu bilang anak manusia imam besar langsung memastikan penistaan agama.

Leave a Comment