Injil Palsu #2 : Injil Maria

Diambil dari

Injil Menurut Maria

Halaman 1 – 6 hilang

Bahasa Inggris

An Eternal Perspective

7 “Then will [matter] be [destroyed], or not?”

The Savior said, “Every nature, every form, every creature exists in and with each other, but they’ll dissolve again into their own roots, because the nature of matter dissolves into its nature alone. Anyone who has ears to hear should hear!”

Peter said to him, “Since you’ve explained everything to us, tell us one more thing. What’s the sin of the world?”

The Savior said, “Sin doesn’t exist, but you’re the ones who make sin when you act in accordance with the nature of adultery, which is called ‘sin.’ That’s why the Good came among you, up to the things of every nature in order to restore it within its root.”

Then he continued and said, “That’s why you get sick and die, because [you love 8 what tricks you. Anyone who] can understand should understand!

“Matter [gave birth to] a passion that has no image because it comes from what’s contrary to nature. Then confusion arises in the whole body. That’s why I told you to be content at heart. If you’re discontented, find contentment in the presence of the various images of nature. Anyone who has ears to hear should hear!”

The Gospel

When the Blessed One said these things, he greeted them all and said, “Peace be with you! Acquire my peace. Be careful not to let anyone mislead you by saying, ‘Look over here!’ or ‘Look over there!’ Because the Son of Humanity exists within you. Follow him! Those who seek him will find him.

“Go then and preach the gospel about the kingdom. Don’t 9 lay down any rules beyond what I’ve given you, nor make a law like the lawgiver, lest you be bound by it.” When he said these things, he left.

But they grieved and wept bitterly. They said, “How can we go up to the Gentiles to preach the gospel about the kingdom of the Son of Humanity? If they didn’t spare him, why would they spare us?”

Mary and Jesus

Then Mary arose and greeted them all. She said to her brothers (and sisters), “Don’t weep and grieve or let your hearts be divided, because his grace will be with you all and will protect you. Rather we should praise his greatness because he’s prepared us and made us Humans.”

When Mary said these things, she turned their hearts [toward] the Good and they [started] to debate the words of [the Savior].

10 Peter said to Mary, “Sister, we know the Savior loved you more than all other women. Tell us the words of the Savior that you remember – the things which you know that we don’t, and which we haven’t heard.”

In response Mary said, “I’ll tell you what’s hidden from you.” So she started to tell them these words: “I,” she said, “I saw the Lord in a vision and I said to him, ‘Lord, I saw you in a vision today.’

“In response he said to me, ‘You’re blessed because you didn’t waver at the sight of me. For where the mind is, there is the treasure.’

“I said to him, ‘Lord, now does the one who sees the vision see it /in\ the soul /or\ in the spirit?’

“In response the Savior said, ‘They don’t see in the soul or in the spirit, but the mind which [exists] between the two is [what] sees the vision [and] it [that …]

Pages 11 through 14 are missing.

Overcoming the Powers

15 “And Desire said, ‘I didn’t see you going down, but now I see you’re going up. So why are you lying, since you belong to me?’

“In response the soul said, ‘I saw you, but you didn’t see me or know me. I was to you just a garment, and you didn’t recognize me.’ When it said these things, it left, rejoicing greatly.

“Again, it came to the third power, which is called ‘Ignorance.’ [It] interrogated the soul and [said], ‘Where are you going? In wickedness you’re bound. Since you’re bound, don’t judge!’

“[And] the soul said, ‘Why do you judge me, since I haven’t judged? I was bound, even though I haven’t bound. They didn’t recognize me, but I’ve recognized that everything will dissolve – both the things of the [earth] 16 and the things of [heaven].’

“When the soul had overcome the third power, it went up and saw the fourth power, which took seven forms:

The first form is Darkness;
The second, Desire;
The third, Ignorance;
The fourth, Zeal for Death;
The fifth, the Kingdom of the Flesh;
The sixth, the Foolish ‘Wisdom’ of Flesh;
The seventh, the ‘Wisdom’ of Anger.

“These are the seven powers of Wrath.

“They ask the soul, ‘Where do you come from, you murderer, and where are you going, conqueror of space?’

“In response the soul said, ‘What binds me has been killed, what surrounds me has been overcome, my desire is gone, and ignorance has died. In a [world] I was released 17 from a world, [and] in a type from a type which is above, and from the chain of forgetfulness which exists only for a time. From now on I’ll receive the rest of the time of the season of the age in silence.'”

When Mary said these things, she fell silent because the Savior had spoken with her up to this point.

Conflict over Authority

In response Andrew said to the brothers (and sisters), ‘Say what you will about what she’s said, I myself don’t believe that the Savior said these things, because these teachings seem like different ideas.”

In response Peter spoke out with the same concerns. He asked them concerning the Savior: “He didn’t speak with a woman without our knowledge and not publicly with us, did he? Will we turn around and all listen to her? Did he prefer her to us?”

18 Then Mary wept and said to Peter, “My brother Peter, what are you thinking? Do you really think that I thought this up by myself in my heart, or that I’m lying about the Savior?”

In response Levi said to Peter, “Peter, you’ve always been angry. Now I see you debating with this woman like the adversaries. But if the Savior made her worthy, who are you then to reject her? Surely the Savior knows her very well. That’s why he loved her more than us.

“Rather we should be ashamed, clothe ourselves with perfect Humanity, acquire it for ourselves as he instructed us, and preach the gospel, not laying down any other rule or other law beyond what the Savior said.”

When 19 [Levi said these things], they started to go out to teach and to preach.

The Gospel
According to

Notes on Translation

Page 8: “Be content at heart … discontented … find contentment.” Or possibly “Be obedient … disobedient … be obedient.”

Pages 8 and 9: “Son of Humanity.” Literally, “Son of the Human,” a technical term based on an Aramaic idiom meaning “human.”

Pages 15 through 17: For a similar ascent narrative, see The Stranger’s Book, pages 63 through 66.

Page 18: “Perfect Humanity.” Literally, “the perfect human.”

Google Translate

Sebuah Perspektif Abadi

7 “Lalu apakah [materi] akan [dihancurkan], atau tidak?”

Juruselamat berkata, “Setiap alam, setiap bentuk, setiap makhluk ada di dalam dan dengan satu sama lain, tetapi mereka akan larut kembali ke akarnya sendiri, karena sifat materi larut ke dalam sifatnya saja. Siapa pun yang memiliki telinga untuk mendengar harus mendengar!”

Peter berkata kepadanya, “Karena Anda telah menjelaskan semuanya kepada kami, beri tahu kami satu hal lagi. Apa dosa dunia?”

Juruselamat berkata, “Dosa itu tidak ada, tetapi kamulah yang membuat dosa ketika kamu bertindak sesuai dengan sifat perzinahan, yang disebut ‘dosa’. dari setiap alam untuk mengembalikannya ke dalam akarnya.”

Kemudian dia melanjutkan dan berkata, “Itu sebabnya kamu sakit dan mati, karena [kamu suka 8 apa yang menipumu. Siapapun yang] bisa mengerti harus mengerti!

“Materi [melahirkan] gairah yang tidak memiliki citra karena berasal dari apa yang bertentangan dengan alam. Kemudian kebingungan muncul di seluruh tubuh. Itu sebabnya saya mengatakan kepada Anda untuk berpuas hati. Jika Anda tidak puas, temukan kepuasan di hadapan berbagai gambar alam. Siapa pun yang memiliki telinga untuk mendengar harus mendengar!”


Ketika Sang Bhagavā mengatakan hal-hal ini, Beliau menyapa mereka semua dan berkata, “Damai sejahtera bagimu! Dapatkan kedamaian saya. Berhati-hatilah untuk tidak membiarkan siapa pun menyesatkan Anda dengan mengatakan, ‘Lihat ke sini!’ atau ‘Lihat ke sana!’ Karena Putra Kemanusiaan ada di dalam diri Anda. Ikuti dia! Mereka yang mencari dia akan menemukannya.

“Pergilah dan beritakan Injil tentang kerajaan. Jangan membuat aturan apa pun di luar apa yang telah saya berikan kepada Anda, atau membuat hukum seperti pembuat hukum, agar Anda tidak terikat olehnya.” Ketika dia mengatakan hal-hal ini, dia pergi.

Tapi mereka berduka dan menangis dengan sedih. Mereka berkata, “Bagaimana kami dapat pergi ke bangsa-bangsa lain untuk memberitakan Injil tentang Kerajaan Anak Manusia? Jika mereka tidak mengampuni dia, mengapa mereka menyelamatkan kita?”

Maria dan Yesus

Kemudian Maria bangkit dan menyapa mereka semua. Dia berkata kepada saudara laki-lakinya (dan saudara perempuannya), “Jangan menangis dan bersedih hati atau membiarkan hatimu terbagi, karena kasih karunia-Nya akan menyertai kamu semua dan akan melindungi kamu. Sebaliknya kita harus memuji kebesaran-Nya karena dia telah mempersiapkan kita dan menjadikan kita Manusia.”

Ketika Maria mengatakan hal-hal ini, dia mengarahkan hati mereka [kepada] Yang Baik dan mereka [mulai] memperdebatkan kata-kata [Juruselamat].

10 Petrus berkata kepada Maria, “Saudari, kami tahu Juruselamat mengasihimu lebih dari semua wanita lain. Beri tahu kami kata-kata Juruselamat yang Anda ingat – hal-hal yang Anda tahu bahwa kami tidak, dan yang belum kami dengar.”

Sebagai tanggapan, Mary berkata, “Saya akan memberi tahu Anda apa yang tersembunyi dari Anda.” Jadi dia mulai memberi tahu mereka kata-kata ini: “Saya,” katanya, “Saya melihat Tuhan dalam sebuah penglihatan dan saya berkata kepadanya, ‘Tuhan, saya melihat Anda dalam sebuah penglihatan hari ini.’

“Sebagai tanggapan, dia berkata kepada saya, ‘Kamu diberkati karena kamu tidak goyah saat melihatku. Karena di mana pikiran berada, di situ ada harta karun.’

“Saya berkata kepadanya, ‘Tuhan, sekarang apakah orang yang melihat penglihatan itu melihatnya /dalam\jiwa/atau\ dalam roh?’

“Sebagai tanggapan Juruselamat berfirman, ‘Mereka tidak melihat di dalam jiwa atau di dalam roh, tetapi pikiran yang [ada] di antara keduanya adalah [apa] yang melihat penglihatan [dan] itu [bahwa …]

Halaman 11 sampai 14 hilang.

Mengatasi Kekuatan

15 “Dan Desire berkata, ‘Saya tidak melihat Anda turun, tetapi sekarang saya melihat Anda naik. Jadi mengapa kamu berbohong, karena kamu milikku?’

“Sebagai tanggapan, jiwa itu berkata, ‘Saya melihat Anda, tetapi Anda tidak melihat saya atau mengenal saya. Bagimu aku hanyalah sebuah pakaian, dan kamu tidak mengenaliku.’ Ketika dia mengatakan hal-hal ini, dia pergi, sangat bersukacita.

“Sekali lagi, itu datang ke kekuatan ketiga, yang disebut ‘Ketidaktahuan.’ [Itu] menginterogasi jiwa dan [berkata], ‘Ke mana Anda pergi? Dalam kejahatan Anda terikat. Karena Anda terikat, jangan menghakimi!’

“[Dan] jiwa itu berkata, ‘Mengapa Anda menghakimi saya, karena saya belum menghakimi? Saya terikat, meskipun saya belum terikat. Mereka tidak mengenali saya, tetapi saya telah mengenali bahwa segala sesuatu akan lenyap – baik hal-hal [bumi] 16 dan hal-hal [surga].’

“Ketika jiwa telah mengatasi kekuatan ketiga, ia naik dan melihat kekuatan keempat, yang mengambil tujuh bentuk:

Bentuk pertama adalah Darkness;
Yang kedua, Keinginan;
Ketiga, Ketidaktahuan;
Yang keempat, Semangat untuk Kematian;
Kelima, Kerajaan Daging;
Keenam, ‘Kebijaksanaan’ Daging yang Bodoh;
Ketujuh, ‘Kebijaksanaan’ Kemarahan.

“Ini adalah tujuh kekuatan Wrath.

“Mereka bertanya kepada jiwa, ‘Dari mana asalmu, pembunuh, dan ke mana kamu pergi, penakluk ruang angkasa?’

“Sebagai tanggapan jiwa berkata, ‘Apa yang mengikat saya telah terbunuh, apa yang mengelilingi saya telah diatasi, keinginan saya hilang, dan ketidaktahuan telah mati. Di [dunia] saya dibebaskan 17 dari dunia, [dan] dalam jenis dari jenis yang di atas, dan dari rantai kelupaan yang hanya ada untuk sementara waktu. Mulai sekarang saya akan menerima sisa waktu musim zaman dalam keheningan.’”

Ketika Maria mengatakan hal-hal ini, dia terdiam karena Juruselamat telah berbicara dengannya sampai saat ini.

Konflik atas Otoritas

Sebagai tanggapan Andrew berkata kepada saudara-saudara (dan saudari), ‘Katakan apa yang Anda mau tentang apa yang dia katakan, saya sendiri tidak percaya bahwa Juruselamat mengatakan hal-hal ini, karena ajaran-ajaran ini tampak seperti gagasan yang berbeda.

Sebagai tanggapan, Peter berbicara dengan keprihatinan yang sama. Dia bertanya kepada mereka mengenai Juruselamat: “Dia tidak berbicara dengan seorang wanita tanpa sepengetahuan kita dan tidak secara terbuka dengan kita, bukan? Akankah kita berbalik dan semua mendengarkannya? Apakah dia lebih memilih dia daripada kita?”

18 Kemudian Maria menangis dan berkata kepada Petrus, “Saudaraku Petrus, apa yang kamu pikirkan? Apakah Anda benar-benar berpikir bahwa saya memikirkan ini sendiri di dalam hati saya, atau bahwa saya berbohong tentang Juruselamat?”

Sebagai tanggapan, Levi berkata kepada Peter, “Peter, kamu selalu marah. Sekarang saya melihat Anda berdebat dengan wanita ini seperti musuh. Tetapi jika Juruselamat membuatnya layak, lalu siapa Anda untuk menolaknya? Tentunya Juruselamat mengenalnya dengan sangat baik. Itu sebabnya dia lebih mencintainya daripada kita.

“Sebaliknya kita harus malu, mengenakan diri kita dengan Kemanusiaan yang sempurna, memperolehnya untuk diri kita sendiri seperti yang Dia perintahkan kepada kita, dan mengkhotbahkan Injil, tidak menetapkan aturan lain atau hukum lain di luar apa yang dikatakan Juruselamat.”

Ketika 19 [Levi mengatakan hal-hal ini], mereka mulai pergi mengajar dan berkhotbah.


Catatan tentang Terjemahan

Halaman 8: “Hatilah puas … tidak puas … temukan kepuasan.” Atau mungkin “Menjadi patuh … tidak patuh … patuh.”

Halaman 8 dan 9: “Putra Kemanusiaan.” Secara harfiah, ”Anak Manusia”, istilah teknis yang didasarkan pada ungkapan bahasa Aram yang berarti ”manusia”.

Halaman 15 hingga 17: Untuk narasi pendakian serupa, lihat Buku Orang Asing, halaman 63 hingga 66.

Halaman 18: “Kemanusiaan yang Sempurna.” Secara harfiah, “manusia sempurna.”

Latar Belakang admin tahu Injil ini


Barbara Elizabeth Thiering (Book : Jesus the Man)

Jesus the Man: New Interpretations from the Dead Sea Scrolls adalah sebuah buku yang ditulis oleh sarjana biblika dan teolog Australia Barbara Thiering . Ini pertama kali diterbitkan oleh Doubleday pada tahun 1992 dengan judul, Jesus & The Riddle of The Dead Sea Scrolls: Unlocking The Secrets of His Life Story .

Dengan menggunakan alat decoding yang disebut penulis sebagai ” teknik pesher “, dia mengaku telah menemukan bukti di dalam Injil itu sendiri yang secara efektif bertentangan dengan cerita yang mereka ceritakan tentang Yesus dan misinya. Dia menyebut cerita ini sebagai “makna permukaan” dari Injil, yaitu “untuk ‘bayi'”, berbeda dengan makna yang tersembunyi. Dengan menggunakan metode ini, Thiering percaya dia telah menemukan, antara lain, bahwa Yesus adalah anggota komunitas Essene, bahwa dia selamat dari penyaliban, dan bahwa dia menikah dua kali.

Buku itu laris, dan telah beberapa kali dicetak ulang. Argumennya telah banyak ditolak oleh komunitas ilmiah.


Tesis utama dari buku ini adalah bahwa “Yesus adalah pemimpin faksi radikal dari para imam Essene . Dia tidak lahir dari perawan . Dia tidak mati di kayu Salib . Dia menikahi Maria Magdalena , menjadi ayah dari sebuah keluarga, dan kemudian bercerai. Dia meninggal beberapa saat setelah 64 M. “. Dari Injil Perjanjian Baru dan Gulungan Laut Mati , Thiering membangun sebuah sejarah baru dari Kekristenan mula-mula yang menurutnya tersembunyi dalam pengkodean pesher . Thiering menemukan bahwa biografi Yesus yang tersembunyi dalam Perjanjian Baru menunjukkan bahwa dia dilahirkan di Qumran , seorang Essene.komunitas di samping Laut Mati , pada bulan Maret, 7 SM. Robert E. Van Voorst merangkum kisah Thiering tentang kehidupan Yesus sebagai berikut:

Dia lahir di luar nikah dari seorang wanita dari garis keturunan imamat kerajaan Qumran, berteman dengan orang buangan, dan tidak melakukan mukjizat. Dia disalibkan bersama Simon Magus dan Yudas Iskariot di Qumran, tetapi selamat dari racun ular yang membuatnya tidak sadarkan diri. Yesus kemudian menikah dua kali, dengan Maria Magdalena dan Lidia dari Filipi , ayah dari tiga anak. Setelah mengembara di Mediterania, dia meninggal dalam ketidakjelasan di Roma.

Gagasan khas Yesus muncul dari kaum Eseni. Pada bulan Maret 17 M, ia diinisiasi pada usia 23, dan mengambil sikap politik yang mendukung “ayah” spiritualnya, Imam Besar Hanas , “yang mengajar perdamaian dengan Roma dan mempromosikan orang bukan Yahudi “. Ia dibaptis ulang oleh Yohanes Pembaptis pada Maret 29 M. Thiering mengatakan bahwa John identik dengan Essene Teacher of Righteousness , yang dipuji di Dead Sea Scrolls. Yesus segera berpisah dari Yohanes, menjadi salah satu pemimpin dari kelompok “yang disebut Dua Belas Rasul”, beberapa di antaranya (termasuk Yudas Iskariot dan Simon Magus ) adalah orang fanatikdan lainnya (termasuk Yesus), pasifis. Karena penentangannya terhadap Yohanes, Yesus disebut Gulungan Laut Mati sebagai Imam Jahat . Thiering memeriksa setiap mukjizat dalam Perjanjian Baru dan tidak menemukan sesuatu yang ajaib di dalamnya, melainkan peristiwa yang menandai titik balik dalam sejarah “Pohon Ara”, sebutan gerakan itu.

Thiering melihat Yesus sebagai anggota terkemuka dari gerakan Essene. Keunggulannya berasal dari keturunannya sebagai raja Daud, serta upaya kakek buyutnya, yang dikatakan adalah Hillel Agung , dan kakeknya, Heli , untuk mendirikan sekolah pengajaran agama bagi orang Yahudi di Diaspora. Tidak seperti Simon Magus, tokoh terpenting kedua dalam Perjanjian Baru menurut Thiering, Yesus adalah seorang pasifis. Dia menentang kaum fanatik, menyerukan reformasi dan pembaruan agama. Ini akan mengarah pada kerajaan Yahudi yang akan mengalahkan Kekaisaran Romawi dengan daya tariknya pada akal dan moralitas.

Penerimaan ilmiah

Tesis Thiering terutama mendapat skeptisisme dari komunitas akademis. Pembahasan paling rinci tentang buku Thiering, bersama dengan tulisan-tulisannya yang lain, diberikan oleh NT Wright , mantan Uskup Durham, sejarawan Perjanjian Baru dan tokoh terkemuka dalam debat sejarah tentang Yesus . Wright memperdebatkan Thiering dalam program BBC pada tahun 1992. Dalam bukunya Who was Jesus? Wright mencatat bahwa Thiering berkeberatan karena klaimnya tentang kehidupan pribadi Yesus menjadi sensasional oleh media. Namun, dia berpendapat bahwa hanya itu aspek asli dari buku tersebut. Thiering telah menegaskan bahwa Yohanes Pembaptis identik dengan Guru Kebenaran dan bahwa Injil ditulis dalam kode dalam karya-karya sebelumnya. Pada tahun 1990 dia membuat film dokumenter untuk Discovery Channel berjudul “The Riddle of the Dead Sea Scrolls”, di mana pandangan ini diungkapkan. Van Voorst menggambarkannya sebagai “sangat kontroversial” pada saat itu. Wright mencatat bahwa ide-ide baru Thiering tentang kehidupan keluarga Yesus pertama kali ditayangkan pada tahun 1990 di sebuah acara TV Australia yang disiarkan di Palm Sunday. Kehebohan yang dihasilkan “menarik perhatian penerbit yang bersemangat” yang membujuknya untuk menerbitkan, dan memasukkan teori-teori sebelumnya “dengan cara yang lebih dapat diakses oleh pembaca non-ilmiah”.

Wright berpendapat bahwa Thiering benar untuk menekankan kemanusiaan Yesus dan menempatkannya dalam konteks pengharapan akan intervensi ilahi yang dramatis dalam sejarah. Wright setuju dengan Thiering bahwa Yesus menawarkan “cara baru untuk mengetahui apa artinya menjadi umat Allah yang setia — cara, khususnya yang menghindari kekerasan yang begitu mewabah dalam masyarakat mereka”. Namun, ia menyimpulkan bahwa caranya “memperbaiki keseimbangan” dalam kisah Yesus “sama sekali tidak masuk akal”:

“Aman untuk mengatakan bahwa tidak ada sarjana serius yang memberikan kepercayaan apapun pada teori yang rumit dan fantastis ini. Sudah hampir sepuluh tahun sejak diterbitkan; dunia ilmiah telah mampu melihatnya dengan baik: dan hasilnya benar-benar negatif. Satu-satunya sarjana yang menganggap serius Thiering adalah Thiering sendiri. “

Beberapa penulis telah membandingkan buku itu dengan fiksi fantasi. Dalam tinjauan kritis terhadap kesimpulan dan metodologi buku, Sejarawan Kuno dan sarjana Perjanjian Baru CB Forbes menyimpulkan bahwa “Buku-bukunya tidak dapat digambarkan sebagai sejarah. Mereka adalah fantasi yang luar biasa, dan telah ditolak seperti itu oleh sejarawan di seluruh dunia.” C. Stephen Evans mengatakan buku itu “jelas berbatasan dengan fantasi”. Florentino García Martínez , sekretaris editorial Revue de Qumran , menyebut karyanya “fiksi ilmiah”, terputus dari semua realitas sejarah dan sastra.

Edna Ullman-Margalit, mantan profesor di Hebrew University of Jerusalem , menulis, “Sebagai contoh, perhatikan kasus Barbara Thiering. Dia mengklaim bahwa gulungan-gulungan itu adalah produk persaingan antara para pendukung Yohanes Pembaptis, yang diidentikkan dengan gulungan-gulungan itu ‘ “Guru Kebenaran”, dan Yesus, diidentifikasikan dengan “Manusia Pembohong”. Untuk tujuan saya, teori ini harus dianggap sama sekali awalnya aneh, mengingat penanggalan yang pasti secara ilmiah (sebagian besar didasarkan pada teknik paleografis dan radiokarbon) dari gulungan ke periode jauh sebelum kelahiran agama Kristen (Thiering, 1992). Ngomong-ngomong, teori Thiering adalah contoh bagus dari teori pinggiran yang populer di media. “

Da Vinci Code (Dan Brown)


Last Supper by Leonardo Da Vinci

Pernikahan Yesus as telah menjadi isu yang hangat beberapa tahun kebelakang. Terutama saat terbitnya novel The Da Vinci Code pada tahun 2003 yang bertolak belakang dengan dasar-dasar iman Kristiani. Novel ini menjadi best seller internasional dan telah diterbitkan puluhan kali serta telah diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia termasuk bahasa Indonesia.

Bahkan novel ini telah difilmkan dengan judul yang sama yakni “The Da Vinci Code”. Dan Brown selaku penulis novel tersebut menyatakan bahwa Leonardo Da Vinci mengetahui perihal pernikahan Yesus as. Ia pun tahu kalau pernikahn Yesus adalah fakta yang berusaha di tutupi oleh Gereja karena bertentangan dengan keyakinan Gereja (terutama Gereja Katolik Roma) serta bertentangan dengan hasil Konsili Nicaea (325M).

Alhasil Leonardo Da Vinci menyatakan hubungan suami istri Yesus dan Maria Magdalena lewat lukisannya yang sangat terkenal “The Last Supper” atau “Perjamuan Terakhir” karena tidak bisa langsung melalui kata-kata atau hal lainnya yang beresiko membangkitkan murka Gereja. Lukisan ini ada pada dinding gereja Santa Maria delle Grazie, Milan, Italia.

Perjamuan makan malam terakhir yang kelak diakui sebagai Sakramen Ekaristi oleh Gereja adalah sebuah makan malam antara Yesus dengan 12 murid utamanya sebelum keesokan harinya beliau di salibkan. Kejadian ini tercantum dalam Injil Matius 26 : 26-29 dimana Yesus memecah-mecahkan roti yang melambangkan tubuh beliau lalu membagikannya kepada murid-muridnya serta membagikan air anggur dalam sebuah cawan yang melambangkan darah perjanjian Yesus. Cawan yang digunakan Yesus kelak dikenal dengan istilah Holy Grail/Cawan Suci.

Pada tulisan ini penulis hanya akan menyampaikan kajian Dan Brown tentang pernikahan Yesus yang disampaikan Sir Leigh Teabing (pemeran tokoh sejarawan cawan suci) dalam film The Da Vinci Code serta tidak membahas secara menyeluruh isi dari film tersebut. Penulis juga tidak menyatakan kajian Brown ini sebagai sebuah kebenaran yang layak diakui dan dijadikan dalil. Penulis menyampaikan kajian Dan Brown ini hanya karena penulis memiliki kesamaan pendapat dengan Brown yakni Yesus itu menikah.

Silahkan para pembaca melihat lukisan The Last Supper diatas! Pada lukisan tersebut Yesus berada ditengah-tengah para muridnya. Seseorang yang tepat berada disebelah kanan Yesus diakui oleh Gereja sebagai sosok Yohanes. Namun Sir Leigh Teabing berpendapat lain.

Ia berpendapat bahwa orang itu bukanlah Yohanes tapi Maria Magdalena. Ia menyatakan kalau sosok disebelah kanan Yesus itu perempuan karena berkulit putih mulus tanpa keriput tidak seperti gambar para murid lainnya yang malah tampak sangat tua dan berkeriput. Posisi tubuh pun tampak sangat feminim dan lembut sekali dengan tangannya yang saling menggenggam. Sebagian orang bahkan berpendapat kalau gambar dada pada sosok itu berbayang sehingga menimbulkan kesan dada seorang perempuan.

Hal yang lebih jelas adalah rambut merahnya terurai panjang layaknya wanita pada umumnya sedang rambut murid yang lainnya malah pendek bahkan ada yang botak. Siapapun yang melihatnya memang pasti sependapat kalau sosok ini adalah perempuan dan bukan laki-laki sekurang-kurangnya laki-laki yang tampak sangat feminim.

Dalil Sir Leigh Teabing lainnya adalah baju yang dikenakan oleh orang itu (baca Maria Magdalena) berbayang dengan Yesus. Bila Yesus mengenakan baju merah dengan jubah biru, maka Maria mengenakan baju biru dengan jubah merah. Warna merah dan biru saat itu melambangkan keturunan bangsawan. Sir Leigh Teabing menyatakan Yesus adalah keturunan nabi dan raja Daud as sedangkan Maria adalah ketururan bangsawan Benjamin.

Posisi muka Yesus dan Maria saling berjauhan sedangkan pinggulnya berdekatan sehingga memunculkan celah ruang diantara keduanya yang membentuk huruf V. Sedangkan huruf V adalah lambang atau simbol kuno dari kewanitaan, rahim wanita, bentuk atas dari cawan dan kesuburan wanita. Sedang simbol kuno dari kejantanan adalah huruf V terbalik seperti ujung pedang yang menurut Teabing tetap dipakai sebagai simbol pangkat dalam dunia militer. Kita bisa melihatnya di pakaian militer bagian pundak mereka.

Sir Leigh Teabing lalu menarik perhatian kita agar menukar posisi Maria menjadi disebelah kiri Yesus. Maka gambar seperti apa yang akan terbentuk ? Kepala Maria bersandar ke pundak Yesus layaknya sepasang kekasih. Sir Leigh Teabing mengutip teks-teks Injil Apokrif untuk memperkuat dalilnya bahwa Yesus memang menikah. Ayat yang ia kutip adalah:

Injil Filipus 49 : “Kekasih sang penyelamat (Yesus) adalah Maria Magdalena. Sang penyelamat mengasihinya lebih dari ia mengasihi semua murid lainnya, dan ia seringkali menciumnya pada mulutnya.

Injil Maria Magdalena 10:7-9(10) : “(7) Lewi menjawab, katanya kepada Petrus, “Petrus, engkau selalu saja marah. (8) Sekarang aku lihat engkau berbantahan dengan perempuan ini (Maria M.), sepertinya dia itu seorang musuh. (9) Jika sang Penyelamat memandangnya layak, siapa engkau sampai harus menolaknya? ((10) Sesungguhnya sang Penyelamat mengenalnya dengan baik. Itulah sebabnya dia telah mengasihinya lebih dari dia mengasihi kita).

Memang benar kalau Injil-injil dalam Alkitab tidak menceritakan kisah yang begitu jelas berkenaan dengan kedekatan Yesus dan Maria M. namun Injil-injil diluar Alkitab justru mendukung adanya kedekatan antara Yesus dan Maria M, layaknya sepasang kekasih. Teori Dan Brown berikutnya adalah hal yang paling tidak di sangka-sangka oleh penulis yakni keberadaan Cawan Suci pada lukisan tersebut.

Dalam Injil Matius 26:27 Yesus menggunakan sebuah cawan untuk menampung air anggur yang menjadi lambang dari darah beliau. Tradisi Kristen bahkan menyatakan bahwa cawan itu pula yang digunakan untuk menampung darah Yesus as saat penyaliban. Uniknya adalah pada gambar The Last Supper diatas, tidak kita temukan adanya cawan suci tersebut. Dan Brown meyakini bahwa cawan suci yang dimaksud Yesus bukanlah sebuah benda untuk minum. Ia berasumsi bahwa cawan suci adalah seorang perempuan karena bentuk huruf V yang tergambar diantara Yesus as dan Maria M. melambangkan perempuan, bentuk rahim dan cawan. Maka cawan yang tidak digambarkan sebenarnya tetap ada dan cawan itu adalah Maria Magdalena atau rahim Maria Magdalena.

Holy Grail (Cawan Suci) diambil dari terminologi bahasa Perancis abad pertengahan, Sangraal (menjadi Holy Grail), terbentuk dari kata sang (darah) dan raal (raja/royal) maka Cawan Suci dalam terminologi Perancis berarti “darah keturunan raja”. Dan Brown menyatakan bahwa Yesus adalah keturunan raja Daud maka darah yang dimasukkan ke cawan suci saat penyaliban sebenarnya bukan darah asli. Tapi darah keturunan Yesus yang telah dimasukan kedalam cawan rahim Maria. Maka ditariklah kesimpulan bahwa Maria Magdalena tengah hamil pada saat terjadinya penyaliban.

Inilah beberapa kajian menarik yang terdapat dalam Film dan Novel “The Da Vinci Code”. Kajian ini banyak sekali di perdebatkan dan dibantah oleh banyak teolog juga. Banyak buku-buku yang membantah nya bahkan diadakan seminar oleh Gereja untuk membahas kajian novel Dan Brown serta membantahnya.

Kajian Dan Brown pada lukisan Leonardo Da Vinci memang tidak didukung oleh Injil-injil Kanonik serta bersifat dugaan. Hanya karena Leonardo yang melukisnya bukan berarti kajian ini benar dan belum berarti Leonardo bermaksud menyatakan pernikahan Yesus dalam karyanya. Lukisan ini adalah pesanan Gereja Katolik pada Leonardo.

Memang sangat aneh bila Leonardo nekat bermaksud menyatakan pernikahan Yesus dalam lukisan yang di pesan Gereja langsung apalagi Gereja pada masa abad pertengahan terkenal sangat keras dan radikal dalam menjaga doktrin-doktrinnya.

Alasan Injil ini ditolak Gereja

Religious history is often preserved by the winners of ideological debates. The twenty-seven books composing the New Testament canon were selected by prevailing players in the battle for ideological supremacy within the early Christian movement and the emerging Catholic Church. The struggle culminated with an accepted definition of orthodoxy and a tradition of apostolic succession for legitimizing religious texts. The Gospel of Mary is an early Christian text deemed unorthodox by the men who shaped the nascent Catholic church, was excluded from the canon, and was subsequently erased from the history of Christianity along with most narratives that demonstrated women’s contributions to the early Christian movement. My thesis explores the intricacies of early canon formation within the context of the controversy surrounding women’s participation in authoritative roles within early Christianity and how the Gospel of Mary was labeled as an unorthodox text due to its pro-feminine narrative. I maintain that the motive for excluding the Gospel of Mary was not the text’s lack of conformity to the requirements of apostolic succession or orthodoxy, but was grounded within the struggle to suppress the agency and participation of women from the patriarchal hierarchy that defined the developing structure of the Catholic Church. I claim the exclusion of the gynocentric narrative of the Gospel of Mary facilitated the androcentric interpretation of religious doctrine and history that has predominated Christian scholarship for almost two millennia.

Google Translate

Sejarah agama sering dilestarikan oleh para pemenang debat ideologis. Dua puluh tujuh buku yang menyusun kanon Perjanjian Baru dipilih oleh para pemain terkemuka dalam pertempuran untuk supremasi ideologis dalam gerakan Kristen awal dan Gereja Katolik yang baru muncul. Perjuangan memuncak dengan definisi ortodoksi yang diterima dan tradisi suksesi apostolik untuk melegitimasi teks-teks agama. Injil Maria adalah teks Kristen awal yang dianggap tidak ortodoks oleh orang-orang yang membentuk gereja Katolik yang baru lahir, dikeluarkan dari kanon, dan kemudian dihapus dari sejarah Kekristenan bersama dengan sebagian besar narasi yang menunjukkan kontribusi wanita pada gerakan Kristen awal. Tesis saya mengeksplorasi seluk-beluk pembentukan kanon awal dalam konteks kontroversi seputar partisipasi perempuan dalam peran otoritatif dalam Kekristenan awal dan bagaimana Injil Maria diberi label sebagai teks yang tidak ortodoks karena narasinya yang pro-feminin. Saya berpendapat bahwa motif untuk mengecualikan Injil Maria bukanlah kurangnya kesesuaian teks dengan persyaratan suksesi apostolik atau ortodoksi, tetapi didasarkan pada perjuangan untuk menekan agensi dan partisipasi perempuan dari hierarki patriarki yang mendefinisikan struktur yang berkembang. dari Gereja Katolik. Saya mengklaim pengecualian narasi gynocentric dari Injil Maria memfasilitasi interpretasi androsentris dari doktrin dan sejarah agama yang telah mendominasi keilmuan Kristen selama hampir dua milenium.

Comentaar Admin ttg buku Jesus the Man

Konyol banget kalo kita menghabiskan 20 tahun penelitian dengan banyak biaya hanya untuk membuat teori model gini. (Kasihan Barbara Thiering).

Leave a Comment

You cannot copy content of this page