Perpuluhan bagi Kristen.

Prolog

Beberapa Argumen tentang Perpuluhan

Selama ini di kalangan Kekristenan, perpuluhan selalu menjadi perdebatan. Dari beberapa argumentasi, ada beberapa yang bisa dirangkum

Tidak perlu lagi ada Perpuluhan

Alasan utama kelompok ini adalah : Perpuluhan itu adanya di Perjanjian Lama. Karena Yesus sudah datang untuk menggenapinya, maka perpuluhan sudah ditiadakan.

Perpuluhan masih dilanjutkan

Alasan utama kelompok ini adalah : Yesus tidak pernah membatalkan hukum perpuluhan. Yesus berkata di Matius 23:23 : “…….. Yang satu harus dilakukan, dan yang lain jangan diabaikan.”

Malah harus 100%

Kelompok ini menjadi kelompok paling “rohani” di antara semua orang. Karena mereka mengatakan di zaman PB ini kita harus memberikan 100% untuk Tuhan

100% bagi kelompok ini biasanya bermakna metafora, dalam arti tidak sungguh – sungguh 100% diberikan, tapi dalam penggunaan, semuanya harus untuk Tuhan. Dan kemudian pendengar menjadi bingung, tetapi ada perpuluhan atau tidak.

Kalau kemudian ada pendeta yang sungguh sungguh memaknai 100% secara harafiah, lebih baik batu kilangan diikatkan dan dilemparkan ke laut.

Praktiknya

Pada praktiknya, gereja terbagi beberapa kelompok

Meminta secara langsung

Saya pernah mendapat keluhan dari seorang Kristen bahwa pendetanya berkata : “Tidak memberi persepuluhan sama dengan mencuri haknya Tuhan”

Tidak pernah menyinggung sama sekali

Gereja Kharismatik saya (Gereja asal saya) termasuk gereja yang tidak pernah membahas persepuluhan. Bahkan sampai dengan kuliah, saya tidak pernah tahu ada konsep persepuluhan.
Padahal di gereja ini, pendeta berhak murni mengatur keuangan gereja.

Dan sekarang saya (gereja rutin) saya, juga sama sekali tidak pernah membahas persepuluhan. Gereja saya yang sekarang termasuk gereja protestan dengan Sinode sehingga pendeta tidak menyentuh uang sama sekali.

Membicarakan Perpuluhan kepada Generasi Muda

di GMS jalan Cempaka, Surabaya, saya pernah mendengar kotbah persepuluhan cuma di ibadah Pemuda. Ketika saya di umum, saya tidak pernah mendengar pembicaraan persepuluhan. Di pemuda malah sambil memberikan perpuluhan, sambil menyebut ucapan iman

Reaksi orang setelah pembicaraan mengenai perpuluhan

Reaksi dari orang setelah adanya pembicaraan mengenai perpuluhan pada dasarnya menunjukkan pendangan dia terhadap gereja, uang dan tuhan

Memberikan perpuluhan dengan sukarela

Kelompok ini akan langsung memberika perpuluhan karena merasa itu kewajiban

Memberi persepuluhan karena ingin mendapat 100x lipat

Kelompok ini pada dasarnya menempatkan $ sebagai Tuhan dalam hidup mereka. Yesus cuma sebagai alat untuk mendapat $$$

Nyinyir dengan Gereja – Pendeta

Ketika saya berkata ada gereja yang membicarakan persepuluhan cuma di Pemuda, ada orang yang bereaksi : “Mempersiapkan penyumbang untuk masa depan gereja

Ketika ada pendeta yang berbicara persepuluhan di umum, ada orang yang akan nyinyir bilang : “pengemis. kurang iman”

Ketika ada pendeta (yang tidak menerima duit persembahan / persepuluhan secara langsung) berbicara persepuluhan, reaksi orang : “Takut dimarahi sinode kalau tekor terus”

Kelompok ini tidak usah ditanggapi karena memang hobby berdebat

Perpuluhan di Alkitab

Daftar ayat Perjanjian Lama

Bilangan

Bilangan 18:21 : Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan di antara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka, pekerjaan pada Kemah Pertemuan

Bilangan 18:24 : sebab persembahan persepuluhan yang dipersembahkan orang Israel kepada TUHAN sebagai persembahan khusus Kuberikan kepada orang Lewi sebagai milik pusakanya; itulah sebabnya Aku telah berfirman tentang mereka: Mereka tidak akan mendapat milik pusaka di tengah-tengah orang Israel.

Bilangan 18:26: ”Lagi haruslah engkau berbicara kepada orang Lewi dan berkata kepada mereka: Apabila kamu menerima dari pihak orang Israel persembahan persepuluhan yang Kuberikan kepadamu dari pihak mereka sebagai milik pusakamu, maka haruslah kamu mempersembahkan sebagian dari padanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN, yakni persembahan persepuluhanmu dari persembahan persepuluhan itu

Bilangan 18:28 : Secara demikian kamu pun harus mempersembahkan sebagai persembahan khusus kepada TUHAN sebagian dari segala persembahan persepuluhan yang kamu terima dari pihak orang Israel. Dan yang dipersembahkan dari padanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN haruslah kamu serahkan kepada imam Harun.

Imamat

Imamat 27:30 : Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.

Imamat 27:31 : Tetapi jikalau seseorang mau menebus juga sebagian dari persembahan persepuluhannya itu, maka ia harus menambah seperlima

Imamat 27:32 : Mengenai segala persembahan persepuluhan dari lembu sapi atau kambing domba, maka dari segala yang lewat dari bawah tongkat gembala waktu dihitung, setiap yang kesepuluh harus menjadi persembahan kudus bagi TUHAN

Imamat 27:34 : Pemilik ternakan itu tidak boleh mengatur binatang itu sedemikian rupa sehingga yang kurang baik sahaja yang terpilih. Apa sahaja yang sudah terpilih tidak boleh ditukar. Jika dia menukarnya, kedua-dua ekor binatang itu menjadi milik TUHAN, dan tidak boleh ditebus

Catatan :

ayat 31 : Misal ada yang memberi perpuluhan perhiasan, dan ada pengurus yang ingin mengambil, maka pengurus harus membayar 120% dari nilai barang tersebut.

Ulangan

Ulangan 14:28-29 : Pada akhir tiga tahun engkau harus mengeluarkan segala persembahan persepuluhan dari hasil tanahmu dalam tahun itu dan menaruhnya di dalam kotamu, maka orang Lewi, karena ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau, dan orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu, akan datang makan dan menjadi kenyang, supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau di dalam segala usaha yang dikerjakan tanganmu.

Daftar ayat Perjanjian Baru

Matius 23:23 : Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Lukas 11:42 : Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan

Lukas 18:12 : aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku (Farisi)

Ibrani 7:2 : Kepadanya (Melkisedek) pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

Catatan ttg perpuluhan :

Di Perjanjian lama ada hukum seremoni ibadah dan ada hukum yang lain. Yang tidak berlaku sekarang cuma upacara ibadah karena sudah digenapi Yesus, tapi hukum yang lain tetap berlaku. Jadi kita sudah tidak perlu membakar korban lagi, akan tetapi tetap harus memberikan perpuluhan

Penerima Perpuluhan

Yang berhak menerima Perpuluhan

1. Semua Bani Lewi.

Pada masa sekarang, bani Lewi ini dapat diartikan adalah :
Hamba Tuhan,
Gembala sidang,
Pendeta,
Guru – guru agama,
Penginjil,
Guru sekolah minggu,
dst

2. Imam Besar

3. Bait Allah, Synagoge, Rumah Penampungan Perpuluhan

Pada zaman sekarang, semua lombaga Kristen yang mengajarkan doktrin yang benar

4. Janda, Yatim Piatu, Orang Asing

Bani Lewi

Di Bilangan 18:26 disebutkan bahwa orang Lewi berhak meneruma persepuluhan. Hal ini dapat ditafsirkan bahwa semua hamba Tuhan berhak menerima persepuluhan. Bukan cuma pendeta atau gereja, tapi SEMUA hamba Tuhan termasuk guru sekolah minggu.

Dan orang yang menerima persepuluhan, juga harus memberikan Persepuluhan.

Persepuluhan yang boleh dinikmati dan tidak boleh dinikmati

Ulangan 12:17 : Tiada suatu pun yang kamu persembahkan kepada TUHAN boleh dimakan di tempat tinggal kamu: baik persepuluhan gandum, wain, minyak zaitun, ataupun anak sulung lembu dan anak sulung domba, pemberian yang kamu janjikan kepada TUHAN, persembahan sukarela, ataupun persembahan lain.

Ulangan 14:23 : Di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah engkau memakan persembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya engkau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu.

Hal ini dapat ditafsirkan bahwa semua persepuluhan harus diserahkan ke hamba Tuhan atau gereja. Kalau kemudian gereja memakai untuk acara Natal, dan di acara Natal disediakan konsumsi untuk pengurus, pengurus boleh menikmati konsumsi tersebut

Tempat menerima perpuluhan

Ulangan 12:5-6 : Tetapi tempat yang akan dipilih Tuhan, Allahmu, dari segala sukumu sebagai kediaman-Nya untuk menegakkan nama-Nya di sana, tempat itulah harus kamu cari dan ke sanalah harus kamu pergi. Ke sanalah harus kamu bawa korban bakaran dan korban sembelihanmu, persembahan persepuluhanmu dan persembahan khususmu, korban nazarmu dan korban sukarelamu, anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu

Maleakhi 3:10 : Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Jadi, tempat menerima persepuluhan adalah gereja yang menegakkan nama Tuhan. Jadi, salahlah pendeta yang mengatakan bahwa persepuluhan harus dibawa ke tempat gereja dia berjemaat.

Persepuluhan tahun ke-3

Ulangan 14:28-29 : Pada akhir tiga tahun engkau harus mengeluarkan segala persembahan persepuluhan dari hasil tanahmu dalam tahun itu dan menaruhnya di dalam kotamu. maka orang Lewi, karena ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau, dan orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu, akan datang makan dan menjadi kenyang, supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau di dalam segala usaha yang dikerjakan tanganmu.

Pada tahun ke-3, persepuluhan boleh diberikan bukan ke gereja, akan tetapi boleh diberikan ke orang yatim, janda, bahkan boleh ke orang non – Kristen

3 Jenis persepuluhan di Perjanjian Lama

Dari nabire.info, ada 3 jenis menurut PL. (https://www.nabire.info/2020/08/bagaimana-korelasi-konsep-persepuluhan.html_

Rabi-rabi Israel menamakan 3 macam persepuluhan itu dengan nama: Ma’aser Rishon (Persepuluhan Pertama), Ma’aser Sheni (Persepuluhan Kedua), dan Ma’aser Ani (Persepuluhan Ketiga).

1. Ma’aser Rishon = KEADILAN

Dengan merujuk Bilangan 18:21-28, kita dapat mengambil beberapa poin sebagai bahan perbandingan dengan apa yang dilakukan oleh gereja sebagai penerus dari bangsa Israel:

Persepuluhan adalah persembahan khusus yang diberikan oleh bangsa Israel kepada TUHAN, bukan kepada suku Lewi (ay 19, 24). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa persembahan persepuluhan adalah milik Tuhan. Oleh sebab itu, suku Lewi sama sekali tidak berhak untuk menuntut apalagi mengancam bangsa Israel apabila mereka lalai membayar persepuluhan.

Suku Lewi menerima persembahan persepuluhan dari Tuhan sebagai upah atas pekerjaan mereka di Kemah Pertemuan (sebelum menjadi Bait Allah), yaitu sebagai pengganti karena mereka tidak menerima tanah pusaka sebagaimana kesebelas suku yang lain. Adapun alasan mengapa mereka tidak menerima tanah pusaka yaitu karena mereka adalah milik pusaka kepunyaan Tuhan sendiri, yakni pengganti dari seluruh anak sulung bangsa Israel sehubungan dengan tulah kematian anak sulung di Mesir (Bil 3:11-12).

Suku Lewi menerima persembahan persepuluhan dari bangsa Israel dengan perbandingan 1:11 suku.

Orang-orang Lewi memberikan persembahan persepuluhan dari persepuluhan yang mereka terima sebagai persembahan khusus kepada Tuhan, dan Tuhan memberian persembahan itu kepada keluarga Harun (imam-imam).

Sekarang kita terapkan konsep persepuluhan pertama (Ma’aser Rishon) dalam gereja. Sebuah catatan penting bahwa, apabila gereja menganggap konsep persepuluhan yang berasal dari PL masih tetap berlaku di PB, maka tidak ada alasan untuk tidak mengikuti semua aturan tertulis di dalam hukum Taurat (sebab Perjanjian Baru sama sekali tidak mengatur soal ini).

Pertama, dengan siapakah kita mau membandingkan para pendeta? Dengan suku Lewi atau imam-imam? Seandainya para pendeta kita samakan dengan orang Lewi, seharusnya mereka tidak boleh melakukan upacara baptisan, pemberian berkat, atau bahkan menyelenggarakan ibadah. Karena hanya para imamlah yang berhak melakukan hal tersebut. Sebaliknya, apabila kita menganggap bahwa para pendeta adalah imam-imam, maka seharusnya mereka tidak menerima persepuluhan dari jemaat (10%) melainkan sepersepuluh dari total persepuluhan yang diterima oleh suku Lewi (1%).

Nah, siapakah orang Lewi menurut hukum Taurat? Berdasarkan Bilangan pasal 4, kita ketahui bahwa mereka adalah orang-orang yang ditunjuk secara khusus untuk mengurus barang-barang maha kudus (bani Kehat, ay 1-20), mengangkat segala perlengkapan Kemah Suci (bani Gerson, ay 21-28), dan mengangkat segala perkakas Kemah Suci (bani Merari, ay 29-33). 

Secara singkat dapat dikatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang bertanggung-jawab atas segala sesuatu yang berhubungan dengan Kemah Suci, yaitu orang-orang yang diperbantukan kepada keluarga Harun (imam-imam) demi terselenggaranya ibadah orang Israel.

Sekarang yang menjadi permasalahannya adalah, siapakah orang Lewi menurut versi Perjanjian Baru? Berdasarkan “job” yang mereka miliki, maka seharusnya mereka adalah seluruh full timer gereja yang tidak ditahbiskan menjadi imam (pendeta). Mereka adalah orang-orang yang berhak untuk menerima persepuluhan dari jemaat untuk selanjutnya mereka memberikan sepersepuluh dari pendapatan mereka kepada para pendeta.

Kedua, persembahan persepuluhan dari persepuluhan jemaat (1%) yang diberikan orang Lewi kepada imam-imam, harus diberikan secara merata kepada semua anggota keluarga Harun. Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa Harun mendapatkan porsi yang lebih besar ketimbang anak-anaknya, Alkitab hanya menyatakan bahwa persembahan orang Lewi diberikan kepada seluruh keluarga Harun.

Dengan demikian, tidak sepantasnya seorang gembala sidang mendapatkan porsi yang lebih besar ketimbang para pendeta lainnya

Ketiga, makna di balik perintah Ma’aser Rishon adalah KEADILAN. Suku Lewi, termasuk keturunan Harun, sama sekali tidak menerima tanah pusaka. Sebagai gantinya, wajar apabila mereka menerima persembahan persepuluhan dari orang Israel (dengan perbandingan 1:11). Tujuannya adalah supaya “Semua Orang Dapat Makan”  (secara adil). Adakah tujuan ini telah tercapai di dalam gereja? Mengapa terjadi kesenjangan sosial diantara para pendeta, khususnya antara gembala sidang dengan seluruh full timer yang bekerja di dalam gereja?

2. Ma’aser Sheni = KESETIAAN

Sebagaimana konteks Ulangan 14:22-27, kita diperhadapkan dengan kenyataan bahwa gereja tidak konsekuen dalam menerapkan konsep persepuluhan yang Alkitabiah. Sampai dengan hari ini, tidak pernah sekalipun ada seorang pendeta yang mengajarkan bahwa di dalam Alkitab terdapat suatu jenis persepuluhan yang boleh dimakan sendiri oleh pembawanya bersama dengan seisi rumahnya.

Saya tidak tahu apakah ada unsur kesengajaan di sini – maksudnya supaya jemaat tidak mempertanyakan soal ini – atau memang mereka lupa untuk memberitakannya? Mungkin salah satu kekuatiran yang timbul dengan mengajarkan adanya suatu jenis persepuluhan yang boleh dimakan sendiri adalah kecenderungan manusia yang pada akhirnya tidak akan memberi sama sekali. Tetapi hal itu bukan urusan gereja, apalagi sampai menghakimi mereka yang tidak memberikan persepuluhan.

Adapun makna di balik persepuluhan kedua (Ma’aser Sheni) adalah KESETIAAN. Bangsa Israel diminta untuk membawa persepuluhan mereka ke Yerusalem (tempat yang kelak dipilih oleh Allah), atau bila terlalu jauh, mereka harus menguangkan persepuluhan mereka dan membelanjakan uang tersebut di Yerusalem, sesuka hati mereka, dengan tujuan agar mereka makan di hadapan Tuhan bersama-sama dengan seluruh anggota keluarga mereka, yaitu setahun sekali yang dilaksanakan pada hari raya pesta panen, atau yang lebih dikenal dengan nama hari raya tujuh minggu, yang di kemudian hari dirayakan oleh orang Kristen sebagai hari raya Pentakosta. 

Apa tujuannya? Tujuannya supaya mereka belajar untuk takut akan Tuhan, Allah mereka (ay 23). Apa maksudnya? Maksudnya adalah, mudah sekali bagi bangsa Israel untuk jatuh ke dalam salah satu bentuk penyembahan berhala dengan cara menyembah salah satu dewa/dewi kesuburan di tanah Kanaan (Mis: Asyera, Asytoret, Baal, dll). Dengan adanya hari raya pesta panen, yang diiringi oleh Ma’aser Sheni, bangsa Israel senantiasa diingatkan kepada satu-satunya sumber berkat yang harus mereka sembah, yaitu Yahweh (YHWH), Allah Penguasa alam semesta. Adakah makna kesetiaan seperti ini sudah menjadi bagian dari konsep persepuluhan gereja di masa modern? Saya meragukannya

3. Ma’aser Ani = BELAS KASIHAN

Berdasarkan Ulangan 14:28-29, pernahkah saudara menemukan ayat-ayat di dalam Perjanjian Lama yang menyebutkan tentang adanya persembahan bagi orang-orang miskin atau yang lebih dikenal dengan istilah persembahan diakonia? Saya yakin tidak, mengapa? Karena memang tidak ada persembahan seperti itu di dalam PL.

Orang-orang miskin, yaitu janda-janda, anak-anak yatim, dan bahkan orang asing, mendapat bagian mereka dari hasil penuaian yang terbuang (umpamanya buah yang jatuh dari pohon, Imamat 19:9-10) dan Ma’aser Ani yang dilakukan setiap tahun ketiga dan keenam dalam satu periode tahun sabat (7 tahun).

Jadi, berdasarkan keterangan ini, jelaslah bahwa salah satu fungsi dari persepuluhan di dalam PL adalah menyatakan BELAS KASIHAN, yaitu agar orang-orang miskin dan orang-orang asing tidak harus mati kelaparan, karena mereka tahu kemana mereka harus pergi untuk mendapatkan makanan, yaitu pintu gerbang kota (Sha’ar = Pintu Gerbang, KJV = Gates), di mana orang-orang lewi bertugas untuk mengatur pembagiannya

Kesimpulan

Ada beberapa hal yang perlu diingat dari persepuluhan

1. Tuhan Yesus tidak pernah membatalkan persepuluhan, Yesus cuma menekankan bahwa kita jangan sampai mengabaikan yang lain demi persepuluhan

2. Hukum persepuluhan di PL tidak pernah dibatalkan. Yang sudah tidak berlaku cuma hukum seremonial tentang persembahan, pengampunan dosa karena sudah digenapi dengan kedatangan Yesus

3. Tuhan Yesus, Paulus dan semua rasul di PB, semua menggunakan Hukum Taurat karena PB belum ada

4. Kalau memang tidak ikhlas untuk memberikan persepuluhan, mending tidak usah karena sia – sia dan gereja pasti tetapi dipelihara Tuhan walau tidak ada persepuluhan.

Leave a Comment

You cannot copy content of this page