Sola Scriptura yang keblinger

Latar Belakang

Seperti pada artikel mengenai penulis Injil Yohanes, saya bertemu dengan orang yang mengatakan bahwa Injil Yohanes adalah tulisan Lazarus

A : Injil Yohanes tulisan Lazarus
B : Bukan, tapi tulisan Rasul Yohanes
A : Buktinya apa ?
B : Ada catatan dari Irenaeus yang merupakan murid Polycarp yang merupakan murid Rasul Yohanes.
A : Jangan melihat catatan bapa – bapa gereja. Sola Scriptura !!!

Saya baru tahu kalau ada orang berpandangan Sola Scriptura dengan seperti ini. Mereka mengangung – agungkan Sola scriptura sampai membuang catatan sejarah bapa – bapa gereja.

Yang kemudian menjadi pokok bahasan di artikel ini adalah : Apa kata Alkitab sendiri mengenai catatan bapa – bapa gereja

Ayat – Ayat Alkitab

Lukas 1:1-4:
1. Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita,
2. seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.
3. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu,
4. Supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.

Yohanes 20:30: Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya

Dari 2 perikop di atas, kita dapat tahu bahwa injil tidak ditulis berdasar pada wangsit ilahi, akan tetapi merupakan kitab yang mensejarah karena didapat dari penelitian para penulis injil

Para Bapa Gereja

Karena Kekristenan tidak dimulai dari kitab yang diwangsitkan oleh Allah, maka yang menjadi pokok terpenting di dalam Kekristenan Purba bukan kitab injil (karena belum ada)

Irenius mengatakan bahwa yang menjadi kriteria dari ajaran injil adalah :

  • Memory Para Rasul
  • Pengakuan Iman (Rules of Faith) – Ringkasan dari ajaran para Rasul
  • Doktrin – doktrin yang tercantum di dalam liturgi

Tradisi – Tradisi (Paradosis)

2 Tes 2:15 : Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.

1 Korintus 11:2 : Dan aku memuji kamu, hai saudara-saudara, karena kamu diingatkan segala sesuatu mengenai aku, dan kamu sedang memegang teguh tradisi-tradisi (PARADOSIS) seperti yang telah aku serahkan (“aku tradisikan” – PARADIDÔMI) kepadamu.

Ibrani 13:7: Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.

2 Tim 2:2 : Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.

https://www.sarapanpagi.org/tradisi-adat-vt6472.html

Kata “παραδοσις – paradosis” berarti tradisi, doktrin atau amanat yang diserahkan atau dikomunikasikan dari seseorang kepada orang lain, baik berhubungan secara religius, ajaran kekristenan, dengan Allah maupun tentang manusia.

Arti kata Yunani παραδοσις – paradosis dan παραδιδωμι –paradidômi (yg berurutan dipakai 4 dan 6 kali) ialah: sesuatu yg disampaikan atau diteruskan dari seseorang kepada yg lain, khususnya dari seorang guru kepada muridnya. Dengan maksud ‘ajaran Yahudi’ kata itu diterjemahkan ‘adat’ dalam Terjemahan Bahasa Indonesia. Bila dikenakan kepada orang Kristen, maka kata Yunaninya biasanya diterjemahkan ‘ajaran’, misalnya 1 Korintus 11:2 ‘ajaran yang kuteruskan kepadamu’.

Kesimpulan

Dari ayat – ayat di atas dapat disimpulkan bahwa

  1. Sebelum Alkitab PB dikanonisasi, sudah ada ajaran para rasul
  2. Para penuli Alkitab menulis kitab – kitab dan surat – surat mereka
  3. Lukas mewewancari banyak saksi mata langsung ketika menyusun Injil Lukas
  4. Tidak semua ditulis di PB, yang ditulis yang secukupnya supaya orang menjadi percaya
  5. Di surat – suratnya, Paulus menegaskan pentingnya tradisi dan pentingnya untuk meneruskannya

Kitab tertua yang ditulis adalah 1 Tesalonika (sekitar tahun 52 M).

Jadi, ajaran bapa – bapa gereja tidak boleh dikesampingkan karena sebelum alkitab ditulis, yang menjadi bahan ajaran adalah

  • Memory Para Rasul
  • Pengakuan Iman (Rules of Faith) – Ringkasan dari ajaran para Rasul
  • Doktrin – doktrin yang tercantum di dalam liturgi

Tradisi di sini bukan berarti semacam ritual dan sejenisnya yang menyeleweng, akan tetapi ajaran lisan dan tertulis dari para rasul kepada bapa bapa gereja. Makanya LAI menerjemahkan paradosis sebagai ajaran.

Komentar Admin

Kita orang Protestan mewarisi konflik antara Protestan vs Katolik. Jadi, kalimat Sola Scriptura itu benar pada masa Sola Scriptura dikumandangkan, yaitu pada zaman Reformasi.

Kalau sekarang sudah tidak ada lagi Indulgensia dan sejenisnya yang membuat Martin Luther membuat 99 thesis di pintu gerbang gereja di Wittenburg, maka sudah sebaiknya kita mulai lagi untuk melihat – lihat ke sejarah gereja dan bapa – bapa gereja

Leave a Comment

You cannot copy content of this page