Mengapa Musa dilarang masuk Kanaan – Arti Jahil dalam Matius 5

Musa

Selama ini saya seringkali mendengar alasan mengapa Musa dilarang masuk Kanaan karena dia memukul batu di Masa Meriba

Bilangan 20 :
1. Dalam bulan satu seluruh umat Israel tiba di padang gurun Zin dan menetap di Kades. Miryam meninggal dan dikuburkan di situ.
2. Pada suatu waktu di tempat perkemahan mereka tidak ada air. Maka datanglah orang-orang itu mengerumuni Musa dan Harun
3. sambil mengomel, “Lebih baik sekiranya kami mati di hadapan Tuhan bersama-sama dengan saudara-saudara kami! 4. Mengapa kamu membawa kami ke padang gurun ini? Apakah supaya kami mati di sini bersama-sama dengan ternak kami? 5. Untuk apa kamu membawa kami keluar dari Mesir ke tempat sengsara ini yang tidak bisa ditanami apa-apa? Di sini tak ada gandum, tak ada pohon ara, anggur, dan delima. Bahkan air minum pun tak ada!”
6.Musa dan Harun pergi menjauhi orang-orang itu lalu berdiri di dekat pintu Kemah Tuhan. Mereka sujud, lalu cahaya kehadiran Tuhan menyinari mereka.
7. Tuhan berkata kepada Musa,
8. “Ambillah tongkat yang ada di depan Peti Perjanjian, lalu engkau dan Harun harus mengumpulkan seluruh umat. Di depan mereka semua, engkau harus berkata kepada bukit batu yang ada di situ supaya memancurkan air. Demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu supaya rakyat dan ternak mereka dapat minum.”
9. Maka pergilah Musa mengambil tongkat itu seperti yang diperintahkan Tuhan.
10. Musa dan Harun mengumpulkan seluruh umat di depan bukit batu itu. Lalu Musa berkata, “Dengarlah, hai kaum pemberontak! Apakah kami harus mengeluarkan air dari bukit batu ini untuk kamu?”
11. Lalu Musa mengangkat tongkat itu dan memukulkannya pada bukit batu itu dua kali. Maka mancurlah air dengan derasnya, sehingga semua orang dan ternak bisa minum.
12. Tetapi Tuhan menegur Musa dan Harun, kata-Nya, “Karena kamu kurang percaya kepada-Ku untuk menyatakan kuasa-Ku yang suci di depan bangsa Israel, kamu tidak akan memimpin mereka masuk ke negeri yang Kujanjikan kepada mereka.”
13. Itulah mata air Meriba. Di tempat itu orang-orang Israel mengomel terhadap Tuhan, dan di situ juga Tuhan menunjukkan kuasa-Nya yang su)ci kepada bangsa itu.

Akan tetapi, ternyata alasan Musa tidak boleh masuk tanah Kanaan bukan karena “Memukulnya”. Tapi karena Musa menggunakan “Kami”

Jawaban Irwan Nation (brainly.co.id/tugas/29472084)

Alasan mengapa Tuhan tidak mengizinkan Musa masuk ke Tanah Perjanjian adalah karena Musa tidak taat kepadaNya. Ketidaktaatan Musa ini dimulai pada saat bangsa Israel kehausan di padang gurun dan bersungut-sungut meminta air kepada Musa dan Harun. Ketika Musa dan Harun melaporkan sungut-sungut bangsa Israel kepada Tuhan, Tuhan memerintahkan Musa untuk berbicara kepada sebuah bukit batu agar mengeluarkan air, sehingga bangsa Israel bisa minum. Namun, Musa tidak melakukan tepat seperti yang diperintahkan oleh Tuhan. Ia justru melakukan dua kesalahan: Pertama, ia marah kepada orang Israel seraya berkata, “Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?” Dengan berkata kami, bukan Tuhan, Musa dan Harun telah mengambil alih wewenang Tuhan. Hal itu dianggap telah menghujat Tuhan, sebab memberi bangsa Israel minum itu wewenang Tuhan. Kedua, Musa memukul bukit batu itu sebanyak dua kali. Padahal Tuhan hanya menyuruhnya untuk berbicara kepada bukit batu tersebut, bukan memukulnya. Hal ini berarti bahwa Musa tidak taat pada perintah Tuhan. Itulah sebabnya Tuhan murka kepada Musa dan Harun. Tuhan berkata bahwa Musa dan Harun tidak percaya kepadaNya dan tidak menghormati kekudusanNya (Bil 20:2-13).

Di mata Tuhan, kesalahan Musa dan Harun jelas bukanlah kesalahan yang kecil atau sepele, tetapi sudah termasuk pada dosa pemberontakan (Bil 27:14). Itulah sebabnya Tuhan menghukum Musa dan Harun dengan tidak memperbolehkan mereka memasuki Tanah Perjanjian. Sebelum penolakan Musa dan Harun ini, Tuhan juga telah menolak semua laki-laki Israel yang berusia 20 tahun ke atas masuk ke Tanah Perjanjian, kecuali Yosua dan Kaleb. Sebab mereka semua, kecuali Yosua dan Kaleb, telah memberontak kepadaNya. Hanya Yosua dan Kaleb, bersama perempuan dan laki-laki yang berusia di bawah 20 tahun yang Tuhan izinkan memasuki Tanah Perjanjian (Bil 14:26-35). Jadi di sini Tuhan berlaku adil, siapa pun yang tidak taat kepadaNya tidak akan masuk ke Tanah Perjanjian, termasuk Musa dan Harun, sebagai pemimpin-pemimpin Israel. Memang, hukuman Musa dan Harun ini sepertinya terlalu berat dan kurang adil, tetapi sesungguhnya tidak. Sebab, Musa dan Harun adalah para pemimpin umat, yang sudah seharusnya mempunyai tanggung jawab yang lebih besar di dalam menaati perintah Tuhan.

Namun, kegagalan Musa masuk ke Tanah Perjanjian tidak mengurangi kebesaran namanya. Musa mendapat tempat yang unik dalam rencana Tuhan, yakni membebaskan umat pilihanNya dari perbudakan Mesir menuju Tanah Perjanjian, disertai dengan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dahsyat. Hal ini membuat kebesaran Musa tidak tertandingi oleh tokoh-tokoh lainnya di PL (Ul 34:10-12). Dan sekitar 1200 tahun setelah kematiannya, Musa mendapat kehormatan “masuk” ke Tanah Perjanjian tatkala ia muncul di Gunung Pemuliaan dan berbicara dengan Tuhan Yesus! (Mat 17:3). Tuhan tetap menghormati kesetiaan hambaNya.

Rangkuman

di dalam Matthew Henry Commentary : it was too much like Raca, and Thou fool. His smiting the rock twice (it should seem, not waiting at all for the eruption of the water upon the first stroke) shows that he was in a heat.
Google Translate : itu terlalu mirip Raca, dan kamu bodoh. Dia memukul batu dua kali (kelihatannya, tidak menunggu sama sekali untuk letusan air pada pukulan pertama) menunjukkan bahwa dia sedang panas.

Kalimat Yesus di Matius 5:21-22

Matius 5:
21. Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
22. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! (RHAKA) harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! (MÔROS) harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Mungkin kita heran dengan maksud Jahil dan Kafir. Kalau orang jahil masuk neraka, kayaknya lebih banyak orang lagi yang harus masuk neraka daripada yang sekarang. 🙁

RHAKA dan MOROS

RHAKA merupakan bahasa Ibrani.
NB : Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani, tapi banyak kata – kata asing yang tercantum di dalamnya. Misal : Rhaka (Ibrani), Efata (Aram), Eli, Eli Lamasabakhtani (Aram)

Jadi makna Rakha (Raca) :
The word raca comes from the Aramaic word reka. The word is thought to have meant empty-headed, foolish, or vain. It was a word of reproach used by the Jews of that day and time that meant worthless
Google Translate : Kata raca berasal dari kata Aram reka. Kata itu dianggap berarti berkepala kosong, bodoh, atau sia-sia. Itu adalah kata celaan yang digunakan oleh orang-orang Yahudi pada hari dan waktu itu yang berarti tidak berharga

Rangkuman

Menurut Bambang Noorsena di video di atas menit ke 7:22, Kata rakha adalah caci maki teologis dan bila ada orang yang disebut Rakha, maka akan diserahkan ke mahkamah agama dan orang itu akan dihukum mati. Jadi penyebutan rakha itu dalam zaman itu semacam : nabok nyilih tangan.

Kesimpulan

Jadi kedua perikop tersebut memiliki kata yang sama, yaitu : RAKHA (Raca). Dan Tuhan Yesus memperingatkan adanya kebiasaan orang – orang Yahudi pada zaman itu yang gampang bilang : KAFIR. Padahal makian KAFIR pada zaman itu bisa berdampak nyawa

Zaman sekarang

https://www.suara.com

SUARA.COM 30 Mar 2019 6:45
Awalnya, kedua emak-emak dari dua kubu capres tampak berdebat, ujungnya mereka saling dorong dan jambak.
Suara.com – Beredar sebuah video singkat emak-emak pendukung capres nomor urut 01 Jokowi-Maruf dan emak-emak pendukung capres nomor urut 02 Prabowo-Sandi terlibat keributan. Keduanya pun terlibat aksi saling dorong hingga menjambak.

Video keributan ini diunggah melalui akun Twitter @APLpangeran. Dalam video berdurasi 1.28 menit itu tampak seorang emak-emak memakai baju putih dan kerudung putih pendukung Prabowo-Sandi menyebut seorang wanita pendukung Jokowi-Maruf.

Awalnya, emak-emak kedua kubu capres ini tampak berdebat. Namun, emak-emak yang memakai kerudung berwarna putih ini pun berpaling meninggalkan keributan sembari mengacungkan salam dua jari dan menyebut emak-emak di hadapannya kafir.

Emak berbaju putih berambut pendek itu pun langsung geram. Ia langsung mendekati si emak berkerudung yang menyebutnya kafir.

“Apa lu bilang gue kafir?” kata si emak berambut pendek seperti dilihat dalam video dan dikutip Suara.com, Jumat (29/3/2019).

Emak berkerudung putih itu pun langsung mendorong si emak yang bertanya padanya. Akhirnya aksi saling dorong dan menjambak pun terjadi.

Leave a Comment

You cannot copy content of this page