Tafsir Kejadian 3:15 menurut orang Yahudi (Targum)

Kita seringkali mendengar di kotbah – kotbah dan Pemahaman Alkitab bahwa Kejadian 3:15 adalah Proto evangelion (Injil Pertama). Dan seringkali dalam penjelasan, kita diajarkan bahwa Kejadian 3:15 adalah nubuatan tentang Yesus.

Kejadian 3:15 : Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya

Seringkali dalam kotbah diajarkan bahwa :

  • Keturunan perempuan ditafsirkan adalah Yesus karena Yesus lahir tanpa benih ayah sehingga cocok disebut keturunan perempuan
  • Iblis akan meremukkan tumit dengan di salin
  • Akan tetapi Yesus meremukkan kepala iblis dengan bangkit dari kubur

Saya di artikel ini tidak akan membahas mengenai tafsiran Kejadian 3:15 karena sudah ada banyak di internet, akan tetapi saya akan membahas mengenai apa kata orang Yahudi mengenai Kejadian 3:15.

Targum – Targum

Targum (bentuk jamak targumim, bahasa Ibrani: תרגםום‎) adalah penjelasan, parafrasa dan pengembangan lisan mengenai Alkitab Ibrani yang diberikan oleh para rabbi dalam bahasa sehari-hari kepada para pendengarnya, pada periode di mana bahasa yang dipakai adalah bahasa Aram. Hal ini diperlukan karena menjelang akhir abad menjelang munculnya Kekristenan, bahasa umum sedang mengalami transisi, yaitu bahasa Ibrani yang merupakan bahasa asli Alkitab Ibrani tidak lagi dipakai secara umum dan hanya dalam rangka acara keagamaan. Akhirnya menjadi keharusan untuk memberikan penjelasan dan penerjemahan ke dalam bahasa sehari-hari, setelah pembacaan bagian dari Tanakh. (Wikipedia)

Targum Neofiti

Gen 3:15 is often taken as a Messianic prophecy. While many modern Jews reject this reading, some Jewish texts interpreted it in a Messianic fashion. One such text is Targum Neofiti which renders the verse as follow:

And I will put enmity between you” and the woman and between your sons’ and her sons. And it will come about that when her sons observe the Law and do the commandments they will aim at you and smite you on your head and kill you. But when they forsake the commandments of the Law you will aim and bite him on his heel and make him ill. For her sons, however, there will be a remedy, but for you, O serpent, there will not be a remedy, since they are to make appeasement in the end, in the day of King Messiah. (Targum Neofiti 1: Genesis [The Aramaic Bible volume 1A; trans. Martin McNamara; Collegeville, Minn.: The Liturgical Press, 1992], 61, italics in original)

Google Translate

Dan aku akan mengadakan permusuhan antara kamu” dan wanita itu dan antara anak laki-lakimu dan anak laki-lakinya. Dan akan terjadi bahwa ketika anak laki-lakinya menjalankan Hukum dan melakukan perintah, mereka akan membidikmu dan memukul kepalamu dan membunuhmu Tetapi ketika mereka mengabaikan perintah-perintah Hukum, Anda akan membidik dan menggigit tumitnya dan membuatnya sakit. Akan tetapi, bagi putranya, akan ada obatnya, tetapi bagi Anda, hai ular, tidak akan ada obatnya, karena mereka akan membuat pendamaian pada akhirnya, pada hari Raja Mesias.

Targum Onkelos

And I will place enmity between you and (between) the woman, and between your children and (between) her children; it will remember what you did to it in ancient time and you will sustain (your hatred) for it to the end {of time}.”

Google Translate

Dan Aku akan mengadakan permusuhan antara kamu dan (antara) wanita itu, dan antara anak-anakmu dan (antara) anak-anaknya; itu akan mengingat apa yang Anda lakukan padanya di zaman kuno dan Anda akan mempertahankan (kebencian Anda) untuk itu sampai akhir {waktu}.”

Targum Pseudo Jonathan

And I will put enmity between you and the woman, between the offspring of your children and the offspring of her children. And when the children of the woman keep the commandments of the Law, they will take aim and strike you on your head. But when they forsake the commandments of the Law you will take aim and wound them on their heels. For them, however, there will be a remedy; but for you there will be no remedy; and they are to make peace in the end, in the days of the King Messiah.”

Google Translate

Dan Aku akan mengadakan permusuhan antara kamu dan wanita itu, antara keturunan anak-anakmu dan keturunan anak-anaknya. Dan ketika anak-anak perempuan itu menuruti hukum Taurat, mereka akan membidik dan memukul kepalamu. Tetapi ketika mereka mengabaikan perintah-perintah Hukum, Anda akan membidik dan melukai mereka di tumit mereka. Bagi mereka, bagaimanapun, akan ada obatnya; tetapi bagi Anda tidak akan ada obatnya; dan mereka akan berdamai pada akhirnya, pada zaman Raja Mesias.”

Rangkuman

Isi dari Targum – targum yang ada menekankan bahwa bila keturunan wanita itu taat pada hukum, maka keturunan wanita akan membidik ular tanpa obat pada zaman Raja Mesias

Pendapat Akademis

Sebagai kesimpulan, saya mengutip kesimpulan Michael B. Shepherd di dalam artikel TARGUMS, THE NEW TESTAMENT, AND BIBLICAL THEOLOGY OF THE MESSIAH

As stated in the introduction, the Targums and the NT exegete Scripture messianically. In other words, the Targums and the NT both have a biblical
theology of the Messiah. It is highly unlikely that Judaism after the first century produced such a rash of messianic renderings that coincided with the very texts that formed the heart of Christian exegesis. Perhaps the NT authors were influenced in some way by targumic renderings, but some measure of independence has to be allowed. The solution probably lies somewhere between these two options. In any case, the exegetical work of these separate corpora highlights the messianic theology of the Hebrew Bible itself.

It is difficult to overstate the significance of the synagogue tradition shared by the Targums and the early church. The post-exilic Jewish community and the early Christian community were characterized by gatherings around the teaching of Scripture (Acts 2:42) during which messianic theology was expounded. This is not to say, of course, that there is no difference between the Targums and the NT. It is equally difficult to overstate the significance of the NT’s application of messianic texts to Jesus. This is clearly where the Targums and the NT part ways. Nevertheless, the Targums are in a position to inform scholars not only text-critically, but also in regard to the history of interpretation preceding the NT. The examples of exegesis in this article have only scratched the surface. Much work remains to be done not only in the Law and the Prophets, but 58 journal of the evangelical theological society also in the Writings—particularly the Psalms.56 The Targums to the Writings have not been addressed here due to their relatively late and expansive character, but this is not to deny their value for future research

https://digitalcommons.cedarville.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1297

Google Translate

Sebagaimana dinyatakan dalam pendahuluan, Targum dan PB menafsirkan Kitab Suci secara mesianis. Dengan kata lain, Targum dan PB sama-sama memiliki Alkitab teologi Mesias. Sangat tidak mungkin bahwa Yudaisme setelah abad pertama menghasilkan begitu banyak terjemahan mesianis yang bertepatan dengan teks-teks yang membentuk inti dari eksegesis Kristen. Mungkin penulis PB dipengaruhi dalam beberapa cara oleh terjemahan targum, tetapi beberapa ukuran independensi harus diizinkan. Solusinya mungkin terletak di antara dua opsi ini. Bagaimanapun, karya eksegetis dari kumpulan yang terpisah ini menyoroti teologi mesianis dari Alkitab Ibrani itu sendiri.

Sulit untuk melebih-lebihkan pentingnya tradisi sinagoga yang dimiliki oleh Targum dan gereja mula-mula. Komunitas Yahudi pasca-pembuangan dan komunitas Kristen awal dicirikan oleh pertemuan-pertemuan seputar pengajaran Kitab Suci (Kisah Para Rasul 2:42) di mana teologi mesianik diuraikan. Ini tidak berarti, tentu saja, bahwa tidak ada perbedaan antara Targum dan PB. Sama sulitnya untuk melebih-lebihkan signifikansi penerapan PB atas teks-teks mesianis kepada Yesus. Di sinilah jelas Targum dan PB berpisah. Namun demikian, Targum berada dalam posisi untuk menginformasikan para sarjana tidak hanya secara kritis teks, tetapi juga dalam kaitannya dengan sejarah interpretasi sebelum PB. Contoh eksegesis dalam artikel ini hanya menggores permukaan. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan tidak hanya dalam Hukum dan Kitab Para Nabi, tetapi 58 jurnal masyarakat teologi evangelis juga dalam Tulisan-tulisan — khususnya Mazmur.56 karakter, tetapi ini tidak menyangkal nilai mereka untuk penelitian masa depan

Kesimpulan

Kejadian 3:15 disimpulkan sebagai ayat nubuatan tentang Mesias ternyata bukan hanya milik Kekristenan, akan tetapi diawali oleh tafsiran Yahudi.

Walau memang Yahudi tidak mengakui Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan, itu persoalan yang berbeda

Leave a Comment

You cannot copy content of this page