Childfree di dalam perspektif Kristen

Sekitar pertengahan Agustus 2021, muncul perdebatan karena adanya youtuber yang meilih untuk childfree

Ini contoh beritanya

Gita Savitri Viral karena Komentar Soal Pernikahan Childfree, Apa Itu?

Jakarta – YouTuber dan penulis buku Gita Savitri jadi atensi warganet setelah komentarnya mengenai childfree di unggahan Instagram Story. Apa itu child-free?
Gita Savitri atau populer dengan nama Gitasav di media sosial, sebenarnya sudah lama mengungkapkan keputusannya untuk memilih childfree atau tidak memiliki anak setelah menikah. Hal tersebut diungkapkannya saat diwawancara oleh psikolog Analisa Widyaningrum untuk konten YouTube Analisa Chanel.

“Jadi sebenarnya aku sama Paul itu childfree, kita memang nggak ada rencana untuk punya anak, kita penginnya berdua aja. Mungkin ini terlalu ekstrem kali ya,” ujar penulis buku Rentang Kisah itu.

Kini pernyataan Gita Savitri soal keputusannya untuk childfree kembali viral. Kali ini karena dia menjawab pertanyaan dari netizen. Dia ditanya bagaimana menghadapi orang-orang yang kontra terhadap keputusannya untuk tidak memiliki anak.

“Kalo kontra yang waras mah biasa aja. Kalo ga waras, yg udah nagging-guilt-trip bawa-bawa agama, yang udah “alaah sok idealis masak sih ga mau” ya gw tambah menikmati hidup dong! Ibu-ibu julid kek gitu bakalan makin dengki kl liat org yg ga punya anak trs hepi. Karena dia sebenernya lelah, letih, lesu, dan tersiksa gitu mesti ngurus anaknya tapi ga mau ngaku makanya dengki. Kalo dianya happy dan content dengan pilihan hidup dia, yaitu beranak, gak akan ganggu orang yang gak mau beranak,” begitu jawaban Gitasav yang kemudian menuai komentar pedas netizen.

Netizen khususnya para ibu yang sudah memiliki anak ada yang merasa tersinggung dengan jawaban Gitasav tersebut. Namun di sisi lain ada juga netizen yang membela YouTuber yang sekolah dan tinggal di Jerman itu bersama suaminya. Menurut yang membela, komentar pedas Gita itu adalah untuk ibu-ibu yang kerap nyinyir padanya soal keputusannya untuk tidak memiliki anak.

Apa Itu Childfree yang Jadi Pilihan Gita Savitri?

Childfree merupakan gaya hidup yang dipilih pasangan menikah untuk tidak memiliki anak. Menurut kamus Merriam Webster, kata child-free yang berarti tanpa anak sudah dikenal sejak 1901.

Dalam tulisannya di Psychology Today, Dr. Ellen Walker menyebutkan gaya hidup childfree menjadi tren sejak 2014. Menurut doktor psikologi dari Seattle Pacific Universityitu, anak-anak muda pada masa sekarang melihat memiliki anak adalah sebuah pilihan bukan kewajiban. Sehingga mereka tidak lagi merasa menjadi orangtua adalah sebuah tahapan penting dari kehidupan.

Dr. Ellen Walker menyebutkan salah satu alasan kenapa pasangan memilih childfree adalah mereka mulai menyadari akan dampak negatif kehadiran anak dalam sebuah hubungan atau pernikahan. Dr. Walker mengutip satu riset di Inggris yang menyebutkan pasangan tanpa anak lebih bahagia dalam hubungan mereka dibandingkan yang punya anak. Riset itu mengungkapkan juga wanita yang memiliki anak kurang puas dengan hubungan atau pasangan mereka. Dan riset yang sama menemukan bahwa para ibu lebih menemukan kebahagiaan pada anak mereka dibandingkan pasangan.

Alasan lainnya orang memilih gaya hidup childfree adalah karena semakin bertambahnya populasi dunia. Salah satu orang yang mendeklarasikan tidak mau punya anak karena alasan ingin membantu menyelamatkan bumi itu adalah YouTuber Anna Bogen.

“Aku sama sekali tidak memiliki keinginan mewariskan planet ini pada seorang anak. Planet di mana tidak memiliki sumber daya yang tersisa,” katanya.

Sementara itu menurut pimpinan Démographie Responsable (Responsible Demographics), sebuah organisasi yang mempromosikan untuk menurunkan angka kelahiran anak, Denis Garnier, pilihan childfree semakin populer 10 tahun belakangan ini. Menurutnya keputusan untuk tidak memiliki anak demi menyelamatkan bumi mulai banyak dipilih pasangan.

“Banyak anak-anak muda yang sadar, terimakasih atas publikasi tentang global warming dan publikasi tentang kerusakan keanekaragaman hayati,” jelasnya.

Bagaimana dengan Gita Savitri? Istri dari Paul Andre Partohap itu mengatakan saat diwawancara psikolog Analisa Widayaningrum, keputusan untuk tidak memiliki anak sudah dibicarakan dengan sang suami dan bukan hal yang datang tiba-tiba.

“Buat aku punya anak such a big deal. Gimana kalau misalnya kita sebagai orangtua nggak being responsible dan memberikan luka ke anak kita,” ujar Gita Savitri.

wolipop.detik.com/wedding-news/d-5684224/gita-savitri-viral-karena-komentar-soal-pernikahan-childfree-apa-itu

Dan kemudian seperti yang sudah diduga, muncul hujatan sampai ke arah bullying kepada pihak yang bersangkutan.

Prinsip pernikahan dalam Kekristenan

Institusi yang didirikan oleh Allah sendiri

Tujuan Pernikahan

Dalam Kejadian 2:22-25, adalah gambaran lembaga pernikahan yang dibuat oleh Allah sendiri setelah penciptaan manusia. Jelas bukan manusia yang membuatnya, karena fakta penciptaan laki-laki dan perempuan adalah fakta ketetapan Allah. Dan bahwa laki-laki dan perempuan itu dipersatukan, sehingga menjadi satu dan tak boleh dipisahkan adalah juga ketetapan Allah. (reformata.com)

Memuliakan Tuhan

Tujuan hidup orang Kristen seperti telah digariskan di pengakuan iman Wesminster adalah

Memuliakan Allah dan menikmati Dia untuk selama-lamanya.

Jadi, apapun, termasuk pernikahan harus bertujuan untuk memuliakan tuhan dan menikmati berkatnya.

Beranak cucu

Dan tujuan pernikahan itu sangat jelas, yaitu supaya manusia berkembang biak, dan menguasai bumi (Kejadian 1:26-28). Manusia mengelola kehidupan dibumi sebagai penerima mandat Allah. Maka dalam hal ini pernikahan menjadi sangat penting dalam menjalankan mandat Allah, sehingga pernikahan sudah semestinya memuliakan Allah Sang pemberi mandat (Reformata.com)

Monogami

Maleakhi 2:14-16 : Dan kamu bertanya: ”Oleh karena apa?” Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu. Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya. Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel – juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

Jadi, di dalam Kristen, monogami adalah keharusan.

Kasus di alkitab di mana tidak ingin punya anak

Kejadian 38 : 1 – 10

  1. Pada waktu itu Yehuda meninggalkan saudara-saudaranya dan menumpang pada seorang Adulam, yang namanya Hira. 
  2. Di situ Yehuda melihat anak perempuan seorang Kanaan; nama orang itu ialah Syua. Lalu Yehuda kawin dengan perempuan itu dan menghampirinya. 
  3. Perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamai anak itu Er. 
  4. Sesudah itu perempuan itu mengandung lagi, lalu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamai anak itu Onan. 
  5. Kemudian perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki sekali lagi, dan menamai anak itu Syela. Yehuda sedang berada di Kezib, ketika anak itu dilahirkan.
  6. Sesudah itu Yehuda mengambil bagi Er, anak sulungnya, seorang isteri, yang bernama Tamar. 
  7. Tetapi Er, anak sulung Yehuda itu, adalah jahat di mata Tuhan, maka Tuhan membunuh dia. 
  8. Lalu berkatalah Yehuda kepada Onan: ”Hampirilah isteri kakakmu itu, kawinlah dengan dia sebagai ganti kakakmu dan bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu.” 
  9. Tetapi Onan tahu, bahwa bukan ia yang empunya keturunannya nanti, sebab itu setiap kali ia menghampiri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya terbuang, supaya ia jangan memberi keturunan kepada kakaknya. 
  10. Tetapi yang dilakukannya itu adalah jahat di mata Tuhan, maka Tuhan membunuh dia juga. 

NB : Yang dilakukan oleh tokok Onan di atas bukan onani, tapi coitus interuptus dan yang dilakukan adalah jahat di mana Tuhan.

Jadi, di dalam pernikahan, kalau kita tidak berniat untuk mempunyai anak, maka tindakan itu dianggap jahat oleh Tuhan.

Beberapa alasan yang membuat pasutri tidak ingin memiliki anak

Trauma

Biasanya alasan ini disebabkan adanya toxic parenting di satu pihak atau di dua pihak.

Toxic parenting bukan lah konsep yang tetap dalam dunia medis namun ketika orang membahas toxic parenting atau toxic parent, hal ini dapat mengarah pada perilaku orang tua yang tidak memperlakukan anak mereka dengan baik dan menyebabkan anak merasa bersalah, ketakutan, dan merasa harus berperilaku sangat patuh pada orangtuanya. (https://www.brainacademy.id/blog/kenali-toxic-parenting-dan-tanda-tanda-yang-membahayakan-anak)

Pasutri Childfree biasanya kemudian kuatir bahwa mereka akan mendidik dengan cara yang sama sehingga memunculkan trauma juga ke anaknya

Ekonomi

Karena tidak yakin sanggup menghidupi anaknya

Lingkungan Hidup

Sperti artikel di atas. Ingin menyelamatkan bumi dengan mengurangi pertambahan jumlah orang.

Pendapat Kekristenan mengenai Childfree pasutri

Seperti perikop alkitab di atas, tidak ingin memiliki anak adalah hal yang benar – benar salah dan dianggap jahat oleh Tuhan.

Trauma dan Ekonomi

Kekristenan mengajar bahwa manusia telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Tuhan. Jadi kalo memang trauma atau ekonomi yang menjadi alasan, itu alasan yang salah. Karena :

  • Bahkan dari keluarga yang tidak ada masalah di kedua belah pihak, bisa memunculkan juga mendidik anak dengan salah. Ingat, manusia telah jatuh dalam dosa sehingga orang tua yang dididik dengan benar juga belum tentu bisa mendidik yang benar
  • Justru kalau kita mengalami tocix parenting, maka kita bisa menganalisis sehingga pasutri tidak melakukan hal yang sama seperti keempat orang tua pasutri. Bisa mendidik dengan cara yang lebih baik

Jadi trauma apapun seharusnya tidak menjadi alasan untuk tidak memiliki anak, akan tetapi harusnya justru menjadikan pasutri untuk bersandar pada Tuhan untuk membesarkan anak.

Lingkungan Hidup

Ini alasan yang agak aneh menurut admin. Karena pertambahan satu orang / dua orang anak tidak akan ngefek terhadap bumi kita. Akan tetapi di dunia ini, kita harus mendidik anak untuk dapat menjadi contoh bagi masyarakat supaya menjadi lebih tertib dalam mengelola lingkungan

Saya tidak membayangkan andai orang tua Greta Thunberg takut memiliki anak, maka tidak akan ada Greta Thunberg di dunia

Kesimpulan

Dengan adanya persoalan ketika pasutri hidup sebagai anak, harusnya itu membuat pasutri semakin bersandar pada Tuhan, bukannya memilih childfree.

Leave a Comment

You cannot copy content of this page