Penjelasan Badai Sitokin utk orang awam

Terus terang, saya pertamanya mengira yang menyebabkan kematian atau sesak nafas di kasus Corona / Covid adalah virus memenuhi paru – paru sehingga sesak nafas. Kemudian, saya mendapati banyak berita kalau “sudah negatif beberapa minggu lalu, tetapi tetap meninggal”.

Kemudian saya tahu meninggalnya Raditya Oloan yang disebabkan badai sitokin. Saya bingung mencari tahu apa itu badai sitokin.

Dan kemudian segalanya agak jelas setelah saya membaca postingan ini

Disclaimer : Saya bukan orang dengan latar belakang medis, jadi saya tidak sanggup mempertanggung jawabkan tulisan ini.
Tapi, bagi saya yang orang awam, tulisan ini cukup menjelaskan dibanding web lain yang penuh istilah teknis.

Badai Sitokin dalam bentuk sederhana

Sebenarnya virus corona penyebab COVID-19 ngapain aja sih pas masuk ke tubuh? Kok sampai segitunya bikin orang sesak hingga rebutan oksigen? Imun kita kerjanya ngapain aja?

Warna putih2 pada paru2 nunjukin kantong udara yg udah rusak & terisi cairan akibat infeksi COVID-19. Akibatnya, pertukaran O2 & CO2 jd terhalang oleh cairan tsb shg otak nyuruh dada kembang-kempis lbh cepet utk memasukkan lebih bnyk oksigen.

Inilah sesak. Artinya, cuma kesisa sedikit sekali kantong udara yg berfungsi. Bisa bayangin seberapa sesaknya orang ini.

Ya, sesak sekali.

Ceritanya nih, peningkatan jumlah virus yang menginfeksi jaringan paru memicu respons batuk. Sel epitel yg terinfeksi pertama kali ngorbanin dirinya utk ngasih tau imun ttg bahaya serius yg sedang mereka hadapi. Otak mantau dong, shgg nyuruh sistem pernapasan utk ngeluarin virus.

Pada titik ini, pasien akan batuk2 kering.

Salah satu jenis sel alveolus (Type II cells) yg liat kekacauan ini, buru2 manggil makrofag utk datang ke tempat kericuhan. Dari sinilah virus korona sadar kalau mereka mulai terancam
Panik dong mereka krn udah bangunin singa yg tidur😬

Siapa singa yang dimaksud? Tentu saja pasukan imun kita!

Tanpa menunggu waktu lama, makrofag ngeluarin sitokin utk memanggil seluruh pasukan imun utk datang ke lokasi bencana. Masih ingat kan peran sitokin sbg pembawa perintah?

Nah, tindakan makrofag ini memicu vasodilatasi πŸ™‚

Sebagai laiknya seekor singa, sistem imun bisa berubah menjadi sangat ganas (yang mampu mencederai sel kita sendiri) sehingga butuh diatur secara ketat

Oleh sebab itu, sel imun tidak akan bertindak kecuali diperintah.
Uniknya virus Corona bisa ngehijack imunitas juga πŸ€¦πŸ»β€β™‚οΈ haduh

Pasukan imun yg ada di dlm pembuluh darah membaca perintah tsb. Dinding pembuluh darah kemudian melebar menjauhi mereka, membawa lebih banyak darah & pasukan untuk menuju lokasi bencana (vasodilatasi)

Inilah, Neutrofil. Pembunuh penuh semangat yg dendam dgn segala jenis patogen

Makin banyak imun yang berdatangan, makin banyak pula cairan (darah) yang ikut kebawa masuk.

Neutrofil bersama pasukan imun yang lain membunuh secara brutal virus2 NAKAL tsb

Tanpa mereka sadari, ruang alveolus kini dipenuhi oleh cairan. Pertukaran O2 dan CO2 jadi terganggu.

Lama kelamaam, jumlah O2 di dalam darah mulai menurun dan CO2 mulai naik. Otak menganggap ini sebagai kesalahan dan memaksa otot pernapasan utk menggenjot masuk lebih banyak oksigen. Penderita pun makin sesak napas 😫

Pasukan imun kebingungan, perintah jadi tidak jelas 🀯

Salah satu pasukan imun pembunuh kuat yang lain, Killer T-Cell, mulai error. Biasanya, sel T ini nyuruh sel2 yang terinfeksi utk bunuh diri, namun sel-sel yang sehat juga disuruh ikutan bunuh diri.

Makin banyak sel imun yg datang, makin banyak pula kerusakan yang terjadi. Chaos.

Jumlah virus korona yg terlalu banyak + jumlah kerusakan pada alveolus yg makin meluas akan memicu kolapsnya alveolus. Akhirnya, pertukaran gas makinnn terganggu. Penderita makin hebat sesaknya. Sistem pernapasan tbtb mengalami distres. Sindrom mengerikan mulai terjadi 😭 .

Inilah yang kita sebut sebagai Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS). Pada kondisi ini, pasien mulai kehilangan kemampuan ventilasi spontannya. Gangguan ventilasi spontan terjadi sehingga pasien memerlukan ventilator

Kritis 😟😭

Uniknya, virus Sars-CoV-2 penyebab COVID-19 nyerangnya suka-suka. Kali ini, gk peduli apakah inangnya tua atau muda, sehat atau berkomorbid, jika memang takdirnya demikian, bisa saja berakhir dg gejala berat hingga kritis atau hanya gejala ringan hingga tdk bergejala sama sekali.

Unlike tren tahun kemarin yang cenderung memburuk pada pasien2 lansia dan orang dg komorbid, virus kali ini bisa membahayakan siapapun tanpa tebang pilih.

Apalagi eksistensi mutan2 yg keliaran di sekitar kita saat ini, memperparah kondisi kita.

R0 varian delta aja udah nembus 7. Artinya, 1 org bisa nularin ke 7 org lain

7 org baru yg tertular, nularin ke 7 org lain. Gitu seterusnya.
Dlm seminggu, 1 org bs nularin ke 823.543 orang!!! 😫

No wonder tb tb kasus hari ini aja naik sampai 54 ribu kasus. Itu yg kedata doang.

Apakah bisa pulih?
Tergantung derajat keparahannya. Kalau sudah kaya gitu gambaran parunya ya susah utk bisa berfungsi normal seperti sebelumnya.
Makanya ada istilah long covid syndrome. Jgn ragu utk kontrol jika sudah sembuh dari covid-19.

Virus ini rupanya belum puas menyerang paru2 pasien. Mereka saling berbisik utk merusak lapisan endotel yg melapisi dinding pembuluh darah di seluruh tubuh. Rencana licik ini ga diketahui imun kita, terutama bagi mereka yg belum pernah terpapar/belum vaksin.

Girang dong si virus

“Let’s destroy them!” Seru si virus percaya diri.

Sel endotel berfungsi untuk ngatur tekanan darah, mencegah peradangan, & menghambat pembekuan darah. Di bawah lapisan endotel, ada lapisan kolagen. Jika trombosit bersentuhan dengan kolagen, respons pembekuan darah menjadi aktif.

Ketika pembuluh darah rusak akibat serangan si virus, peradangan terjadi makin hebat krn ada banyak darah yang menyeruak memasuki ruang antar sel. Terus nih, kebocoran pada pembuluh darah mengekspos lapisan kolagen sehingga peluang trombosit bertemu dgnnya semakin tinggi
😭🀯.

Bingo! Respons pembekuan darah pun aktif.
Sialnya, virus laknat ini melakukan taktik tersebut ke seluruh sistem organ. Akibatnya, suplai oksigen pada organ pun terganggu sehingga timbul kerusakan. Jika ini berlanjut, multiorgan failure will occur

Otak pun kaget bukan kepalang.

“Aku belum melihat kerusakan signifikan setelah kita menyerang endotel. Apa rencana kita sebenarnya?”
Salah satu virus memandang temannya dg tatapan penuh penekanan.
“Perhatikan apa yang akan terjadi sebentar lagi.” Balasnya sambil tersenyum miring. Ia tampak begitu pongah.

ARDS yang sedang dialami oleh pasien + kerusakan endotel yang terjadi di mana2 mencetus Uncontrolled Clotting (pembekuan darah yg tidak terkontrol).

Gumpalan demi gumpalan darah terbentuk di dalam pembuluh darah. 😫

Mekanisme penyumbatan pembuluh darah bisa memicu gangguan kardiovaskular, seperti serangan jantung, stroke, dll.

No wonder kenapa pasien covid-19 berat bisa mengalami komplikasi multiorgan.

Serangan brilian virus ini bener2 tdk terpikirkan oleh imun, terutama mereka yg belum vaksin.
Otak berada di ambang putus asa. Mereka benar2 kalah telak & kehabisan strategi untuk melawan corona

Komandan imun lantas menatap nanar wajah pasukannya, “I have no choice. I am sorry.”

Dengan pandangan penuh ketegaran, komandan imun melepas satu serangan pamungkas terakhir yg mereka miliki. Satu serangan jitu yg mereka harap mampu menghancurkan seluruh virus dalam satu waktu.

Ya, inilah dia. The Cytokine Storm alias badai sitokin.

Jika sitokin dikeluarin dlm kadar normal, ia akan mengatur imun & respons peradangan dlm batas wajar pula.
Tapi, jika sitokin diproduksi secara jor2an dlm waktu singkat, badai peradangan pun terjadi. Tujuannya sih biar virus pada mati, tp dampaknya fatal.

Peradangan pun terjadi di mana-mana, di seluruh tubuh. Pada fase ini, prognosis pasien biasanya jelek sekali. Risiko kematian meningkat.
Well, pada akhirnya, ikhtiar terakhir imun tetap tdk mampu menyelamatkan pasien tersebut.

πŸ˜”

But, jika pasien mampu melewati badai sitokin dg baik & berhasil melewati masa kritisnya dg cemerlang lalu sembuh, imun akan mengingat SEMUA detail peperangan tersebut & menyimpannya erat utk membentuk antibodi2

Next time virus corona datang lagi, they will show them NO MERCY!.

“Apakah ada cara mencegah ini semua?”

Ada! Yaitu JANGAN terpapar.

  1. Tutup pintu masuk virusnya (hidung & mulut) dg memakai masker dobel
  2. Jgn deket2 virus dg menjaga jarak & menjauhi kerumunan
  3. Hancurkan virus ketika hendak nyentuh area wajah dg cuci tangan dulu pakai sabun.

PERKUAT KUALITAS IMUNmu dgn:

  • tidur cukup (7-8 jam/hari)
  • makan teratur & bergizi seimbang
  • olahraga
  • berjemur
  • bnyk minum
  • kelola stres
  • no begadang
  • tingkatkan asupan vitamin D dan C, mineral, mis., bnyk makan sayur+buah+ikan laut
  • cuci idung

Udah itu aja

  • VAKSIN

A thread by Rizal Do, a Nursing Editor (@afrkml)

Kesimpulan

Badai Sitokin adalah kejadian di mana imun manusia bingung dengan serangan sehingga mengeluarkan antobody yang overdosis.

Kebingungan imun tubuh dapat dicegah dengan vaksinasi. Karena dengan vaksinasi, antibody sudah terlatih dan sudah dibimbing.

Itulah mengapa di Singapore, pasien berat Covid / Corona dikasih obat actemra. (https://campuraduk.xyz/2021/07/26/standard-prengobatan-singapore-untuk-covid-corona/) (Actemra = obat untuk autoimun)

Leave a Comment