Fenomena Corona/Covid

Beberapa hari ini ada beberapa hal yang saya dapat tentang Corona / Covid.

Dokter tidak memberi tahu kalau terpapar Corona/Covid

Saya beberapa kali ketemu dengan orang dalam beberapa hari ini. Kira – kira dalam seminggu ini, ada 3 kali percakapan sejenis, yaitu

  • Saya : Kok lama tidak keliatan ? Kira – kira 3 minggu – sebulanan.
  • Mr. X : Iya. Ini barusan sakit
  • Saya ; Sakit apa ?
  • Mr. X : Sakit Flu biasa. Cuma, tenggorokan sakit, badan sakit semua kayak mau copot tulangnya, nafas sesak, kepala kayak ditusuk tusuk.
  • Saya : Sembuhnya dikasih apa ?
  • Mr. X : Ke dokter, dikasih vitamin dan obat biasa. katanya flu biasa

Dari beberapa orang, percakapan selalu seperti ini.

Saya langsung berpendapat kalau dokter sekarang sudah tidak mau bilang kalau terpapar Corona / Covid. Mereka akan bilang flu biasa, dan dikasih obat. Tapi, memang dikasihnya obat Corona / Covid.

Dokter sudah tidak mau bilang Corona karena akan memberi masalah yang tidak perlu. Kalau dibilangi kena Corona, pasien akan ngajak berantem karena menganggap kalo “DIKORONAKAN”dan kemudian ngamuk – ngamuk. Jadi, kayaknya dokter sekarang sudah malas kalau bilang kena Corona

Sejujurnya, ini salah, tapi andai aku jadi dokter, saya akan melakukan hal yang sama. Daripada ribut, apalagi nanti didatangi oleh keluarga dan diajak tarung.

Mengenai kalau kemudian sang pasien menularkan ke orang – orang sekitarnya, itu urusannya dia. Toh, saya tidak melihatnya dan tidak berhubungan langsung. Kalau misal kerabat pasien ke saya dengan keluhan yang sama, tinggal kasih obat yang sama.

Update: tanggal 16 Juli 2021, saya ketemu orang yang akan pulkam ke pulau seberang.

  • Aku : Hati – hati. Masker dipake. Memang kenapa pulkam ?
  • Mrs. X : ada saudara yang meninggal
  • Aku : Kenapa meninggal
  • Mrs. X : sesak nafas
  • Aku : Corona itu
  • Mrs X. Bukan. bukan corona. cuma sesak nafas.
  • Aku : Diam tak berkata apa – apa

Update tanggal 24 Juli 2021

Saya sehari ini dapat cerita kalau ada 2 orang meninggal dan keduanya karena asam lambung. Sejujurnya, hal ini mencurigakan karena salah satu gejala asam lambung adalah sesak nafas.

Sesak napas bisa menjadi salah satu gejala asam lambung kronis atau gastroesophageal reflux disease (GERD). (health.kompas.com)

Minum degan ijo / air kelapa / hydrococo sebelum dan sesudah divaksin

Saya juga beberapa kali ketemu orang yang beli degan ijo / hydro coco. Kemudian mereka cerita kalau mereka barusan vaksin. Aku bingung, kenapa kalau setelah vaksin harus minum degan ijo ?

Kalau memang mau menetralkan racun, vaksin jadi tidak berguna. Kan jadi bingung. Entah apa yang merasuki orang orang itu sehingga mereka malah mau menetralkan racun.

Cuma, memang saya tidak terlalu percaya kalau diberi degan ijo, air kelapa muda atau hydro coco bisa menetralkan racun (CMIIW), tapi aneh aja sih.

Leave a Comment

You cannot copy content of this page