Menangani Tawuran di anak muda

Di banyak berita kita sering membaca mengenai tawuran remaja, tawuran anak SMA dan seringkali banyak orang mencoba menyelesaikan masalah remaja dengan cara orang dewasa (yang juga gagal ketika diterapkan di orang dewasa)

Contoh berita tawuran

https://tinyurl.com/Populer-vs-BTP (Surabaya, 9 Feb, 2021)

Jawara (Geng Aliansi Jawara Kampung) vs Allstar

Jadi ceritanya di bulan September 2019, ada tawuran geng remaja yang dipicu persoalan saling mengejek di sosmed. Kemudian orang tua kedua geng dipertemukan untuk DIDAMAIKAN. Dan seperti sudah diduga, di bulan Oktober, terjadi lagi tawuran antar kedua geng tersebut.

Yang saya persoalkan adalah, kebiasaan orang dewasa yang mencoba menyelesaikan masalah remaja dengan cara orang dewasa, yaitu

  • dipertemukan, didamaikan
  • dipanggil orang tua mereka
  • disuruh berjanji untuk tidak tawuran lagi
  • diberi ceramah keagamaan

Contoh orang dewasa yang gagal didamaikan :

Terinspirasi oleh mantan kepala sekolah di SMA saya yang adalah seorang psikolog, maka saya memberi secuil ide yaitu dengan membiarkan mereka berkelahi secara fair adil. Saya tahu banyak yang tidak setuju dengan ide saya, tapi cara ini berhasil ketia saya SMA.

  • Mempertemukan kedua geng untuk berantem secara adil
  • Melucuti semua senjata mereka. (yang membawa senjata dihukum push up atau diproses hukum karena sudah kriminal)

Mengapa mereka gagal didamaikan ?

Alasan mengapa mereka gagal didamaikan adalah karena

Adanya jiwa solidaritas / setia kawan / korsa

Mereka itu sudah satu geng, mereka harus setia kawan, dan mereka akan berani karena banyak. Jadi mereka tidak akan takut apapun karena mereka akan menghadapi bersama – sama. Dan kalau mereka tidak ikut satu geng tersebut, mereka akan tidak punya muka lagi untuk bertemu teman temannya.

Mereka sudah tidak hormat dengan orang tua

Mungkin banyak yang tidak setuju dengan saya, tapi saya percaya mereka adalah orang orang yang tidak merasakan “feel at home” ketika mereka di rumah. Dan ketika mereka dipertemukan dengan orang tua, saya berani yakin kebanyakan orang tua akan menyalahkan anak mereka. Orang tua akan mengomeli dan beberapa malah menghukum anak mereka.

Di dalam situasi seperti ini, ketika ada tantangan untuk tawuran lagi, mereka akan tawuran lagi

Leave a Comment

You cannot copy content of this page