Bahasa Roh

Bahasa roh adalah salah satu hal yang cukup membuat ribut antar beberapa denominasi gereja di Indonesia. Bahasa roh dalam bahasa alinya adalah glossolalia.

“Glossolalia” berasal dari kata Yunani “γλωσσολαλία”, dibentuk dua kata, yaitu “γλώσσα” (glôssa) yang berarti “lidah” dan “λαλώ” (lalô) atau “λαλέω” (laleō) yang berarti “berbicara; berkata-kata; bersuara; mengeluarkan suara” (Wikipedia). Di dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai Speaking in tongues.

Landasan dari orang – orang yang berbahasa roh adalah Kisah Para Rasul dan 1 Korintus 12 dan 14.

Kisah Para Rasul

Kemunculan bahasa roh di dalam Kisah Para Rasul dalam kaitan dengan baptisan Roh Kudus dan Bahasa Roh dapat dirangkum dalam tabel di bawah ini.

Amanat AgungKotaAyatTokohPihak satunyaBahasa Roh
1YerusalemKis 2 : 4PetrusYahudi keturunanAda
3SamariaKis 8 : 19Petrus & YohanesSamariaTidak ada
2YudeaKaisareaKis 10 : 44Petrus Kornelius & famAda
4Ujung bumiEfesusKis 19 : 6PaulusOrang EfesusAda
Kemunculan Roh Kudus dan Bahasa Roh di Kisah Para Rasul

Dari Tabel di atas dapat disimpulakn bahwa

  • Kota – kota tercatat di Kisah Para Rasul yang mencatat Baptisan Roh mewakili Amanat Agung Yesus
  • Bahasa Roh muncul 3 kali
  • Samaria dan Yudea dibalik karena di Samaria, pihak satunya adalah orang Yahudi sedang
  • Di Yudea, pihak satunya adalah Kornelius (orang Romawi)
  • Bahasa Roh muncul di Yerusalem karena pihak satunya adalah Yahudi yang sudah tidak bisa berbahasa Yahudi lagi
  • Bahasa Roh tidak muncul di Samaria karena pihak satunya orang Yahudi yang berbahasa Ibrani
  • Bahasa Roh muncul lagi di Kaisarea karena Kornelius bukan orang Yahudi
  • Bahasa Roh muncul lagi di Efesus karena pihak satunya adalah orang asing

Jadi, dapat disimpulkan bahwa bahasa roh akan muncul bila bahasa yang digunakan rasul dan pihak satunya tidak sama. Dari sini dapat disimpulkan bahwa Bahasa Roh adalah kebalikan dari peristiwa menara Babel

1 Korintus 12 & 14

Saya khususnya menyoroti 1 Korintus 14:2

Indonesia : Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.”

Textus Receptus: ὁ γὰρ λαλῶν γλώσσῃ οὐκ ἀνθρώποις λαλεῖ, ἀλλὰ τῷ Θεῷ· οὐδεὶς γὰρ ἀκούει, πνεύματι δὲ λαλεῖ μυστήρια.

NA28: ὁ γὰρ λαλῶν γλώσσῃ οὐκ ἀνθρώποις λαλεῖ ἀλλὰ θεῷ· οὐδεὶς γὰρ ἀκούει, πνεύματι δὲ λαλεῖ μυστήρια.

ESV: For one who speaks in a tongue speaks not to men but to God; for no one understands him, but he utters mysteries in the Spirit

Kita lihat menurut commentary oleh John Macarthur : In John MacArthur’s Bible Commentary, he says that in 1 Cor 14:2, before God there is no definite article so it could be translated “a god” instead of “God.” In some Greek texts there is an article, but not in others (https://tinyurl.com/Macarthur-commentary).

NB : di dalam bahasa barat, banyak kata memiliki artikel semacam

  • The (Inggris),
  • De & het (Belanda)
  • Der, die & das (Jerman)
  • Le, la & Les (Prancis)

Dan article word ini menunjukkan suatu yang spesifik.

Dan di 1 Korintus 14:2, di depan kata Allah, tidak ada article word, sehingga kita perlu berhati hati. Memang di beberapa bagian lain alkitab, ada kata Allah yang tidak mengandung article yaitu Kisah Rasul 17:23 (Paulus di Athena), tapi kita harus melihat konteks bahwa yang nulis adalah orang Yunani di Athena.

NB : di dalam bahasa Yunani, ada beberapa yang tanpa artikel diartikan TUHAN. Contoh di Yohanes 1:1. kata Allah yang kedua tidak ada artikel, tapi tetap diartikan ALLAH karena di dalam Yunani, kalau katanya untuk menjelaskan kata yang sebelumnya, maka artikel tidak diperlukan. (Hal ini biasanya dipakai saksi jehovah untuk berdebat)

Saya pribadi tidak berani langsung mengatakan bahwa itu adalah ilah (god) karena cuma sedikit orang yang mengatakan demikian, tapi sebaiknya kita berhati hati.

Dari ahli Yunani Koine

Di dalam bahasa Yunani, kalau Subject tidak memakai definite article, sehingga kalau di dalam ayat itu perlu dilihat dahulu, apakah itu subject. Menurut saya, itu bukan subject karena subject-nya adalah kita, sedang Allah adalah object. Sehingga menurut kesimpulan saya, yang dimaksud adalah illah (CMIIW)

Akhir kata, saya sendiri tidak masalah kalau saya berada di gereja yang percaya bahasa roh, tapi yang saya tidak setuju kalau ada pendeta yang mengatakan bahwa :

  • Di surga kita bercakap – cakap dengan Bahasa Roh
  • Kalau tidak bisa berbahasa roh, tidak bisa masuk surga
  • Kita disuruh terus berbahasa roh dalam hati secara terus menerus

Menurut Lin Mushi

Menurut Lin Mushi, kita harus meliat keadaan jemaat Korintus sehingga Paulus menulis surat Korintus

Kita tahu jemaat Korintus adalah jemaat yang kacau sehingga kita harus menempatkan diri dalam kondisi tersebut.

Jadi, kalau sampai jemaat perlu diberitahu mengenai satu tubuh, mata, tangan dll, maka jemaat adalah jemaat yang tidak dewasa. Maka, ketika kita menafsirkan ayat – ayat, harus dalam perspektif demikian.

  • Bahasa Roh orang Korintus tidak berarti
  • Bahasa Roh tidak berguna karena tidak membangun jemaat
  • Bahasa Roh sia – sia karena orang tidak mengerti yang diucapkan
  • Harus ada yang menafsirkan (supaya tertib)
  • Cuma 2-3 orang dan harus ada yang menafsirkan (Supaya tidak jadi berbahasa roh karena mustahil mencari jumlah penafsir sebegitu banyaknya. Misal jemaat 100 orang, ada 33 kelompok berbahasa roh sehingga dibutuhkan 33 penafsir)

Bahasa Roh dalam zaman modern.

Apakah pencurahan Roh Kudus masih ada, zaman sekarang ?

Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah : IYA, masih ada. Di tahun 1965, di Indonesia tercatat bahwa ada pencurahan Roh Kudus dengan tanda – tandanya yang seperti di Kisah Para Rasul, yaitu di So’e, NTT. Di sana ada air menjadi anggur dan orang orang mendadak bisa berbahasa asing. Akan tetapi karena di Indonesia sedang terjadi prahara G30S/PKI, maka gaungnya kalah sehingga tidak banyak yang tahu.

https://tinyurl.com/Mujizat-di-Soe

https://tinyurl.com/Mujizat-Soe

Pelayanan di So’e ini dilakukan oleh STT III (https://i3batu.ac.id/) yang bukan Sekolah Theologia Karismatik (tapi campuran/oikumene), sehingga cukup mengejutkan sekaligus dapat dipercaya. Setelah kejadian, banyak sarjana theologia yang meneliti di sana

  • UKSW (https://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/15970/1/T2_752016008_BAB%20I.pdf)
  • Barbara Watson Andaya, Universityof Hawai (https://www.r.minpaku.ac.jp/nakahiro/english/project/Andaya%20Full%20paper.pdf)

Saya pribadi percaya masih ada pencurahan Roh Kudus di zaman ini dengan skala yang lebih kecil

Contoh Berbahasa Roh

Ada yang mirip beatbox

Leave a Comment

You cannot copy content of this page