Keselamatan di dalam Kristen

Kita sering mendengar bahwa orang Kristen cukup percaya ada Yesus, maka dia akan selamat. Terutama pada waktu KKR, ketika altar call, maka biasanya pembicara akan teriak : Percayalah pada Yesus, maka kau akan selamat. Teriakan ini dibarengi dengan musik yang dramatis. Tetapi, apakah benar memang orang Kristen cukup percaya pada Yesus, maka dia akan selamat ?

Roma 10:9 vs Yakobus 2:17

Roma 10:9 : Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

vs

Yakobus 2:17 : Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Secara sekilas, 2 ayat tersebut bertentangan, jadi untuk memahami, kita harus tahu latar belakang 2 kitab tersebut. Kitab Roma ditulis untuk jemaat yang sedang mengalami penyiksaan. Mereka mengalami penyiksaan oleh tentara Romawi supaya menyangkal iman mereka. Maka yang menjadi poin dari Rasul Paulus adalah jangan menyangkal iman walau engkau disiksa. Mereka mungkin takut akan kehilangan tempat di surga. Maka Paulus menulis Roma 10:9.

Sedang surat Yakobus ditulis kepada 12 suku Yahudi di pengasingan. 12 suku ini hidup dengan tidak menuruti firman Tuhan karena mereka beranggapan bahwa mereka akan selamat karena mereka sudah percaya Yesus.

Pietisme setelah Reformasi

Reformasi Kekristenan sangat menekankan bahwa keselamatan adalah anugerah, bukan karena perbuatan kita, apalagi karena Tuhan mengganjur kita dengan surga karena kita cukup baik. Akan tetapi hal ini pun masih disalah pahami oleh orang orang Kristen.

Hanya dalam waktu 100 tahun setelah reformasi, maka masyarakat sudah salah menilai sola gratia sehingga mereka hidup dengan tidak mengikuti firman Tuhan. Sehingga lahirlah Pietisme oleh beberapa tokoh. https://id.wikipedia.org/wiki/Pietisme

Jadi sejarah sudah membuktikan bahwa keselamatan di dalam Kristen selalu menjadi kesalah pahaman bagi umat Kristen

Keselamatan dalam Kristen adalah iman dan perbuatan

Di dalam kekristenan, kita diselamatkan bukan hanya karena percaya pada Yesus, tapi juga karena perbuatan kita.

Kita tidak diselamatkan berdasar pahala, tapi kalau hidup kita tidak memancarkan karya keselamatan Yesus, maka keselamatan orang tersebut diragukan. Martin Luther merangkup dalam kalimat pendek : “We are saved by faith alone, but faith that saves is never alone”.

Jadi yang sebenarnya diajarkan di Alkitab mengenai keselamatan orang Kristen :

  • Percaya pada Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat
  • Menyangkal diri
  • Memikul Salib
  • Mengikut Yesus
  • Menjadi garam dan terang dunia

Banyak orang yang cuma berhenti di tahap percaya pada Yesus. Yang patut dipertanyakan adalah, percaya kepada Yesus sebagai apa ?

Menyangkal diri

Banyak orang yang bingung dengan istilah menyangkal diri. Menyangkal diri dalam Kekristenan adalah berani berkata tidak. dalam contoh sederhana, kalau ada orang yang suka durian, akan tetapi menderita darah tinggi. Bila orang tersebut mampu untuk menyangkal diri, maka dia akan bisa menahan diri untuk tidak makan durian

Memikul salib

Memikul salib dalam arti mengangkat, meletakkan beban di diri sendiri, memikul beban yang sudah ada dan membawanya.

Yesus sebagai tukang cuci piring dan dukun pengganda uang

Sebagian orang percaya pada Yesus bukan sebagai Tuhan dan juru selamat, tetapi sebagai tukang cuci piring dan dukun pengganda uang.

Kepercayaan bahwa Tuhan Yesus adalah tukang cuci piring pada zaman ini dikenal sebagai istilah “Hypergrace”

Sedang kepercayaan pada Yesus sebagai dukun pengganda uang berbentuk “teologia kemakmuran”

Yesus sebagai tukang kunci

Saya pernah kos dan suatu hari kunci gerbang tidak bisa dibuka oleh kunci kami. Kami anak kos bertiga tidak bisa masuk rumah karena kunci rusak. Kemudian datanglah ibu kos. Setelah gagal mencoba dengan kuncinya dia, dia langsung mencoba lagi sambil berdoa :”Dalam nama Yesus, terbuka”. Mungkin terjemahan dari “Efata !!”.

Ada pendeta terkenal yang di dalam kotbahnya sering berkata : “Membuat mujizat adalah spesialisasinya Tuhan”. Dalam kategori ini, Tuhan Yesus dianggap sebagai tukang kunci

Beberapa konsep tentang keselamatan dalam Kristen

Muda foya – foya, tua kaya raya, mati masuk surga

Banyak orang yang berencana untuk :

  • Hidup biasa biasa aja, tidak menipu orang, tidak berbuat kejahatan. Tidak usah rajin ke gereja. Ke gereja cukup terdaftar sehingga ketika ada perlunya di gereja, maka nama kita tercatat.
  • Ketika lebih tua sudah kaya raya dan menikmati hidup
  • Ketika sudah tua, baru mulai masuk ke gereja secara rutin.

Menurut saya pribadi, konsep seperti ini sudah salah karena tidak sadar bahwa kekristenan bukan cuma sekedar hidup baik – baik, kemudian masuk surga. Padahal kekristenan bukan tentang berbuat baik, mengumpulkan kebaikan untuk ditotal untuk dibandingkan dengan kejahatan.

Kekristenan berbicara tentang “Berjalan bersama Tuhan”, hidup yang meningkat (walau kita pasti tetap berbuat dosa, tapi secara pasti hidup kita meningkat kualitasnya sehingga perlahan lahan hidup kita menjadi serupa dengan Kristus. Kekristenan berbicara tentang menyangkal diri, memikul salib.

Tuhan dalam hidup orang yang seperti ini bukan Yesus, tapi kebebasan diri sendiri, kenikmatan diri sendiri dan merasa cukup baik karena tidak berbuat dosa yang besar

Sesaat sebelum meninggal meminta maaf dan bertobat

Seringkali kita melihat kalau ada orang yang berbuat dosa, kemudian ketika sudah sakit sakitan, orang tersebut akan mendatangi orang yang pernah dijahati untuk meminta maaf dan membereskan semuanya sebelum meninggal.

Bagi orang Kristen, konsep ini dicocok – cocokkan dengan ayat : Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada (Yohanes 20 :23). Dan seringkali orang yang berbuat kejahatan berpikir kalau dia minta maaf menjelang meninggal, maka dia akan tenang masuk surga. Dan kemudian mengutip ayat ayat tentang kasih supaya dimaafkan menjelang meninggal.

Inilah yang menurut saya, Tuhan Yesus mau dijadikan tukang cuci piring dan saya yakin bahwa orang ini tidak mendapat tempat di kerajaan surga. Dia mau mengakali firman Tuhan dengan akal – akalan

Pindah agama untuk tujuan tertentu dan balik lagi jadi Kristen menjelang meninggal.

Dengan konsep seperti ini, menunjukkan bahwa Tuhan dalam hidupnya bukan Yesus, tapi suatu tujuan tertentu tersebut (entah masalah pasangan hidup, entah pekerjaan dsb)

Saksi – saksi iman

Banyak orang mengatakan kita dibenarkan oleh iman saja sesuai kitab Ibrani 11. Akan tetapi, yang perlu diingat, bahwa saksi – saksi iman kalau tidak melakukan tindakan, maka tidak akan terjadi apapun. Misal gadis kecil di cerita Naaman cuma yakin dan beriman tanpa berani mengungkapkan ke Naaman, maka tidak akan terjadi apapun.

Kesimpulan

Tuhan Yesus sendiri pernah mengatakan Lukas 8:21 : “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya. Jadi seruan bahwa asal percaya Yesus maka akan selamat hanya cocok di KKR, akan tetapi dalam ibadah setiap hari Minggu, yang perlu ditekan gereja adalah : menyangkal diri dan memikul salib.

Maka dapat disimpulkan bahwa yang harus kita lakukan adalah

  • Percaya Yesus sebagai TUHAN dan JURU SELAMAT satu satunya
  • Menyangkal diri
  • Memikul salib
  • Melakukan kehendak Bapa di surga
  • Menjadi garam dan terang dunia
  • dsb

Leave a Comment

You cannot copy content of this page