Trinitas yang dipercayai orang Kristen

Kalau ada survey mengenai hal kekristenan yang paling sulit bagi orang Kristen ketika ditanya oleh pemeluk agama lain, jawabannya adalah Trinitas. Banyak orang Kristen ketika ditanyai mengenai Trinitas, mereka akan menjawab :

  • Trinitas itu masalah iman, bukan logika
  • Yang penting percaya saja.
  • Jadi orang Kristen yang penting buahnya

Dengan latar belakang seperti itulah, maka saya coba untuk mempelajari tentang Trinitas

Selama ini, Trinitas di dalam kekristenan dianggap bahwa kami percaya pada 3 Allah. Hal ini adalah suatu kesalahan karena kekristenan tidak percaya Triteisme. Kami percaya satu Allah dengan 3 oknum (hipostatis) yaitu Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus. Seperti yang ditulis Paulus di dalam 1 Korintus 8 : 4

  • Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: “tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa.
https://www.sarapanpagi.org/la-ilaha-illa-al-lah-diucapkan-umat-kristen-arab-vt6418.html

Juga di dalam doa orang Yahudi yang tercantum di Ulangan 6 : 4

Sh’ma Yisrael Adonai Eloheinu Adonai Eḥad: “Hear, O Israel: the LORD is our God, the LORD is One.”

Yesus sendiri juga mengulangi di Perjanjian Baru di Markus 12 : 29

Dari ayat – ayat di atas, dapat disimpulkan bahwa kekristenan percaya pada 1 Allah dengan 3 oknum. Jadi jangan beranggapan kalau Allah-nya orang Kristen itu ada 3., yaitu Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus

Trinitas buatan Paulus ?

Selama ini banyak pihak yang menuduh kalau Trinitas adalah doktrin buatan Paulus, bukan ajaran dari Yesus. Akan tetapi inipun salah karena di dalam Perjanjian baru,yang paling jelas menulis mengenai Oknum kedua dalam Trinitas adalah Injil Yohanes, bukan surat Paulus.

Yohanes 1:1. Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Maka pada awal pertama adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itulah juga Allah.

Amanat Agung Tuhan Yesus juga menyinggung Trinitas secara jelas. Matius 28 : 19-20 : “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Jadi dapat disimpulkan, sebelum zaman Paulus pun sudah ada Trinitas.

Trinitas dalam Perjanjian Lama

Sekedar informasti, Alkitabnya orang Kristen terdiri dari 2 bagian, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Perjanjian Lama adalah kitabnya orang Yahudi yang diambil utuh oleh orang Kristen tanpa perubahan apapun. Dan saya akan menuliskan Trinitas dalam Perjanjian Lama yang merupakan kitab orang Yahudi

Penciptaan

Di dalam Penciptaan di kitab Kejadian, Trinitas sudah muncul secara jelas sekali, yaitu :

Kejadian 1 : 26 : Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita  menjadikan manusia  menurut gambar  dan rupa. Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Di sini disebutkan bahwa Allah itu dalam bentuk jamak, yaitu KITA.

3 Pria yang mendatangi Abraham di pohon Tarbantin

Di Kejadian 18 dan 19, ada 3 orang pria yang mendatangi Abraham. Mereka pasti bukan malaikat karena mereka menerima sembah sujud Abraham (ketiganya). Jadi dipercaya mereka adalah Trinitas yang menampakkan diri dalam bentuk manusia

Tuhan berbicara pada Tuanku

Di Mazmur 110:1 : Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.

Siapakah yang menjadi tuannya Daud ? Lalu Tuhan nya yang mana ? Membingungkan ? TIDAK !

Kejadiannya adalah Tuhan berbicara kepada Tuannya dan itu hanya akan terjadi bila ada lebih dari satu oknum Tuhan. Jadi, Ada satu hipostatis yang sering menemui Daud, dan hipostatis yang lain sedang berbicara. Jawabannya ada di Matius 22:41

Yichad vs Echad

Di Ulangan 6:4 : Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!

Kata Esa di sini di dalam bahasa asli adalah echad, bukan yichad. Di dalam bahasa ibrani kedua kata ini diartikan satu, tapi ada perbedaan.

Yachid is only used to refer to a strict numerical oneness, whereas echad has a wider range of usage that includes composite unities as well. Jadi Yachid benar benar satu, titik. Sedang Echad adalah gabungan beberapa, tapi dianggap sebagai satu kesatuan. Itulah mengapa diterjemahkannya sebagai esa, bukan eka / ika (ingat bhinneka tunggal ika)

Nama Allah

Di dalam Alkitab perjanjian lama, nama Allah disebut dalam banyak nama, misal

  • AdonaiTuan atau Tuanku atau Allah yang Perkasa
  • ElAllah yang Kuat
  • ElohimSang Pencipta yang Maha Kuasa
  • ElyonAllah yang Maha Tinggi
  • Elohe YisraelAllah Israel
  • El OlamAllah yang Abadi
  • El RoiAllah yang Melihat
  • El ShaddaiAllah yang Maha Perkasa
  • ImmanuelAllah bersama kita

Masing – masing anam tersebut merupakan sebutan yang diberikan oleh tokoh – tokoh Alkitab karena sudah mengalami kejadian yang luar biasa dengan Allah. (Kecuali nama YHWH, karena diberikan oleh Allah sendiri di Keluaran 6:2)

Penulis menyoroti nama ketiga di dalam daftar di atas. Di sana disebutkan mengenai Elohim. Bahasa Ibrani mengenal 3 bentuk kata benda : Singular, Dual, dan plural (tunggal, duo dan jamak). Elohim sendiri adalah kata benda yang jamak, tetapi di dalam kalimatnya, Elohim dianggap sebagai tunggal (di kata kerja sesudahnya). Di bawah ini adalah keterangan singkatnya :

Pluralism / Jamak

Di dalam bahasa Inggris :

Singular : The big dog guarder

Plural : The big dogs guarded

Sedang di dalam bahasa Ibrani :

Singular : The big (singular) dog (he) guarded

Plural : The big (plural) dogs (They) guarderd

Dan Eloihim yang sebenarnya adalah plural, diperlakukan sebagai kata tunggal

Mengapa 3

Mengenai mengapa di dalam Trinitas ada 3 oknum, kita harus melihat ke dalam Yesaya 6 :3 dan Wahyu 4 : 8

Yes 6:3: “Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!”

Wahyu 4:8:: Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang

Selain itu di dalam pembaptisan Yesus, ada 3 oknum yang muncul, yaitu di Matius 3, Mar 1, Luk 3, Yoh 1). jadi memang Tinitas tidak pernah berjumlah 4 atau lebih di Alkitab

Trinitas dibuat di Konsili Niceae ??

Setelah adanya novel Da Vinci Code, banyak pihak yang kemudian latah mengatakan bahwa trinitas ditetapkan di Konsili Nicea. Omongan standard pihak yang menyerang Trinitas adalah : Yesus dituhankan melalui konsili Niceae Ini adalah fiksi yang dibuat oleh Dan Brown. Sejarah gereja sudah menunjukkan bahwa bapa – bapa gereja telah percaya pada trinitas seperti di bawah :

Polycarpus (died 155 M)

Berikut ini adalah doa dari Polycarpus (Cucu murid dari Rasul Yohanes via Irenius) ketika dia sedang dibakar karena menolak menyangkal Yesus tahun 160 M.

 “O Lord God Almighty, the Father of your beloved and blessed Son Jesus Christ, by whom we have received the knowledge of you, the God of angels, powers and every creature, and of all the righteous who live before you, I give you thanks that you count me worthy to be numbered among your martyrs, sharing the cup of Christ and the resurrection to eternal life, both of soul and body, through the immortality of the Holy Spirit. May I be received this day as an acceptable sacrifice, as you, the true God, have predestined, revealed to me, and now fulfilled. I praise you for all these things, I bless you and glorify you, along with the everlasting Jesus Christ, your beloved Son. To you, with him, through the Holy Ghost, be glory both now and forever. Amen.” (christianhistoryinstitute.org)

Sedangkan Konsili Niceae diadakan tahun 325 M

Ignatius dari Antiokia

Dalam surat kepada jemaat Magnesians, dia menulis seperti ini : Be ye subject to the bishop, and to one another, as Jesus Christ to the Father, according to the flesh, and the apostles to Christ, and to the Father, and to the Spirit; that so there may be a union both fleshly and spiritual.
(Terjemaahan google : Jadilah kamu tunduk kepada uskup, dan satu sama lain, seperti Yesus Kristus kepada Bapa, menurut daging, dan para rasul kepada Kristus, dan kepada Bapa, dan kepada Roh; agar ada persatuan baik jasmani maupun rohani.)

Didache (Ajaran Rasul – Akhir abad le-2 Masehi)

Menngenai ajaran baptisan : After the foregoing instructions, baptize in the name of the Father, and of the Son, and of the Holy Spirit, in living [running] water…. If you have neither, pour water three times on the head, in the name of the Father, and of the Son, and of the Holy Spirit.
(Terjemaahn Google : Setelah instruksi di atas, baptislah dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, dalam air [yang mengalir] hidup…. Jika Anda tidak memiliki keduanya, tuangkan air tiga kali di kepala, dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.)

Clement (Sekitar tahun 96 M)

Clement adalah orang yang disebutkan di Filipi 4:3, dia menulis surat kepada jemaat di Korintus tahun 96 M :
He writes, “Do we not have one God, one Christ, one Spirit of grace which was poured out on us?” . Clement also writes, “For as God lives, and as the Lord Jesus Christ lives and the Holy Spirit (on whom the elect believe and hope) . . . ”. In addition, the Trinitarian formula of Matthew 28:19 is quoted twice in The Didache, a church manual written around A.D. 90-100. https://www.namb.net/apologetics/resource/the-trinity/
Terjemaan Google : Bukankah kita memiliki satu Allah, satu Kristus, satu Roh kasih karunia yang dicurahkan kepada kita?” . Clement juga menulis, “Karena demi Allah yang hidup, dan demi Tuhan Yesus Kristus yang hidup dan Roh Kudus (yang dipercaya dan diharapkan oleh orang-orang pilihan) . . . ”. Selain itu, rumus Trinitas dari Matius 28:19 dikutip dua kali dalam The Didache, sebuah pedoman gereja yang ditulis di sekitar 90 – 100 M

Trinitas atau Triteisme

Di jazirah Arab pada zaman Nabi Muhammad SAW, berkembang berbagai macam kekristenan. Sejarah mencatat bahwa kekristenan yang bersinggungan dengan Nabi Muhammad SAW merupakan kekristenan yang digolongkan sesat. Kekristenan yang bersinggungan langsung dengan Kanjeng Nabi Muhammad SAW adalah

  1. Kekristenan Najran yang beraliran Nestorian. Nestorianisme sendiri adalah doktrin (ajaran) bahwa Yesus eksis sbg dua pribadi, yakni sbg manusia Yesus dan sbg Putera Allah, atau Logos, bukannya sbg satu pribadi yang manunggal (http://p2kp.stiki.ac.id/) (Perjumpaan Nabi Muhammad SAW dan Kristen Najran diceritakan di buku Hasan & Husein – The Untold Sories). Mungkin dari Najran inilah muncul istilah nasrani
  2. Kekristenan Najran yang beraliran monofisitisme. Monofisitisme (berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata, yaitu mono yang berarti satu dan phusis yang berarti tabiat). Jika disatukan, nama ini berarti persatuan tabiat dan dalam bahasa Inggris, dikenal dengan Monophysitism. Monofisit adalah ajaran yang diklaim sebagai ajaran bidaah oleh Konsili Khalsedon pada tahun 451. Aliran ini memahami bahwa, Kristus hanya memiliki satu tabiat, yaitu tabiat ilahi. (http://id.dbpedia.org/)
  3. Kekristenan Kollyridianism. Ajaran sesat ini berkaitan dengan Mariologi di mana sekte Collyridianis ini mengajarkan penyembahan dan penuhanan terhadap Bunda Maria. Bidaah ini hadir pada sekitar tahun 350-450 di wilayah Arabia. Tidak diketahui siapa pendiri sekte ini dan sedikit sekali informasi yang bisa kita ketahui sekarang tentang sekte ini. Selain itu, tampaknya karena bidaah ini hadir pertama-tama di Arabia, maka orang-orang di sana kemudian menyangka bahwa Allah Tritunggal adalah Bapa, Yesus Kristus dan Bunda Maria. Sampai sekarang pun kita masih bisa mendengar sangkaan seperti ini. (www.indonesianpapist.com).
    • 116. and Behold! Allah will say: O Isa the son of Maryam! Did Thou say unto men, worship me and My mother As gods In derogation of Allah.? He will say: Glory to Thee! never could I say what I had no right (to say). had I said such a thing, Thou wouldst indeed have known it. Thou Knowest what is In My heart, Thou I know not what is In Thine. or Thou Knowest In full all that is hidden. [Al-Mâidah/5: 116] (http://eprints.walisongo.ac.id/6920/8/CHAPTER%20III.pdf). Menurut tafsiran Muqatil ibn Sulaiman (wafat thn 767 M), dapat disimpulkan, kekristenan pada saat itu adalah kekristenan yang menganggap trinitas adalah (Allah Bapa, Yesus dan Mariam)
    • Al Maidah : 73 menurut tafsir Muqatil ibn Sulaiman adalah Allah, Al Masih dan Mariam.

Jadi sebenarnya, sudah terjadi kesalah pahaman yang cukup mendalam di dalam hubungan Islam – Kristen, bahkan sejak zaman penulisan Al-Quran. Dan yang dikritik di dalam Al-Quran adalah Triteisme, bukan Tirinitas

Yesus tidak pernah mengaku sebagai Tuhan ?.

Pertanyaan ini muncul setelah adanya seorang yang terkenal yang menanyakan apakah Yesus pernah mengaku sebagai Tuhan. Jawaban dari pertanyaan ini adalah Yoh 13:13: Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.

Akan tetapi kalau ayat di atas kurang memuaskan, maka saya akan menambahi beberapa hal ini

Bukti Yesus mengaku Tuhan

  1. Anak Manusia. Kata anak manusia bagi orang zaman sekarang tidak berarti apapun, akan tetapi kita harus belajar Perjanjian Lama untuk memahami ini. Di Daniel 7:13. Jadi Anak Manusia dalam agama Yahudi merujuk pada sesuatu yang ilahi sesuai penglihatan Daniel. Dan Yesus berulang kali menyebut sebagai anak manusia sampai pada puncaknya ketika di hadapan Mahkamah Agama (Markus 14L62).
    NB : Kahlil Gibran memahami hal ini sehingga dia menulis buku : Jesus, Son of Man (thn 1928)
  2. Ucapan “amien geir amar ana lekhon”. Di setiap awal kotbah, Yesus selalu mengucapkan kalimat ini. Padahal semua nabi selalu menggunakan kata amien di belakang, bukan di depan. Hal ini disebabkan karena kalimat sabdanya berasal dari diri-Nya sendiri, bukan dari orang lain. (https://christianforpeace.blogspot.com/2010/12/adakah-yesus-mengaku-allah.html). Contoh di
    Lukas 23:43 (LAI menerjemahkan sesungguhnya),
    Yohanes 8:58 : Amen, Amen, Ego Eimi
    Kotbah di bukit : Amen, Amen, Ego Eimi
  3. “Ego Eimi”. Kalau kita melihat Yohanes 8:24, 28, 58, Yoh Yoh 6:35, Yoh 8:12, dll, di dalam bahasa aslinya adalah Ego Eimi. Dalam Perjanjian lama, kalimat ini adalah “Ani Hu”, dan kalimat Ani Hu muncul di Keluaran 3:14-15. Menurut pemahaman orang Yahudi, kata Ani Hu ini hanya dapat dipakai oleh Allah sendir sehingga pada saat itu, Yesus akan dibunuh oleh orang Yahudi.
  4. Dari jumlah ikan yang ditangkap di Yohanes 21:11. Jumlah ikan yang ditangkap = 153 ikan. Dalam ilmu Gematria di kebudayaan Yahudi, tiap alfabet memiliki nilai. Gematria = nilai angka – angka untuk tiap alfabet Ibrani.

www.hebrew4christians.com

אֲנִי אֱלֹהִים – ANI ELOHIM – Akulah Allah

Sarapanpagi

Trinitas menurut Yohanes Damaskus

Dia adalah teolog Kristen dan Syria (Damaskus). Dia di zamannya, lebih dikenal sebagai Yuhanna Mansyur Al Dimasqi. Di dalam pembelaannya terhadap serangan terhadap Trinitas, maka dia menulis :

  • Dan karena memanggil kita Associators (musyrikin), karena kata mereka kita memperkenalkan seorang sekutu pada Allah dengan mengenalkan bahwa Kirstus adalah Putra Allah. Sekali lagi kita berkata kepada mereka, “kalian berkata bahwa Kristus adalah Firman Allah dan Roh. Kalau begitu bagaimana kalian menyebut kami mempersekutukan Allah, karena Firman dan Roh-Nya masing masing tidak terpisahkan dari Allah. Dari dalam diri-Nya, Firman dilahirkan dan Roh keluar. Karena itu kalau Firman-Nya berdiam dalam Allah, maka jelaslah Firman itu adalah Allah. Tetapi kalau Firman itu berada di luar Allah, seperti menurut kalian, maka berarti Allah tidak memiliki Firman dan tidak memiliki hidup.

Secara sederhana,

  • Roh Kudus adalah Roh Allah. Kalo kalian tidak percaya roh kudus, berarti Allah = zombie
  • Yesus adalah firman Allah. Kalau tidak percaya firman, maka Allah = bisu. Dan firman Allah itu yang telah menjadi manusia

Video

Kesimpulan

Demikian penjelasan Trinitas menurut saya. Akhir kata, kalau Yesus tidak mengaku sebagai Tuhan, maka Yesus tidak akan disalib, melainkan akan dibebaskan. Justru Tuhan Yesus sudah geregetan mengapa para penuntut masih muter muter tidak bisa menemukan kesalahan Yesus sehingga Yesus akhirnya ngomong di Matius 26:62

Dan segala pengakuan dari Yesus bahwa dia adalah Tuhan tidak berarti bila dia tidak bangkit dari kematian.

Seperti kata seorang pendeta di gerejanya :

Persoalan terbesar manusia (yaitu dosa) sudah diselesaikan di kayu salib, sedang ketakutan terbesar manusia (yaitu kematian) sudah diselesaikan dengan kubur kosong

Leave a Comment

You cannot copy content of this page